Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Beda Antara Keinginan, Niat dan Nadzar | rumahfiqih.com

Beda Antara Keinginan, Niat dan Nadzar

Tue 11 December 2007 11:36 | Kontemporer | 7.637 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalamu 'alaikum. Wr. Wb.

Ustadz

Apa bedanya keinginan, niat, janji, dan Nadzar menurut Islam. Yang saya tahu, konsekwensi hukumnya sangat berbeda. Tapi, dalam aplikasinya, sangat sulit untuk membedakannya.

Contoh,

Seseorang, dalam hatinya berkata, tahun ini, jika rezeki cukup, saya ingin melakukan ibadah Qurban.

Nah, keinginan untuk ber Qur'ban ini termasuk jenis apa (?). Yang saya tahu, jika ini Nadzar, maka hukumnya wajib manakala syaratnya terpenuhi, yaitu rezeki cukup, tanpa harus melihat, saat mau Qur'ban, ada atau tidak adanyaada tetangga atau famili yang lebih memerlukan uang itu. Tapi, jika ini hanya keinginan saja, maka lebih baik uang itu digunakan untuk yang sekiranya lebih penting (tidak mutlak harus Qur'ban).

Terima kasih Ustadzt.

Wassalamu 'alaikum Wr. Wb

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Niat dan keinginan hampir mirip, meski masih tetap berbeda. Sedangkan nadzar sangat jauh berbeda dengan keinginan.

Di dalam fiqih, niat itu dtitetapkan di dalam hati sesaat sebelum sebuah ibadah ritual dimulai. Misalnya, sebelum kita mengucapkan Allahuakbar di awal shalat, kita memasang niat di dalam hati bahwa kita ini sedang akan melakukan shalat tertentu, dengan jumlah rakaat tertentu, dengan hukum tertentu dan pada waktu tertentu.

Sehingga ada sebagian ulama yang melafadzkan niat, seperti: Ushalli fardhal maghribi tsalatsa rakaatin mustaqbilal qiblati adaan makmuman lillahi ta'ala (Aku sengaja niat shalat Maghrib fardhu tiga rakaat menghadap kiblat pada waktunya sebagai makmum karena Allah ta''ala). Tentu saja hukumnya khilaf.

Akan tetapi dari adanya lafadz ini tergambar perbedaan yang sangat nyata antara niat dengan keinginan. Niat itu cenderung sebuah program yang sudah jadi tinggal dieksekusi, tinggal klik enter saja. Semua sudah didefinisikan.

Sedangkan keinginan lebih merupakan angan-angan atau program jangka panjang, yang belum didefinisikan. Misalnya, saat kebetulan lewat masjid dan sudah masuk waktu Ashar. Lalu terbersit keinginan untuk melakukan shalat Ashar di masjid itu. Itu namanya keinginan, belum lagi sampai niat. Karena belum didefinisikan, apakah sebagai imam atau makmum dan sebagainya.

Nadzar

Nadzar bukan sekedar keinginan atau niat, tetapi sebuah janji hutang kepada Allah untuk melakukan suatu bentuk ibadah sunnah tertentu, dengan syarat apabila dia mendapatkan apa yang diinginkan dari Allah SWT,

Misalnya, seseorang berjanji kepada Allah SWT untuk menyembelih kurban apabila Allah SWT memberinya seorang anak. Ini adalah syarat. Kalau Allah SWT memberi anak, maka dia wajib melaksanakan janjinya itu. Sebaliknya kalau Allah tidak memberi anak, maka menyembelih kurban tidak wajib.

Nadzar tidak bisa diterapkan pada ibadah yang dasarnya sudah wajib. Tidak ada cerita kalau diterima jadi pegawai negeri, maka saya akan shalat lima waktu. Sebab shalat lima waktu memang wajib hukumnya, diterima jadi pegawai negeri atau tidak diterima, hukumnya tetap wajib.

Nadzar hanya berlaku untuk bentuk ibadah sunnah saja. Seperti shalat sunnah, puasa sunnah, haji sunnah, infaq sunnah atau dzikir sunnah.

Nadzar juga hanya berlaku dalam bentuk perbuatan yang bernilai ibadah dan taqqarrub kepada Allah SWT. Kalau ada orang mau menggunduli rambutnya bila kesebelasan sepak bola idamannya menang, namanya bukan nadzar. Karena menggunduli kepala bukan ibadah, tidak ada nilai taqarrubnya kepada Allah.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Shalat Dhuha' dan Mengikuti Taklim Saat Jam Kerja
10 December 2007, 11:34 | Kontemporer | 7.421 views
Bantuan untuk Perjuangan Palestina
10 December 2007, 11:09 | Umum | 4.189 views
Tingkatan Ulama Ahli Syariah
10 December 2007, 00:12 | Hadits | 6.536 views
Membacakan Al-Qur'an 30 Juz untuk Almarhum Selama 7 Hari
9 December 2007, 01:23 | Quran | 7.707 views
Bom Syahid Membunuh Wanita dan Anak-Anak?
7 December 2007, 23:14 | Umum | 4.655 views
Kenapa Mencium Hajar Aswad?
7 December 2007, 22:32 | Haji | 5.634 views
Hukum Makan Kepiting
7 December 2007, 12:03 | Kuliner | 7.271 views
Bolehkah Kita Menjual Kulit Hewan Qurban
6 December 2007, 11:06 | Qurban Aqiqah | 5.250 views
Apakah Dalam Quran Ada Bahasa Serapan Asing?
6 December 2007, 07:50 | Quran | 5.162 views
Bagaimana Hukum 'Latihan Berqurban' di Sekolah
5 December 2007, 23:26 | Qurban Aqiqah | 5.151 views
Bagaimana Batasan Bergaul dengan Mahram yang Tidak Abadi?
5 December 2007, 08:55 | Kontemporer | 5.865 views
Benarkah Agama Merupakan Produk Kebudayaan?
5 December 2007, 03:45 | Aqidah | 5.121 views
Hakekat Ibadah Qurban
5 December 2007, 02:31 | Qurban Aqiqah | 5.327 views
Menghadapi Orientalis
4 December 2007, 00:25 | Aqidah | 5.200 views
Hukum Memakai Lotion Anti Nyamuk
3 December 2007, 23:21 | Kontemporer | 5.298 views
Belum Meninggal Anak Sudah Menuntut Warisan
2 December 2007, 00:12 | Mawaris | 5.599 views
Muhammadiyah dan Bukan Muhammadiyah
30 November 2007, 13:29 | Kontemporer | 5.865 views
Kuburan Ditembok Seperti Makam Abu Ayyub Al-Anshari, Bolehkah?
29 November 2007, 08:46 | Aqidah | 6.990 views
Wudhu Tanpa Melepas Sepatu
28 November 2007, 01:29 | Thaharah | 6.487 views
Arisan untuk Naik Haji
28 November 2007, 00:54 | Haji | 4.939 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 33,861,414 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

25-5-2018 :
Subuh 04:35 | Zhuhur 11:51 | Ashar 15:13 | Maghrib 17:47 | Isya 18:59 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img