Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Hukum Mawaris dan Konsep Keluarga Dalam Islam | rumahfiqih.com

Hukum Mawaris dan Konsep Keluarga Dalam Islam

Tue 1 January 2013 02:58 | Mawaris | 6.600 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalamu 'alaikum Wr. Wb

Ustadz,

Saya sering menemukan orang yang menginginkan pembagia warisan mutlak sebagaimana ajaran Islam. Dan ini, menurut saya tidak salah dan memang harus begitu. Namun demikian, mereka lupa atau tidak tahu (atau memang saya pribadi yang kurang tahu) kewajibannya dalam konsep keluarga Islam.

Salah satu contohnya begini: Ada seorang laki-laki yang punya seorang isteri dan tiga orang anak yang masih kecil-kecil. Laki-laki tersebut meninggal. Dalam pembagian warisan, isteri hanya mendapatkan mendapatkan 1/8 bagian, sedang orang tua laki-laki yang meninggal tersebut dapat 1/6 bagian.

Pertanyaa saya adalah, siapa yang berkewajiban memberi nafkah tiga orang anak tersebut? Kakek dan paman-pamannya apakah punya kewajiban untuk memberi nafkah atau tidak? Jika punya, apakah dasarnya?

Terima kasih

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Sikap untuk membagi warisan secara mutlak sebagaimana syariah Islam sebenarnya tidak perlu dikhawatirkan. Karena aturan pembagian warisan itu datang dari Tuhan Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang, Allah SWT.

Kalau Allah SWT yang Maha Adil dan Bijaksana itu tidak mau kita ikuti hukum dan syariat-Nya, lalu kita mau ikuti hukumnya siapa? Apakah hukum buatan manusia? Atau hukum buatan nenek moyang?

Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki, dan siapakah yang lebih baik daripada Allah bagi orang-orang yang yakin? (QS. Al-Maidah: 55)

Di dalam ayat lain, Allah SWT juga mempertanyakan, bukankah Allah itu tuhan yang Maha Bijaksana?

Bukankah Allah Hakim yang seadil-adilnya? (QS. At-Tiin: 8)

Dan adakah hukum yang lebih baik dan lebih adil dari pada hukum yang Allah SWT turunkan untuk hamba-hamba-Nya? Adakah manusia yang bisa kita sepakati bahwa otaknya lebih pintar dan lebih cerdas dari pada Allah SWT?

Anti Hukum Waris

Hukum waris adalah bagian dari aturan dari Allah SWT. Orang yang tidak mau menggunakan hukum dan aturan dari Allah ada dua macam. Pertama, orang itu belum kenal dengan hukum Allah, lalu dia menjadi korban provokasi musuh-musuh Allah untuk apriori dengan segala yang berasal dari Allah. Kedua, orang itu memang dasarnya kafir dan sejak awal sudah memposisikan diri sebagai musuh Allah SWT.

Jawaban Kasus

Kalau dalam kasus yang anda sebutkan, maka yang berkewajiban untuk memberi nafkah kepada anak-anak sebenarnya bukan isteri almarhum atau ibu mereka. Yang berkewajiban dalam hal ini adalah kakek dari anak-anak tersebut.

Sebab ayahnya ayah adalah wali secara nasab yang syar'i. Dan posisinya langsung berada di tempat nomor dua setelah ayah.

Sedangkan isteri almarhum sebagai seorang wanita dan kini telah menjadi janda, tidak berkewajiban untuk memberi nafkah untuk anak-anaknya. Karena yang namanya seorang wanita, tidak berkewajiban memberi nafkah, bahkan dirinya malah diberi nafkah.

Kasus Nabi Muhammad SAW

Ketika Rasulullah SAW lahir, ayah beliau sudah meninggal dunia. Lalu beliau SAW dipelihara oleh kakeknya, Abdul Muttalib. Kebetulan saat itu ibunda beliau pun juga meninggal dunia dan dimakamkan di Abwa, suatu tempat sekat Madinah.

Setelah beberara tahun kemudian hidup di bawah pengasuhan sang kakek yang amat mencintai dirinya, maka sang kakek pun wafat menghadap Allah SWT.

Maka kembali beliau SAW menjadi yatim untuk kedua kalinya. Saat itu salah seorang paman beliau, Abu Thalib, kemudian mengambil alih tanggung jawab pemeliharaan dan penghidupan beliau. Maka tumbuhlah nabi Muhammad SAW di rumah Abu Thalib yang saat itu juga punya anak yang banyak.

Beliau tinggal di rumah kecil dan sempit itu bersama dengan sepupunya, Ja'far dan Ali bin Abi Thalib radhiyallahu a'nhuma.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Khawatir Dzikir Bersama Malam Tahun Baru Jadi Budaya
31 December 2012, 12:25 | Kontemporer | 9.011 views
Berteman tapi Mesra
31 December 2012, 12:05 | Kontemporer | 9.577 views
Cara Elegan Dalam Menghadapi Pemikiran Liberal
31 December 2012, 02:12 | Umum | 9.405 views
Hubungan Fiqih dan Etika
29 December 2012, 04:37 | Ushul Fiqih | 7.115 views
Merry Christmas BUKAN Merry X'Mas
29 December 2012, 03:23 | Aqidah | 10.779 views
Shalat di Majid yang Ada Kuburannya, Bolehkah?
28 December 2012, 03:18 | Shalat | 8.793 views
Bagaimana Cara Merelakan Suami Berpoligami?
27 December 2012, 11:28 | Nikah | 8.391 views
Bagaimana Cara Mandi Junub Jika Terluka
27 December 2012, 11:24 | Thaharah | 9.144 views
Pendanaan Dalam Pilkada
27 December 2012, 11:17 | Muamalat | 5.926 views
Apakah Ikhwanul Muslimin Itu Teroris?
26 December 2012, 04:27 | Negara | 10.766 views
Hukum Memakai Kontak Lens
26 December 2012, 03:45 | Wanita | 12.246 views
Mengadakan Pengajian di Malam Tahun Baru Masehi
26 December 2012, 00:01 | Aqidah | 11.975 views
Memeriahkan Acara Tahun Baru Masehi
25 December 2012, 23:32 | Aqidah | 7.365 views
Hukum Mengucapkan Selamat Natal
25 December 2012, 06:33 | Aqidah | 19.763 views
Bertelepon Mesra Hingga 'Basah'
24 December 2012, 22:59 | Nikah | 9.830 views
Menikah dengan Mantan Kakak Ipar, Bolehkah?
23 December 2012, 07:04 | Nikah | 8.665 views
Tanda Kiamat: Budak Wanita Melahirkan Majikannya, Maksudnya?
21 December 2012, 13:39 | Aqidah | 16.941 views
Saya Anak Zina, Siapa Wali Nikah Saya?
20 December 2012, 12:22 | Nikah | 9.588 views
Air Musta'mal
18 December 2012, 23:45 | Thaharah | 11.540 views
Pembagian Waris Dari Suami Yang Meninggal
18 December 2012, 00:34 | Mawaris | 23.179 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 33,844,673 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

24-5-2018 :
Subuh 04:35 | Zhuhur 11:51 | Ashar 15:13 | Maghrib 17:47 | Isya 18:59 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img