Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Wali Bukan Saudara dari Kedua Mempelai | rumahfiqih.com

Wali Bukan Saudara dari Kedua Mempelai

Sat 2 November 2013 09:09 | Nikah | 7.107 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalamu 'alaikum

Apabila menikah dengan dihadiri oleh seorang wali yang bukan saudara dari kedua mempelai, bagaimana hukumnya? Sah atau tidak?

Terima kasih, wassalamu 'alaikum

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Dalam akad nikah memang harus ada beberapaunsur utama yang menjadi rukun dan harus dipenuhi. Dan tanpa keberadaan unsur-unsur itu, maka akad nikah itu menjadi tidak sah.

Yang harus ada saat akad nikah itu adalah suami, wali, ijab qabul dan dua orang saksi laki-laki.

Khusus untuk wali, yang punya hak preogratif adalah ayah kandung pengantin wanita. Posisinya adalah wali mujbir. Sebagai wali mujbir, seorang ayah kandung berhak menikahkan anak gadisnya bahkan tanpa seizinnya. Boleh dibilang semua tergantung si ayah.

Dalam prakteknya, seorang ayah kandung berhak untuk menguasakan hak perwaliannya kepada seseorang yang memang memenuhi syarat sebagai wali. Tidak harus famili atau keluarga. Syarat-syarat itu adalah:

1. Beragama Islam

Apabila orang diserahkan amanat untuk menggantikan diri ayah menjadi wali ternyata bukan beragama Islam, maka akad nikah itu tidak sah.

2. Laki-laki

Hanya laki-laki saja yang boleh dijadikan wakil dari seorang ayah kandung untuk menjadi wali pengganti dalam sebuah akad nikah. Waanita dan bencong tidak boleh dijadikan wali.

3. Baligh

Seandainya orang yang ditunjuk sebagai pengganti atau wakil ayah sebagai wali masih belum baligh, maka akad nikah pun tidak sah. Harus mereka yag sudah baligh.

4. Berakal Sehat

Atausering juga disebut dengan istilah 'aqil. Jadi kalau kebetulan yang jadi wali pengganti punya penyakit ayan dan kumat saat akad nikah, tentu jadi tidak sah.

5. Merdeka

Syarat ini dituliskan oleh para ulama di masa lalu pada saat masih ada sistem perbudakan. Mereka tidak bisa terima kalau seorang wali ternyata berstatus budak. Karena budak tidak punya kemerdekaan diri sendiri. Dirinya diatur di bawah hegemoni tuannya.

6. Al-'Adalah

Meski terjemahan bakunya adalah adil, tapi maknanya bukan bersikap adil sebagaimana seorang hakim. Sebab wali itu bukan hakim. Sifat al-'adalah dilawankan dengan sifat fasik. Jadi terjemahan bebasnya adalah: tidak fasik.

Itulah syarat seorang wali sekaligus juga syarat yang harus dipenuhi oleh orang yang diberi mandat dari ayah kandung untuk menggantikan dirinya menjadi wali yang melakukan ijab.

Maka ayah kandung yang sudah menyerahkan mandat itu memang tidak lagi diharuskan hadir dalam akad nikah. Yang harus hadir hanyalah orang yang memenuhi syarat di atas dan yang terpenting adalah bahwa orang itu telah mendapat mandat resmi untuk menjadi bertindak sebagai wali.

Tanpa mandat dari orang tua kandung, maka dia tidak berhak untuk menjadi wali. Jadi kuncinya adalah penunjukkan, mandat atau serah terima wewenang dari ayah kandung.

