Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Mencela Agama Orang Lain | rumahfiqih.com

Mencela Agama Orang Lain

Fri 21 December 2007 22:29 | Aqidah | 5.968 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Apakah di dalam agama muslim diperbolehkan mencela agama orang lain, bukankah seharusnya saling menghargai tanpa mencari - cari kebenaran agama siapa yang paling benar

Jawaban :

Asssalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Islam adalah agama santun dan penuh adab. Di dalam Islam tidak dikenal istilah mencela, apalagi mencaci maki. Islam tidak membenarka apabila ada pemeluknya yang mencela dan mencaci maki pemeluk agama lain.

Bahkan Islam mengancam orang yang kerjanya mencela dan mengumpat dengan neraka Wail, sebagaimana Allah SWT berfirman:

Kecelakaanlah bagi setiap pengumpat lagi pencela (QS. Al-Humazah:1)

Dan kita pun dilarang memaki berhala-berhala yang disebah oleh orang kafir. Kita dibenarkan untuk memberikan penjelasan bahwa berhala itu tidak layak disembah. Dan bahwa benda yang tidak bisa bergerak, tidak makan tidak minum itu tidak pantas dijadikan sesembahan manusia.

Namun caranya bukan dengan memaki berhala-berhala itu, sebab para penyembah berhala akan sakit hati dan akan balas memaki Allah SWT. Itulah yang dilarang Al-Quran.

Dan janganlah kamu memaki sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan. Demikianlah Kami jadikan setiap umat menganggap baik pekerjaan mereka. Kemudian kepada Tuhan merekalah kembali mereka, lalu Dia memberitakan kepada mereka apa yang dahulu mereka kerjakan.(QS. Al-An'am: 108)

Diskusi Perbandingan Agama

Memang ada sebagian pemeluk agama yang terbiasa didoktrin dengan dogma-dogma oleh tokoh agama mereka, sehingga mereka sangat anti dengan diskusi masalah perbandingan agama. Bagi mereka, mau masuk akal atau tidak, pokoknya itulah dogma yang harus ditelan bulat-bulat.

Berbeda dengan agama Islam yang sangat terbuka dengan diskusi dan dialog antar agama. Semua bisa dijawab, baik dengan cara logika apalagi dengan dalil-dalil wahyu.

Dan namanya diskusi agama, tentu kita bicara tentang argumentasi yang mendasari kenapa kita memilih dan memeluk suatu agama. Kalau dibilang tidak boleh mencari-cari kebenaran, tentu kurang tepat. Justru diskusi itu bertujuan untuk mencari konsep yang benar tentang sebuah agama.

Tentu tidak sama antara berdiskusi tentang agama dengan mencela suatu agama. Sebagai muslim, kita diwajibkan menjelaskan kebenaran agama, sesuai dengan logika dan kebenaran yang turun dari Allah.

Kita tidak salah ketika melakukan studi komparasi titik kebenaran antara satu agama dengan agama lain. Bukan dalam rangka menjelekkan atau menghina, tetapi dalam rangka menjelaskan anatomi agama Islam. Sebab kita memang diwajibkan untuk menjelaskan seperti apakah Islam itu. Tapi kita tidak pernah diwajibkan untuk memastikan orang-orang untuk masuk Islam.

Maka tentu saja diskusi memberikan penjelasan tentang sistem ketuhanan dalam agama Islam adalah hal yang wajar, masuk akal, logis dan santun. Kita diwajibkan untuk mengenalkan konsep Islam kepada orang di luar Islam, tanpa diharuskan agar mereka masuk Islam.

Menjelaskan Disangka Mencela

Namun terkadang orang-orang kafir ada yang merasa terganggu ketika mereka dijelaskan tentang agama Islam. Entah karena takut orang-orang jadi masuk Islam atau karena pengaruh dengki atau boleh jadi argumentasi mereka memang lemah.

Lalu merekamenuduh orang yang mempresentasikan konsep ajaran Islam sebagai pencela agama mereka. Padahal yang dilakukan bukan pencelaan, melainkan diskusi yang logis dan masuk akal, berdasarkan fakta dan realita.

Akan tetapi karena mereka belum apa-apa sudah anti-pati duluan, akhirnya siapa pun yang menjelaskan konsep agama Islam denganaqidah yang lurus, pasti dikatakannya sebagai celaan terhadap agama atau berhala mereka.

