Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Wudhu Tanpa Melepas Sepatu | rumahfiqih.com

Wudhu Tanpa Melepas Sepatu

Wed 28 November 2007 01:29 | Thaharah | 6.797 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalamu'alaikum Wr. Wb. pak Ustad

Saya ingin bertanya tentang hukum wudhu tanpa melepas sepatu (tanpa membasahkan kaki).

Saya sekarang sedang menempuh study di Jerman. Dan sering kali kami susah mendapatkan tempat-tempat ibadah (musholla). Sehingga kami berwudhu di wc. Nah.masalahnya kalau musim dingin air dari keran sangat dingin dan udara pun cukup dingin dan jg wc dsini disarankan untuk selalu kering..sehingga agak enggan rasanya untuk melepas sepatu kemudian membasahkan seperti wudhu biasanya.karena sebelumnya saya telah membaca jg artikelyangsejenis.dsitu dikatakan membasuh sepatu hanya dapat dilakukan selama maksimal 3 hari..

Yang ingin saya tanyakan, bolehkah hal ini dilakukan untuk lebih dari 3 hari, mengingat musim dingin sendiri lamanya sekitar 3 bulan?

Terima kasih atas jawabannya.

Wassalam

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Secara singkat jawabnya boleh, karena yang dimaksud dengan maksimal hanya 3 hari adalah dalam satu periode. Selesai satu periode, tentu boleh diperpanjang atau diperbaharui untuk 3 hari ke depan, dan begitu seterusnya hingga selesainya musim dingin, atau dirasa sudah tidak perlu lagi.

Jadi yang dimaksud dengan maksimal 3 hari bukan hanya 3 hari itu saja, tapi tiga hari sekali sepatu harus dilepas untuk dilakukan wudhu' yang sempurna dengan mencuci kaki, lalu dipakai lagi dan berlaku untuk 3 hari ke depan.

Tapi masa 3 hari ini hanya berlaku untuk mereka yang dalama perjalanan, sedangkan orang yang menetap di suatu tempat untuk masa waktu yang lama, masa berlakunya hanya 1 hari 1 malam atau 24 jam. Tapi tetap bisa diperbaharui.

Berwudhu di Musim Dingin

Berwudhu di musim dingin memang sebuah problem tersendiri. Terutama karena harus membasuh kaki. Apalagi bila tidak ada air hangat, maka lengkaplah sudah penderitaan.

Tapi di dalam agama ini ada solusi dan keringanan, yaitu dibolehkan berwudhu tanpa harus mencuci kaki, atau lebih tepatnya tanpa membuka sepatu. Jadi yang perlu dilakukan hanya membasuh wajah, kedua tangan hingga siku, membasuh sebagian kepala dan mengusap sepatu pada bagian depan dan atasnya, tida perlu membukanya apalagi mencuci kakinya.

Syarat-syarat

Namun agar keringanan ini boleh dijalankan, ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi.

1. Sepatu Anti Air

Sepatu yang dipakai bukan sepatu sembarangan, tapi sepatu yang anti air. Maksudnya, bila tersiram air, air itu tidak akan merembes masuk. Berarti bahannya bukan dari kain yang bisa merembes air.

2. Menutupi Sampai Mata Kaki

Sepatu itu harus tertutup membungkus seluruh kaki hingga mata kaki. Bila mata kaki tidak tertutup, atau hanya tertutup dengan kaos kaki tembus air, maka syaratnya belum cukup.

Sepatu itu juga tidak boleh bolong atau sobek sehingga bisa membuat air bisa masuk.

3. Tetap Dipakai

Sepatu itu tidak boleh dibuka, harus terus menerus dipakai. Maka selama sepatu itu masih dipakai, selama itu pula kita boleh berwudhu tanpa membuka sepatu dan tanpa mencuci kaki.

Kalau sekali waktu sepatu itu dilepas, maka kebolehan tidak mencuci kaki jadi 'batal'. Maka seseorang harus berwudhu' secara lengkap dulu dengan mencuci kakinya, kemudian memakai sepatu itu lagi.