Ayah Kandung Sudah Wafat

Dalam kasus ayah kandung sudah wafat, maka yang berhak menjadi wali secara berturut-turut adalah orang-orang berikut ini, selama mereka punya syarat-syarat di atas:

  • Ayahnya ayah (kakek), dan bukanayahnya ibu
  • Saudara laki-laki, baik posisinya saudara laki-laki seayah dan seibu atau pun hanya seayah saja sementara ibunya berbeda. Tapi kalau saudara laki-laki seibu saja sementara ayahnya berbeda, tidak bisa dijadikan wali.
  • Anak laki-laki dari saudara laki-laki (no. 2)
  • Saudara laki-laki ayah (paman), dan bukan saudara laki-laki ibu.
  • Anak laki-laki dari paman yang disebut di atas. dan bukaanak laki-laki bibi (saudara perempuan ayah)

Posisi ini sudah ditertibkan berdasarkan ashabah dalam ilmu waris, jadi tidak boleh saling mendahului. Harus tertib urutannya.

Semua Wali Sudah Wafat

Dalam kasus tertentu, ternyata dimungkinkan adanya wanita yang sudah tidak ada wali lagi dari keluarganya. Misalnya seorang gadis sebatang kara, tidak punya ayah kandung, kakek, saudara laki-laki atau anak laki-lakinya, paman dan anak laki-laki paman.

Maka dalam kasus seperti ini, pemerintah yang sah adalah wali bagi dirinya. Dalam hal ini presiden RI. Bila dia berhalangan, maka dia boleh mewakilkan kepada bawahannya sampai level KUA.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Hukum Memakai Cutek
30 October 2013, 09:04 | Wanita | 8.547 views
Ritual Pindah Rumah
27 October 2013, 23:56 | Umum | 10.378 views
Sistem Penanggalan dan Penamaan Hari
27 October 2013, 08:44 | Umum | 9.332 views
Apakah Shalat Isya Boleh Diakhirkan?
20 October 2013, 23:32 | Shalat | 16.513 views
Dokter Kandungan Laki Laki
20 October 2013, 15:15 | Wanita | 14.339 views
Hukum Rajam
17 October 2013, 23:21 | Jinayat | 12.756 views
Apakah Saya Berdosa Jika Tidak Berqurban
13 October 2013, 20:32 | Qurban Aqiqah | 8.671 views
Bolehkah Orang yang Berqurban Mendapat Bagian Daging Qurbannya?
12 October 2013, 00:12 | Qurban Aqiqah | 14.435 views
Bolehkah Membagi Daging Kurban Pada Non Muslim
11 October 2013, 04:07 | Qurban Aqiqah | 15.573 views
Masuk Saudi Harus Ada Mahram : Syariah Islam Atau Peraturan Negara?
10 October 2013, 01:47 | Haji | 11.540 views
Bagaimana Hukumnya Menikah Siri dengan Wali Hakim?
7 October 2013, 07:48 | Nikah | 14.991 views
Syarat Hewan Qurban
3 October 2013, 01:36 | Qurban Aqiqah | 8.529 views
Satu Sapi Buat Qurban dan Aqiqah, Bolehkah?
2 October 2013, 01:35 | Qurban Aqiqah | 8.638 views
Tidak Boleh Makan Daging Qurban Lewat Tiga Hari?
30 September 2013, 21:59 | Qurban Aqiqah | 9.319 views
Hukum Qurban Melalui Transfer Uang
29 September 2013, 23:00 | Qurban Aqiqah | 12.372 views
Bolehkah Sembelih Seekor Kambing Quran Untuk Satu Keluarga?
28 September 2013, 23:34 | Qurban Aqiqah | 18.551 views
Istri Ditinggal Mati Suami = Mantan Istri?
25 September 2013, 19:27 | Nikah | 79.151 views
Dua Qullah itu Berapa Liter?
25 September 2013, 12:39 | Thaharah | 65.683 views
Benarkah Kita Sendirian di Jagad Raya?
23 September 2013, 03:47 | Kontemporer | 9.688 views
Diminta Jadi Wakil Rakyat Demi Memperjuangkan Agama
19 September 2013, 22:08 | Dakwah | 7.313 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 38,428,392 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

19-11-2019
Subuh 04:04 | Zhuhur 11:40 | Ashar 15:03 | Maghrib 17:54 | Isya 19:06 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img