Di dalam Al-Quran, hal seperti itu memang disebutkan:

Dan apabila orang-orang kafir itu melihat kamu, mereka hanya membuat kamu menjadi olok-olok., "Apakah ini orang yang mencela tuhan-tuhan-mu?", padahal mereka adaIah orang-orang yang ingkar mengingat Allah Yang Maha Pemurah.(QS. Al-Anbiya': 36)

Bahkan dahulu saat nabi Ibrahim alaihissalam berdakwah dan menjelaskan tentang konsep agama tauhid serta yang tidak menyembah patung, beliau malah dituduh mencela berhala.

Mereka berkata, "Kami dengar ada seorang pemuda yang mencela berhala-berhala ini yang bernama Ibrahim ."(QS. Al-Anbiya': 60)

Jadi kasus di mana bicara tentang sesuatu yang ilmiyah, logis dan masuk akal tentang konsep agama Islam, lalu orang kafir sakit hati dan menuduh kita mencela agama mereka, bukan cerita yang baru. Cerita seperti itu sudah lama ada sejak zaman dahulu.

Kita tidak mencaci tidak memaki, tetapi dituduh demikian. Maka kita perlu klarifikasi dengan cara yang baik. Sebab dalam Islam memang diharamkan mencaci maki, termasuk mencaci maki suatu agama.

Dalam berdakwah untuk mengajak ke jalan yang benar, kita hanya bertugas menjelaskan kebenaran. Tidak ada celaan, makian, hinaan apalagi paksaan.

Tidak ada paksaan untuk agama; sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. (QS. Al-Baqarah: 256)

Wallahu a'lam bishshawab, wasssalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Ahmad Sarwat, Lc

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Tenda di Luar Batas Mina
21 December 2007, 21:58 | Haji | 5.446 views
Adilkah Melarang Pembangunan Gereja di Indonesia?
21 December 2007, 10:25 | Aqidah | 7.019 views
Apakah Ibu Tiri Mahram untuk Suami
19 December 2007, 11:44 | Nikah | 5.778 views
Bisakah Kita Bertaubat Nanti Pada Kehidupan Alam Kubur?
19 December 2007, 00:11 | Aqidah | 6.001 views
Yesus Hanya Perantara Doa Nasrani?
18 December 2007, 23:37 | Aqidah | 6.077 views
Menyerang Sistem Komputer Israel
18 December 2007, 01:49 | Negara | 4.946 views
Pendapat Tentang Hari Raya 'Ied
18 December 2007, 01:48 | Kontemporer | 5.024 views
Beda Pengertian Nabiyin dan Anbiya
16 December 2007, 23:12 | Aqidah | 6.070 views
Bagaimana Membedakan Antara Perbedaan Mazhab dengan Aliran Sesat?
16 December 2007, 11:16 | Aqidah | 7.005 views
Sholat Iedul Adha Mana yang Harus Diikuti
14 December 2007, 03:39 | Kontemporer | 5.827 views
Mendakwahi Suku Primitif
13 December 2007, 23:11 | Dakwah | 6.202 views
Talak Tiga Sekaligus dan Tanpa Saksi
13 December 2007, 00:06 | Nikah | 6.917 views
Makanan Parcel Natal Apakah Halal?
12 December 2007, 01:36 | Kuliner | 5.182 views
Film FTV Natal Kristenisasi
12 December 2007, 00:56 | Aqidah | 5.560 views
Beda Antara Keinginan, Niat dan Nadzar
11 December 2007, 11:36 | Kontemporer | 8.997 views
Shalat Dhuha' dan Mengikuti Taklim Saat Jam Kerja
10 December 2007, 11:34 | Kontemporer | 8.114 views
Bantuan untuk Perjuangan Palestina
10 December 2007, 11:09 | Umum | 4.409 views
Tingkatan Ulama Ahli Syariah
10 December 2007, 00:12 | Hadits | 7.368 views
Membacakan Al-Qur'an 30 Juz untuk Almarhum Selama 7 Hari
9 December 2007, 01:23 | Quran | 9.070 views
Bom Syahid Membunuh Wanita dan Anak-Anak?
7 December 2007, 23:14 | Umum | 4.936 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 39,289,376 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

11-12-2019
Subuh 04:08 | Zhuhur 11:47 | Ashar 15:14 | Maghrib 18:04 | Isya 19:18 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img