Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Menghadapi Orientalis | rumahfiqih.com

Menghadapi Orientalis

Tue 4 December 2007 00:25 | Aqidah | 5.462 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalamu'alaikum Pak Ustad,

Saya mempunyai teman-teman dari negara-negara asing. Salah satunya, teman dari Italia. Dia berasal dari Universitas Orientale. Yang cukup saya kagetkan adalah kebenciannya terhadap sistem negara Indonesia yang mayoritas Muslim ini. Dia selalu mencari celah khususnya dari sistem Islam umat Islam di Indonesia yang memang sedang dalam kondisi belum bagus.

Apalagi, saya berjilbab dan satu2nya di sini. Sebenarnya, bagaimana kiat-kiat menghadapi orientalis yang selalu sibuk mencampuri urusan orang lain? Berdebat ujung-ujungnya jadi bertengkar Pak.

Terima Kasih.

Wassalamu'alaikum

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Anda tidak perlu kaget kalau berhadapan dengan para orientalis. Memang peran dan tugas mereka adalah menjelek-jelekkan agama Islam serta menyebarkan pemikiran yang membuat orang semakin salah kaprah dalam memandang syariah Islam.

Sebagai ilmuwan, mereka tidak punya pedang, tombak dan bedil. Sehingga mereka tidak seperti agresor Israel yang datang untuk menjajah dan merampas negeri Islam. Senjata perang mereka adalah mulut dan pena mereka. Tapi justru jauh lebih berbahaya dan dahsyat dampaknya.

Yang lebih merepotkan, para orientalis itu sekarang sudah punya kader yang jumlahnya puluhan ribu. Kader-kader itu beragama Islam, berkulit coklat dan berbahasa Indonesia. Mereka adalah para jebolan dari berbagai perguruan tinggi di Eropa, Amerika dan Australia yang diberi guyuran bea siswa.

Mereka berangkat ke negeri-negeri kafir itu untuk mengaji dan belajar agama Islam kepada dedengkot yahudi aliran hitam yang menjadi guru besar dan profesor mereka.

Dan ketika pulang, diberi gelar yang memberhala sebagai cendekiawan muslim.

Lalu masuk ke berbagai instansi pemeritahan, baik Departemen Agama dengan jaringan IAIN-nya di seluruh Indonesia atau pun berbagai Departemen serta instansi pemerintahan resmi lainnya. Mereka kemudian menjadi para penentu kebijakan di negeri dengan 200 juta penduduk muslim.

Di IAIN saja, para murid orientali itu jadi pejabat dan penentu kebijakan. Maka kalau anda saksikan para mahasiswa IAIN banyak yang aqidahnya melenceng, anti Islam, ingkar Allah dan ingkar Nabi, jangan kaget. Kalau mereka mengatakan bahwa kampus mereka adalah daerah bebas tuhan, jangan sakit hati dulu. Memang begitulah mesin pengkafiran berlangsung di negeri ini.

Para orientalis itu memang tercipta untuk menjadi pengacau dan perusak ajaran agama Islam, orang betawi bilang, "Nggak ada matinye."

Jadi sebaiknya jangan diladeni, karena mungkin hanya buang-buang umur saja. Toh mereka tidak akan sadar, apalagi masuk Islam. Bukan berarti kita menutup pintu hidayah, sebab memang ada beberapa gelintir orientalis yang pada akhirnya tobat, sadar dan masuk Islam dengan kesadaran.

Tapi dari sejuta orientalis, mungkin cuma dua atau tiga orang saja yang bernasib baik. Selebihnya?Tidak lebih dari pabrik limbah pemikiran. Sama sekali kita tidak pernah punya rasa hormat dengan mereka. Karena semua yang mereka katakan tidak lain hanyalah racun pemikiran yang mengajak kepada kesesatan dan adzab neraka jahannam. Tidak ada gunanya dan hanya bikin bibir jontor.

Semua Argumentasi Orintalis Lemah

Satu hal yang perlu anda ketahui, tidak ada satu pun argumentasi para orientalis yang benar-benar ilmiyah. Kalau mereka bicara tafsir, jelas tafsir yang ngawur. Kalau bicara sejarah, maka sejarah yang dipalsukan dan ditakwilkandengan metode yang menyalahi kaidah imu sejarahsaja. Apalagi kalau mereka bicara fiqih, jelas tidak tepat, karena mereka sebenarnya agak kurang pengetahuan tentang ilmu fiqih.

