Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Amanah Itu Hadir di 666 | rumahfiqih.com

Amanah Itu Hadir di 666

Tue 25 December 2007 02:42 | Aqidah | 5.917 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalamu'alaikum

Ustadz, kami diberi amanah seorang anak yang luar biasa. Kebetulan anak kami lahir di tanggal 6, bulan 6, tahun 2006. Saya sangat kuatir apabila kelak dia sudah mulai besar, angka tersebut akan menjadi masalah untuknya (baik cemooh, ejekan, fitnah, dan sebagainya), karena dari artikel (bahkan di eramulim) yang sering saya baca bahwa 666 adalah angka setan. Bagaimana Ustadz?

Wassalamu'alaikum

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Anda tidak perlu khawatir dengan kepercayaan syirik macam itu. Buat muslim, tidak ada kamusnya kita percaya kepada angka-angka. Baik angka 666 atau pun angka 13 yang katanya angka setan atau angka sial.

Bentuk kepercayaan itu hanya ada di dalam masyarakat musyrik yang tidak bertauhid, tidak percaya kepada Allah dan ingkar kepada ajaran Rasulullah SAW, bahkan bukan termasuk ciri masyarakat muslim yang maju dan beradab.

Orang yahudi, nasrani atau pun pemeluk agama ardhi lainnya terkadang mudah dipengaruhi oleh berbagai macam mistik rendahan ala para penyembah berhala.

Kalau pun Eramuslim bicara tentang angka 666, bukan berarti kita harus percaya. Justru kita ingin agar umat Islam paham ternyata orang-orang kafir percaya kepada hal-hal begituan, bukan sebaliknya kita malah ikut-ikutan percaya dengan syirik angka seperti itu. Atau malah itu mempopulerkannya.

Kalau kebetulan anak anda lahir pada tanggal 6 bulan 6 dan tahun 2006, jangan mau ditakut-takuti oleh syetan dengan angka hari kelahiran. Dan anda sendiri tidak perlu menghubung-hubungkan nasib seseorang dengan hari kelahirannya.

Karena pada hakikatnya, sama sekali tidak ada hari buruk dalam pandangan akidah Islam. Semua hari adalah hari baik, semua bulan adalah bulan baik dan semua tahun adalah tahun baik.

Hari buruk adalah hari di mana kita tidak beriman kepada Allah, bulan di mana kita maksiat kepadanya dan tahun di mana kita ingkar kepada nabi-Nya. Yang buruk bukan hari, bulan atau tanggalnya, yang buruk adalah perilaku kita sendiri.

Jadi rawatlah bayi anda sesuai dengan ritual Islam, pada hari ketujuh sembelihkan kambing aqiqah. Beri nama yang baik. Dan bersedekahlah dengan perak seberat timbangan rambutnya di hari ketujuh itu.

Pastikan bahwa anak anda pandai membaca Al-Quran dan bisa berbahasa arab fasih. Itu modal awal kebangkitan kita sebagai muslim. Jangan mimpi umat Islam bisa bangkit kalau baca Quran tidak becus dan bahasa arab tidak paham.

Kalau banyak orang tua ribut mencari les bahasa Inggris buat anaknya, maka anda perlu khawatir kalau anak anda masih belum bisa bahasa Arab, bahasa di mana Allah SWT berbicara kepada manusia, bahasa yang digunakan oleh nabi yang kita cintai itu untuk menyampaikan risalah dari langit, bahasa yang digunakan oleh para ulama untuk menyebarkan ajaran Islam.

Bagaimana?

Masih mau percaya dengan angka syirik begituan, ataukah anda mulai sibuk mencarikan guru AL-Quran dan bahasa Arab untuk anak anda? Masih mau geger dengan mistik nenek moyang yang tidak jelas ujung pangkalnya, atau mau kerja nyata mendidik generasi rabbani?

Semua kembali kepada mentalitas kita sendiri pada akhirnya.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Shalat 'Iedul Adha di Hari yang Tidak Kita Yakini, Bolehkah?
22 December 2007, 23:44 | Shalat | 5.257 views
Salah Satu Rukun Islam Tidak Terlaksana, Masihkah Sah KeIslaman Kita?
22 December 2007, 23:02 | Umum | 6.950 views
Menghadapi Masalah Narkoba
22 December 2007, 08:22 | Kontemporer | 5.177 views
Mencela Agama Orang Lain
21 December 2007, 22:29 | Aqidah | 5.683 views
Tenda di Luar Batas Mina
21 December 2007, 21:58 | Haji | 5.190 views
Adilkah Melarang Pembangunan Gereja di Indonesia?
21 December 2007, 10:25 | Aqidah | 6.609 views
Apakah Ibu Tiri Mahram untuk Suami
19 December 2007, 11:44 | Nikah | 5.440 views
Bisakah Kita Bertaubat Nanti Pada Kehidupan Alam Kubur?
19 December 2007, 00:11 | Aqidah | 5.713 views
Yesus Hanya Perantara Doa Nasrani?
18 December 2007, 23:37 | Aqidah | 5.783 views
Menyerang Sistem Komputer Israel
18 December 2007, 01:49 | Negara | 4.729 views
Pendapat Tentang Hari Raya 'Ied
18 December 2007, 01:48 | Kontemporer | 4.771 views
Beda Pengertian Nabiyin dan Anbiya
16 December 2007, 23:12 | Aqidah | 5.572 views
Bagaimana Membedakan Antara Perbedaan Mazhab dengan Aliran Sesat?
16 December 2007, 11:16 | Aqidah | 6.291 views
Sholat Iedul Adha Mana yang Harus Diikuti
14 December 2007, 03:39 | Kontemporer | 5.566 views
Mendakwahi Suku Primitif
13 December 2007, 23:11 | Dakwah | 5.808 views
Talak Tiga Sekaligus dan Tanpa Saksi
13 December 2007, 00:06 | Nikah | 6.406 views
Makanan Parcel Natal Apakah Halal?
12 December 2007, 01:36 | Kuliner | 4.985 views
Film FTV Natal Kristenisasi
12 December 2007, 00:56 | Aqidah | 5.386 views
Beda Antara Keinginan, Niat dan Nadzar
11 December 2007, 11:36 | Kontemporer | 8.058 views
Shalat Dhuha' dan Mengikuti Taklim Saat Jam Kerja
10 December 2007, 11:34 | Kontemporer | 7.639 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 35,143,708 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

24-7-2019
Subuh 04:45 | Zhuhur 12:01 | Ashar 15:23 | Maghrib 17:57 | Isya 19:08 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img