Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Bisakah Kita Bertaubat Nanti Pada Kehidupan Alam Kubur? | rumahfiqih.com

Bisakah Kita Bertaubat Nanti Pada Kehidupan Alam Kubur?

Wed 19 December 2007 00:11 | Aqidah | 5.813 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalamualikum wr wb

Pak Ustad, tadi saya baca artikel tentang alam kubur. Dari artikel tersebut, saya berfikir dalam alam kurbur kan ada kehidupan lagi.

Pertanyaannya, kehidupan yang mana yang akan dihisab untuk menentukan seseorang masuk neraka atau surga, karena kalau di alam kubur ada kehidupan lagi berarti kita masih dikasih kempatan untuk bertobat dan beribadah kepada Allah lagi

Terimakasih

wassalamualaikum wr wb

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Kehidupan di alam kubur memang ada, namun bukan kehidupan seperti di dunia ini. Kehidupan di alam kubur bukan kehidupan untuk mendulang pahala atau mendapatkan dosa.

Urusan pahala dan dosa sudah selesai ketika seseorang meninggalkan dunia ini masuk ke kehidupan berikutnya yang disebut dengan alam kubur.

Kalau di alam kubur masih ada kesempatan untuk taubat dan menjadi hamba yang beriman, maka pastilah tidak akan ada penghuni neraka. Sebab di alam kubur orang-orang sudah diperlihatkan kenikmatan surga dan kepedihan siksa neraka. Jadi mereka pasti akan taubat dan jadi orang beriman lalu semua masuk surga.

There is no second change, tidak ada kesempatan kedua. Kesempatan satu-satunya hanya alam dunia ini saja. Setelah ajal (the limit) sudah tiba, maka tidak ada lagi reingkarnasi, kembali ke dunia atau kesempatan taubat di alam kubur.

Bahkan alam kubur sebenarnya sudah menjadi bagian alam akhirat, sebab siksa dan kenikmatan hasil dari prestasi kehidupan di dunia sudah mulai bisa dirasakan di sana. Walaupun belum ada pengadilan, hisab, mizan dan seterusnya. Para ulama mengatakan bahwa siksa kubur itu saja sudah sangat pedih, apalagi nanti neraka betulannya.

Kunci Sukses Hidup di Alam Kubur

Prestasi iman dan ibadah kita di dunia ini adalah kunci sukseskehidupan kita di alam kubur nanti. Kalau kita sudah meninggal, maka habislah kesempatan kita untuk taat kepadanya, habis pula pahala yang akankita terima.

Kecuali ada jenis amal tertentu yang bisa tetap terus mengalirkan pahala, meski kita sudah di alam kubur dan amal itu sendiri sudah terputus. Misalnya, sedekah jariyah (waqaf), ilmu yang bermanfaatatau anak shalih yang mendoakan.

Atau ada doa dan permohonan ampunan dari saudara-saudara kita yang muslim, di mana memang Rasulullah SAW mensyariatkan agar kita yang masih hidup ini tidak lupa memintakan permohonan ampun buat saudara kita yang telah wafat serta mendoakan mereka.Misalnya dalam doa, shalat jenazah dan salam kepada ahli kubur saat kita berziarah ke makam.

Bukan hanya dengan doa, tetapi ibadah maliyahpun bisa berpahala dan sampai kepada mereka yang berada di alam kubur.Bahkan sebagian ulama malah mengatakan semua jenis ibadah, tidak hanya yang berupa harta, pahalanya bisa disampaikan kepada ahli kubur. Termasuk pahala bacaan Al-Quran. Silahkan baca kajian tentang ini pada konsultasi sebelumnya.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Yesus Hanya Perantara Doa Nasrani?
18 December 2007, 23:37 | Aqidah | 5.886 views
Menyerang Sistem Komputer Israel
18 December 2007, 01:49 | Negara | 4.803 views
Pendapat Tentang Hari Raya 'Ied
18 December 2007, 01:48 | Kontemporer | 4.867 views
Beda Pengertian Nabiyin dan Anbiya
16 December 2007, 23:12 | Aqidah | 5.708 views
Bagaimana Membedakan Antara Perbedaan Mazhab dengan Aliran Sesat?
16 December 2007, 11:16 | Aqidah | 6.443 views
Sholat Iedul Adha Mana yang Harus Diikuti
14 December 2007, 03:39 | Kontemporer | 5.684 views
Mendakwahi Suku Primitif
13 December 2007, 23:11 | Dakwah | 5.900 views
Talak Tiga Sekaligus dan Tanpa Saksi
13 December 2007, 00:06 | Nikah | 6.628 views
Makanan Parcel Natal Apakah Halal?
12 December 2007, 01:36 | Kuliner | 5.054 views
Film FTV Natal Kristenisasi
12 December 2007, 00:56 | Aqidah | 5.448 views
Beda Antara Keinginan, Niat dan Nadzar
11 December 2007, 11:36 | Kontemporer | 8.574 views
Shalat Dhuha' dan Mengikuti Taklim Saat Jam Kerja
10 December 2007, 11:34 | Kontemporer | 7.817 views
Bantuan untuk Perjuangan Palestina
10 December 2007, 11:09 | Umum | 4.303 views
Tingkatan Ulama Ahli Syariah
10 December 2007, 00:12 | Hadits | 6.978 views
Membacakan Al-Qur'an 30 Juz untuk Almarhum Selama 7 Hari
9 December 2007, 01:23 | Quran | 8.321 views
Bom Syahid Membunuh Wanita dan Anak-Anak?
7 December 2007, 23:14 | Umum | 4.811 views
Kenapa Mencium Hajar Aswad?
7 December 2007, 22:32 | Haji | 5.808 views
Hukum Makan Kepiting
7 December 2007, 12:03 | Kuliner | 7.782 views
Bolehkah Kita Menjual Kulit Hewan Qurban
6 December 2007, 11:06 | Qurban Aqiqah | 5.667 views
Apakah Dalam Quran Ada Bahasa Serapan Asing?
6 December 2007, 07:50 | Quran | 5.392 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 36,356,224 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

21-9-2019
Subuh 04:27 | Zhuhur 11:47 | Ashar 14:59 | Maghrib 17:52 | Isya 19:00 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img