Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Salah Satu Rukun Islam Tidak Terlaksana, Masihkah Sah KeIslaman Kita? | rumahfiqih.com

Salah Satu Rukun Islam Tidak Terlaksana, Masihkah Sah KeIslaman Kita?

Sat 22 December 2007 23:02 | Umum | 7.557 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalamu'alaikum Warrohmatullohi wabarokatuh

Bapak Ustadz saya mohon pencerahannya mengenai rukun. Yang saya tahu rukun berarti pokok-pokok yang harus dan wajib dilalui/dilaksanakan untuk mendapatkan syahnya suatu perkara.

Misalnya rukun wudlu, rukun sholat, rukun haji dan lain-lain. Bilamana salah satu rukun tersebut tidak terlaksana berarti hajat tersebut tidak syah.

Yang saya tanyakan bagaimana mengenai rukun Islam, karena kebanyakan umat Islam khususnya yang tidak mampu, tidak melaksanakan rukun Islam yang kelima yaitu ibadah Haji. Apakah Islamnya tidak syah atau bagaimana?

Demikian, sebelumnya atas perhatian dan pencerahannya saya ucapkan banyak terima kasih.

Wassalamu'alaikum warohmatullohi wabarokatuh

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Seseorang sudah menjadi muslim cukup denganmenerima konsep dua kalimat syahadat saja. Dan setiap orang, besar kecil, tua muda, kaya miskin, laki perempuan, bisa dengan mudah mengucapkannya.

Memang benar bahwa rukun itu ibarat tiang penyangga pada suatu bangunan. Bila tiang itu tidak tegak, maka bangunan itu roboh. Akan tetapi pintu gerbang untuk masuk Islam adalah syahadatain, bukan rukun Islam.

Para ulama menyebutkan lima bentuk ibadah utama sebagai rukun Islam. Shahadat, shalat, puasa, zakat dan haji bila mampu. Dasarnya adalah hadits Jibril yang datang kepada Rasulullah SAW yang amat terkenal itu.

Dari lima rukun yang disebutkan itu, yang paling utama adalah yang pertama dan kedua, yaitu syahadat dan shalat. Sedangkan rukun puasa yang wajib dikerjakan di bulan Ramadhan, diberikan keringanan bagi orang tertentu. Misalnya bagi orang tua yang sudah tidak mampu, cukup diganti dengan membayar fidyah.

Demikian juga rukun yang keempat, yaitu zakat. Zakat hanya diberlakukan buat mereka yang punya harta cukup. Sedangkan yang tidak diberi keluasan harta, tidak diwajibkan membayar zakat, tetapi sebaliknya malah berhak menerima zakat.

Dan ibadah yang merupakan rukun nomor lima juga hanya dibebankan kepada orang yang mampu. Para ulama mengatakan bahwa isitlah mampu lebih luas dari istilah kaya. Artinya, tidak cukup sekedar kaya, tetapi termasuk juga sehat, kuat dan aman. Sehingga ibadah haji itu tidak diwajibkan apabila uangnya tidak ada, atau kesehatannya tidak mencukupi, atau keamanannya tidak memungkinkan.

Rukun Yang Masih Ada Keringanan

Islam adalah agama yang teramat manusiawi, penuh dengan keringanan dan kemudahan. Dan hal ini merupakan ciri agama samawi terakhir dan membedakannya dengan semua agama samawi lainnya.

Rupanya doa Rasulullah SAW untuk memberikan keringanan dalam agama Islam dan tidak dibebani dengan beragam ketentuan telah dikabulkan Allah.

Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri ma'aflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir. (QS. Al-Baqarah: 286)

Meski sudah ditetapkan rukunnya ada lima, namun tetap saja masih ada keringanan buat mereka yang tidak memenuhi syarat.

