Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Bom Syahid Membunuh Wanita dan Anak-Anak? | rumahfiqih.com

Bom Syahid Membunuh Wanita dan Anak-Anak?

Fri 7 December 2007 23:14 | Umum | 4.848 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalamu'alaikum

Pak ustadz, ana mau nanya pendapat ustadz tentang bom syahid yang sedang marak beberapa waktu yang lalu.

Ada sebagian kalangan yang tidak setuju dengan alasan korban bom tersebut bisa jadi anak-anak dan ibu-ibu, dan lagi tindakan tersebut malah membuat israel semakin membabi buta.

Ada sebagian kalangan yang malah menyebutnya hal tersebut adalah sama dengan bunuh diri.

Mohon penjelasan. jazakallah sebelumnya.

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Siapa pun orang Israel yang sekarang ini ada di dalam wilayah negara Palestina, apakah dia anggota tentara atau sipil biasa, apakah dia laki-laki atau perempuan, dewasa atau anak-anak, semua adalah penjajah. Semuanya adalah agresor.

Sebab mereka masuk ke sebuah negeri yang berdaulat tanpa permisi, malah datang dengan mesiu dan bedil, langsung membumi hangus negeri, membunuh rakyat, menembaki anak-anak, merampas harta, menculik aktifis, menyiksa para pemimpin perlawanan, mengusir suatu bangsa.

Pendeknya, mereka 100% adalah penjahat dan pelaku kriminal. Masuk tanpa passpor dan visa. Itu saja sudah cukup untuk dijadikan alasan untuk menembak mati di tempat, siapa pun mereka.

Sudah jutaan kali mereka diperingatkan untuk keluar dari Palestina, tanah yang mereka rampas. Tapi mereka masa bodoh saja. Malah gelombang pendatang yahudi semakin besar saja.

Kini giliran bangsa Palestina sudah bisa bangkit membalas, kok tiba-tiba bilang bahwa bom syahid itu tidak manusiawi, karena membunuh rakyat sipil.

Kita balik bertanya, "Hei Yahudi, apakah kalian tidak ingat bahwa kalian datang kemari sebagai perampok dan pencoleng? Kok tiba-tiba perampok bisa-bisanya bilag bahwa tuan rumah kejam dan tidak berprikamanusiaan?"

Inilogika bengkok dansulit untuk diterimaakal sehat. Kalau giliran yahudi membombardir bangsa Palestina dengan hujan bom, mereka anteng dan santai saja. Tidak ada yang teriak untuk melindungi anak-anak tidak berdosa. Eh, giliran bangsa Palestina menembak dan meledakkan musuh mereka, mereka bilang melanggar HAM. Memangnyakita ini orang bodoh, kok mau-maunya dikibuli yahudi?

Maka wajar bila para ulama dunia bukan sekedar menghalalkan aksi peledakan bom di pemukiman yahudi, tetapi malah menganjurkannya. Kalau aksi itu dianggap bunuh diri, maka mereka memang sudah pasti mati juga. Kalau tidak hari ini, mungkin besok atau lusa. Semua sama saja, mau mati hari ini atau besok. Bedanya hanya masalah waktu.

Kalau tidak percaya, berangkatlah ke Palestina. Tidak usah lama-lama, seminggu saja. Dan rasakan betapa hidup di bawah pendudukan kafir yahudi itu tidak enak. Mati mungkin lebih baik. Bayangkan mereka sudah mengalami pendudukan sejak tahun 1948, nyaris beberapa tahun setelah kita merdeka.

Kenapa sekarang kita malah ikut membantu yahudi dengan mengatakan bom syahid itu sebagai aksi kekerasan?

Mitos Besar Yang Sudah Runtuh
Salah satu mitos besar yang sudah runtuh adalah kepercayaan tahayyul bahwa bila yahudi diserang dengan kasar dan senjata, mereka akan tambah ngamuk.Zaman dahulu mungkin masih ada sebagianorang yang percaya mitos ini.

Tapi hariini yangpercaya mitos ini hanyalah mereka yang sudah dibeli jiwanya oleh yahudi. Mereka yang jadi pengkhiatan bangsa dan rela berdamai dengan yahudi di meja perundingan.