Bahkan sebagian besar orientalis itu tidak bisa bahasa arab, kecuali hanya segelintir saja. Maka wajar kalau mereka sebenarnya tidak pernah sampai kepada titik kebenaran yang hakiki. Bicara tentang Islam tapi buta huruf arab, aneh bin ajaib.

Tapi yang lebih perlu kita sedihkan dan turut berduka cita adalah kalau kita melihat tindakan aneh para budak oritentalis, yaitu kalangan sekuler dan aktifis pemikiran liberal di negeri ini. Kelakuan mereka menunjukkan gejala kurang percaya diri kepada ajaran Islam, tidak PD, malu, minder dan phobi. Gejala minus seperti ini akibat tiap hari disuntik racun limbah pemikiran profesor mereka yang yahudi kafir itu.

Akibatnya, mereka tidak berdiri kecuali seperti berdirinya orang yang kesambet setan. Semua isi otak dan mulut mereka tidak lain hanya berisi penghinaan, pelecehan dan keragu-raguan kepada agama Islam. Banyak dari mereka yang sudah tidak shalat atau puasa fardhu. Bahkan tidak percaya bahwa Islam adalah agama yang benar di sisi Allah.

Kita ucapkan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada mereka dan atas nasib buruk yang menimpa mereka. Semoga suatu ketika hati mereka terbuka, tobat dan kembali ke pangkuan agama Islam yang lurus.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Hukum Memakai Lotion Anti Nyamuk
3 December 2007, 23:21 | Kontemporer | 5.616 views
Belum Meninggal Anak Sudah Menuntut Warisan
2 December 2007, 00:12 | Mawaris | 5.902 views
Muhammadiyah dan Bukan Muhammadiyah
30 November 2007, 13:29 | Kontemporer | 6.191 views
Kuburan Ditembok Seperti Makam Abu Ayyub Al-Anshari, Bolehkah?
29 November 2007, 08:46 | Aqidah | 7.458 views
Wudhu Tanpa Melepas Sepatu
28 November 2007, 01:29 | Thaharah | 7.008 views
Arisan untuk Naik Haji
28 November 2007, 00:54 | Haji | 5.150 views
Badal Haji
28 November 2007, 00:15 | Haji | 8.390 views
Apakah Peristiwa Mi'raj Nabi SAW Tertulis di Dalam Al-Qur'an?
25 November 2007, 23:16 | Quran | 6.530 views
Mengharap Surga dan Takut Neraka atau Lillahi Ta'alla
25 November 2007, 23:02 | Aqidah | 7.407 views
Hadist Bukhari dan Muslim Pasti Shahih?
25 November 2007, 07:17 | Hadits | 6.361 views
Kata Ganti Orang Dalam Al-Quran
23 November 2007, 04:23 | Quran | 6.677 views
Mau Shalat Tapi Celana Kena Kencing
22 November 2007, 15:42 | Thaharah | 7.324 views
Cara Mencari Sanad dan Matan Dalam Hadist
22 November 2007, 13:05 | Hadits | 13.182 views
Shalat Arbain di Masjid Nabawi Bagi Jamaah Haji Wanita
20 November 2007, 23:29 | Haji | 6.150 views
Hukum Mawaris dan Sistem Keluarga Dalam Islam
20 November 2007, 00:39 | Mawaris | 5.374 views
Bagaimana Caranya untuk Mendapatkan Sholat Khusyu'
19 November 2007, 23:42 | Shalat | 6.925 views
Shalat Shubuh di Pesawat Terbang
16 November 2007, 09:30 | Shalat | 5.168 views
Tahallul: Menggunduli Rambut atau Mencukur Sebagian?
15 November 2007, 10:33 | Haji | 6.453 views
Pergi Haji Harus Pindah Mazhab?
15 November 2007, 10:01 | Haji | 5.447 views
Mengapa Allah Tidak Menjadikan Syetan Taat Kepadanya?
14 November 2007, 05:32 | Aqidah | 6.423 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 38,332,783 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

17-11-2019
Subuh 04:04 | Zhuhur 11:39 | Ashar 15:02 | Maghrib 17:54 | Isya 19:05 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img