Seorang cukup bersyahadat di dalam hati saja, bila untuk mengumumkan terbuka keIslamannya dirasa berbahaya. Seorang muslim boleh menjama', mengqashar dan mengqadha' shalatnya dalam keadaan tertentu. Seorang muslim tidak wajib puasa kalau dia sakit atau tidak mampu. Seorang muslim tidak wajib berzakat kalau dia miskin. Seorang muslim tidak wajb pergi haji kalau dia tidak mampu.

Sedangkan syariat yang Alllah SWT turunkan untuk umat sebelum umat Muhammad SAW adalah syariat yang teramat berat dan menjadi beban buat mereka. Kalau Allah SWT sudah bilang wajib, maka tidak ada lagi keringanan. Mau sakit atau miskin, pokoknya begitu dibilang wajib, maka harus dikerjakan.

Sesuatu yang tidak pernah terjadi dalam agama Islam yang dibawa oleh Muhammad Rasulullah SAW. Bahkan kewajiban shalat yang asalnya 50 waktu, bisa diperingan sehingga hanya menjadi 5 waktu saja dengan nilai pahala tetap 50 waktu. Berarti agama Islam ini adalah agama yang penuh bonus besar.

Maka bila kita bukan orang yang punya harta cukup, tidak diberikan kesehatan, atau tidak ada keamanan untuk melakukan perjalanan haji, rukun Islam yang kelima itu pun tidak menjadi rukun sebagai subjektif buat diri kita. Rukun itu hanya berlaku buat mereka yang mampu, sebagaimana firman Allah SWT:

Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu bagi orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah (QS. Ali Imran: 97)

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Menghadapi Masalah Narkoba
22 December 2007, 08:22 | Kontemporer | 5.257 views
Mencela Agama Orang Lain
21 December 2007, 22:29 | Aqidah | 5.786 views
Tenda di Luar Batas Mina
21 December 2007, 21:58 | Haji | 5.313 views
Adilkah Melarang Pembangunan Gereja di Indonesia?
21 December 2007, 10:25 | Aqidah | 6.797 views
Apakah Ibu Tiri Mahram untuk Suami
19 December 2007, 11:44 | Nikah | 5.565 views
Bisakah Kita Bertaubat Nanti Pada Kehidupan Alam Kubur?
19 December 2007, 00:11 | Aqidah | 5.823 views
Yesus Hanya Perantara Doa Nasrani?
18 December 2007, 23:37 | Aqidah | 5.897 views
Menyerang Sistem Komputer Israel
18 December 2007, 01:49 | Negara | 4.812 views
Pendapat Tentang Hari Raya 'Ied
18 December 2007, 01:48 | Kontemporer | 4.872 views
Beda Pengertian Nabiyin dan Anbiya
16 December 2007, 23:12 | Aqidah | 5.723 views
Bagaimana Membedakan Antara Perbedaan Mazhab dengan Aliran Sesat?
16 December 2007, 11:16 | Aqidah | 6.453 views
Sholat Iedul Adha Mana yang Harus Diikuti
14 December 2007, 03:39 | Kontemporer | 5.689 views
Mendakwahi Suku Primitif
13 December 2007, 23:11 | Dakwah | 5.907 views
Talak Tiga Sekaligus dan Tanpa Saksi
13 December 2007, 00:06 | Nikah | 6.637 views
Makanan Parcel Natal Apakah Halal?
12 December 2007, 01:36 | Kuliner | 5.061 views
Film FTV Natal Kristenisasi
12 December 2007, 00:56 | Aqidah | 5.452 views
Beda Antara Keinginan, Niat dan Nadzar
11 December 2007, 11:36 | Kontemporer | 8.595 views
Shalat Dhuha' dan Mengikuti Taklim Saat Jam Kerja
10 December 2007, 11:34 | Kontemporer | 7.830 views
Bantuan untuk Perjuangan Palestina
10 December 2007, 11:09 | Umum | 4.307 views
Tingkatan Ulama Ahli Syariah
10 December 2007, 00:12 | Hadits | 6.989 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 36,439,586 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

24-9-2019
Subuh 04:26 | Zhuhur 11:46 | Ashar 14:56 | Maghrib 17:52 | Isya 18:59 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img