Tapi bagi seluruh rakyat Palestina, mitos ini sudah tumbang sejak lama, setiaknya sejak tahun 1987, saat terjadi gelombang perlawanan besar-besaran Hamas. Ternyata melihat bangsa Palestina maju pantang mundur, tidak takut peluru, justru tentara yahudi lari tunggang langgang.

Padahal yang maju hanya anak-anak kecil berbekal batu kerikil. Sama sekali tidak bisa kita percaya kalau tidak melihat sendiri. Betapa tidak, pasukan terlatih yang mitosnya setinggi gunung, ternyata nyalinya kecil. Buktinya mereka takut bila bangsa Palestina maju menyongsong peluru.

Kalau kerikil anak-anak Hamas di tahun 1987 itu sudah cukup bikin mereka gentar, apalagi sekarang. Anak-anak itu sekarang sudah besar dan sudah bisa bikin bom yang siap meledakkan yahudi menjadi serpihan daging cincang.

Bahkan sekarang mereka tidak perlu lagi mengikat badan dengan bom dan meledakkannya, karena ilmu pengetahuan dan teknologi mereka semakin berkembang. Jangan kaget kalau tiba-tiba mereka bisa bikin roket yang bisa ditembakkan langsung di jantung Tel Aviv atau pusat komunitas yahudi. Roket itu tidak terdeteksi di layah radar, karena tidak terbang terlalu tinggi. Tapi tetap bisa menjangku wilayah yang ingin dijadikan neraka.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Kenapa Mencium Hajar Aswad?
7 December 2007, 22:32 | Haji | 5.872 views
Hukum Makan Kepiting
7 December 2007, 12:03 | Kuliner | 7.890 views
Bolehkah Kita Menjual Kulit Hewan Qurban
6 December 2007, 11:06 | Qurban Aqiqah | 5.722 views
Apakah Dalam Quran Ada Bahasa Serapan Asing?
6 December 2007, 07:50 | Quran | 5.455 views
Bagaimana Hukum 'Latihan Berqurban' di Sekolah
5 December 2007, 23:26 | Qurban Aqiqah | 5.246 views
Bagaimana Batasan Bergaul dengan Mahram yang Tidak Abadi?
5 December 2007, 08:55 | Kontemporer | 6.223 views
Benarkah Agama Merupakan Produk Kebudayaan?
5 December 2007, 03:45 | Aqidah | 5.330 views
Hakekat Ibadah Qurban
5 December 2007, 02:31 | Qurban Aqiqah | 5.784 views
Menghadapi Orientalis
4 December 2007, 00:25 | Aqidah | 5.423 views
Hukum Memakai Lotion Anti Nyamuk
3 December 2007, 23:21 | Kontemporer | 5.580 views
Belum Meninggal Anak Sudah Menuntut Warisan
2 December 2007, 00:12 | Mawaris | 5.845 views
Muhammadiyah dan Bukan Muhammadiyah
30 November 2007, 13:29 | Kontemporer | 6.146 views
Kuburan Ditembok Seperti Makam Abu Ayyub Al-Anshari, Bolehkah?
29 November 2007, 08:46 | Aqidah | 7.388 views
Wudhu Tanpa Melepas Sepatu
28 November 2007, 01:29 | Thaharah | 6.916 views
Arisan untuk Naik Haji
28 November 2007, 00:54 | Haji | 5.121 views
Badal Haji
28 November 2007, 00:15 | Haji | 8.333 views
Apakah Peristiwa Mi'raj Nabi SAW Tertulis di Dalam Al-Qur'an?
25 November 2007, 23:16 | Quran | 6.371 views
Mengharap Surga dan Takut Neraka atau Lillahi Ta'alla
25 November 2007, 23:02 | Aqidah | 7.194 views
Hadist Bukhari dan Muslim Pasti Shahih?
25 November 2007, 07:17 | Hadits | 6.281 views
Kata Ganti Orang Dalam Al-Quran
23 November 2007, 04:23 | Quran | 6.565 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 37,230,596 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

22-10-2019
Subuh 04:11 | Zhuhur 11:39 | Ashar 14:49 | Maghrib 17:49 | Isya 18:58 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img