4. Batas Waktu

Yang dimaksud batas waktu adalah masa expired untuk satu periode. Seseorang sedang dalam perjalanan ke luar kota, boleh tidak membuka sepatunya selama tiga hari tiga malam. Dan setelah itu bisa diperpanjang lagi 3 hari, dan boleh terus menerus diperpanjanng lagi. Pokoknya, batasnya adalah 3 hari sekali harus dicopot dan sekali saja untuk berwudhu' dengan mencuci kaki lengkap.

Sedangkan orang yang tidak bepergian, kita sebut muqim, masa expired-nya satu hari satu malam. Setelah itu, tentu saja bisa di-re-new. Bisa diperpanjang per 24 jam sekali.

Ini berarti untuk tiap 24 jam sekali, kita harus melepas sepatu itu, lalu kita berwudhu dengan lengkap mencuci kaki, lalu sepatu dikenakan kembali untuk tenggang waktu 24 jam ke depan.

Asalkan selama 24 jam sepatu itu tidak dilepas, maka kalau kita wudhu', kita tidak perlu mencuci kaki, cukup diusapkan saja mulai dari bagian depan terus naik ke atas sepatu ke arah belakang. Bukan bagian bawah sepatu.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Arisan untuk Naik Haji
28 November 2007, 00:54 | Haji | 5.077 views
Badal Haji
28 November 2007, 00:15 | Haji | 8.246 views
Apakah Peristiwa Mi'raj Nabi SAW Tertulis di Dalam Al-Qur'an?
25 November 2007, 23:16 | Quran | 6.239 views
Mengharap Surga dan Takut Neraka atau Lillahi Ta'alla
25 November 2007, 23:02 | Aqidah | 6.935 views
Hadist Bukhari dan Muslim Pasti Shahih?
25 November 2007, 07:17 | Hadits | 6.183 views
Kata Ganti Orang Dalam Al-Quran
23 November 2007, 04:23 | Quran | 6.424 views
Mau Shalat Tapi Celana Kena Kencing
22 November 2007, 15:42 | Thaharah | 7.184 views
Cara Mencari Sanad dan Matan Dalam Hadist
22 November 2007, 13:05 | Hadits | 11.063 views
Shalat Arbain di Masjid Nabawi Bagi Jamaah Haji Wanita
20 November 2007, 23:29 | Haji | 5.969 views
Hukum Mawaris dan Sistem Keluarga Dalam Islam
20 November 2007, 00:39 | Mawaris | 5.267 views
Bagaimana Caranya untuk Mendapatkan Sholat Khusyu'
19 November 2007, 23:42 | Shalat | 6.792 views
Shalat Shubuh di Pesawat Terbang
16 November 2007, 09:30 | Shalat | 5.077 views
Tahallul: Menggunduli Rambut atau Mencukur Sebagian?
15 November 2007, 10:33 | Haji | 5.936 views
Pergi Haji Harus Pindah Mazhab?
15 November 2007, 10:01 | Haji | 5.353 views
Mengapa Allah Tidak Menjadikan Syetan Taat Kepadanya?
14 November 2007, 05:32 | Aqidah | 6.305 views
Hubungan dengan Peristiwa Bom Bali
14 November 2007, 05:22 | Umum | 4.586 views
Peristiwa Serangan Gedung WTC Dilakukan Mujahidin atau Bush?
13 November 2007, 00:53 | Umum | 4.894 views
Siapakah Haba'ib atau Habib Itu?
12 November 2007, 00:06 | Umum | 11.268 views
Apakah Membagi Ilmu Islam Menjadi Usul dan Furu, Bid'ah?
11 November 2007, 22:28 | Ushul Fiqih | 5.517 views
Mengapa Indonesia Memusuhi Israel Tapi Berteman dengan Komunis?
11 November 2007, 00:44 | Negara | 5.893 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 36,282,759 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

17-9-2019
Subuh 04:29 | Zhuhur 11:49 | Ashar 15:02 | Maghrib 17:53 | Isya 19:00 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img