Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Wali Songo, Apakah Memang Ada atau Hanya Khayalan? | rumahfiqih.com

Wali Songo, Apakah Memang Ada atau Hanya Khayalan?

Thu 27 December 2007 23:14 | Umum | 10.545 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalamu 'alaikum Wr. Wb.

Ustadzt, menurut ustadzt, apakah Wali Songo yang selama ini dikenal orang Indonesia sebagai Orang-orang yang punya jasa besar dalam menyebarkan Agama Islam memang benar-benar ada, atau hanya tokoh khayalan saja? Sepintas, sepertinya Ustadz tidak yakin jika Wali Songo memang benar-benar ada (Maaf jika saya salah sangka).

Jika memang benar-benar ada, salahkah kita menghargai jasa-jasa Wali Songo tersebut?

Jika memang ada, dengan Izin Allah, apakah kemampuan yang dimiliki oleh Wali Songo itu tidak mungkin terjadi? Bukankah, dengan Allah telah memberikan contoh, dengan seizinnya, banyak orang yang bisa melakukab sesuatu yang tidak dapat dilakukan oleh kebanyakan orang.

Bagaimana kita mensikapi atau menghargai para penyebar agama Islam ke Indonesia, sehingga Islam menjadi mayoritas di Indonesia?

Terima kasih Ustadzt

Wassalamu 'alaikum Wr. Wb

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Para tokoh penyebar agama Islam yang sering disebut-sebut sebagai Wali Songo memang ada dan merupakan bagian dari sejarah Islam Indonesia. Mereka tokoh nyata bukan tokoh hayalan.

Yang merupakan hayalan adalah pembunuhan karakter mereka. Entah siapa yang memulainya, yang jelas sosok para penyebar agama Islam yang baik itu tiba-tiba berubah menjadi tokoh dunia persilatan dengan beragam ilmu kedigjayaan.

Sebagai tokoh penyebar agama Islam, tentu sangat tidak layak untuk digambarkan bagai tokoh dagelan sakti mandraguna. Kita bukan bangga dengan penggambaran yang keliru itu, tetapi kita malah bersedih hati. Kami cenderung berpendapat bahwa rekaan-rekaan seperti ini justru merupakan pembunuhan karakter para tokoh yang sudah berjasa menyebarkan agama.

Salah satu asumsi mengapa ada pembunuhan karakter seperti ini adalah bersumber dari kalangan yang melakukan perlawanan atas usaha Islamisasi yang dilaksanakan oleh para wali songo sendiri. Perlawanan itu memang tidak dengan cara terbuka, perlawanan itu dilakukandengan cara-cara tersembunyi, liciknamun amat nyata.

Kira-kira mirip dengan konspirasi yang dilakukan oleh munafiqin Madinah saat Rasulullah SAW mengIslamkan kota itu. Mereka berpura-pura masuk Islam, tetapi kemudian melakukan perlawanan di dalam selimut.

Yang dilakukan oleh pihak-pihak yang melawan proses Islamisasi di tanah Jawa bukan angkat senjata, melainkan masuk Islam tetapi kemudian melakukan berbagai pembusukan dan pencorengan aqidah dari dalam. Selain bermunculanya aliran tarekat kejawen yang sesat, mereka berhasil mencoreng sejarah para penyebar agama Islam (Walisongo) dengan membuat seburuk-buruk cerita bohong tentang mereka.

Ada wali yangdikatakan bisa menunjuk pohon lontar berubah menjadi emas, ada tokoh wali yang diceritakan duduk melakukan tapa bertahun-tahun di pinggir kali, ada wali yang dibilang bisa berjalan di atas air, bisa terbang, bisa menghilang bahkan ada yang immortal (hidup abadi) dan macam-macam dongeng sampah lainnnya.

Haram bagi umat Islam menerima cerita khurafat seperti itu. Apalagi dikaitkan dengan ulama para penyebar agama Islam. Kita punya kewajiban untuk membersihkan sejarah Islam di negeri ini dari dongeng yang sebenarnya bertujuan buruk. Seharusnya kita tidak bangga tetapi kita harus prihatin dengan cerita yang sudah jadi dongeng rakyat.

Karamah Para Wali

Kita tidak mengingkari adanya karamah, akan tetapi karamah itu sangat berbeda dengan mukjizat para nabi. Kalau mukjizat itu memang sengaja Allah tunjukkan kepada orang untuk membuktikan kenabian atau untuk menantang orang-orang kafir, maka karamah bersifat sebaliknya.

Karamah tidak ditonjol-tonjolkan bahkan cenderung dirahasiakan. Karamah mungkin saja terjadi pada diri siapa saja yang Allah SWT ingin bantu. Bahkan sangat mungkin terjadi pada diri kita sebagai manusia biasa.

Jadi karamah itu tidak bisa dipamerkan, karena karamah merupakan pemberian spontan yang terjadi secara spotan juga. Karamah tidak dimiliki tetapi diberikan sesekali. Karamah tidak identik dengan tokooh atau orang tertentu. Karamah milik siapa saja dari hamba Allah yang Allah ingin berikan.

Sosok Wali

Salah satu kekeliruan fatal yang berkembang di tengah masyarakat adalah istilah 'wali'. Ada dua makna wali, yang pertama orang yang dicintai Allah, dan yang kedua adalah pemimpin.

Wali Songo sebenarnya lebih tepat menggunakan makna istilah kedua, yaitu wali dalam arti pemimpin. Karena kenyataannya mereka memang pemimpin dalam arti menjadi pejabat pemerintahan suatu negara. Konon ada sembilan wilayah negara yang telah dibentuk pada abad ke-13 itu. Dan mereka adalah pemimpin atau sebagai Gubernur dari kesembilan wilayah itu.

Meski ada juga juga pengamat yang mengatakan bahwa angka sembilan itu bukan mewakili jumlah propinsi atau negara Federasi, tetapi merupakan angka yang menunjukkan jumlah yang banyak.

Jadi sebutan Wali Songo itu bukan wali dalam arti sebagai tokoh sakti mandraguna, melainkan sebutan untuk tokoh pejabat pada pemerintahan Islam yang berkuasa di abad 13 di tanah Jawa. Dan yang menarik, selain menjabat sebagai pemimpin negara, mereka juga berprofesi sebagai ulama dan penyebar agama Islam.

Penghargaan kepada Wali Songo

Kalau ada bentuk penghargaan yang bisa kita berikan kepada orang-orang yang pernah berjasa menyebarkan agama Islam di tanah Jawa seperti para Wali Songo, maka bentuknya adalah pembersihan sejarah mereka dari unsur khurafat dan tahayul.

Penghargaan kita berbentuk penulisan ulang sejarah mereka. Agar sosok mereka bisa dilihat dari sudut pandang yang bersih dari dongeng yang disuntikkan oleh musuh-musuh agama.

Penghargaan kita adalah mengajarkan sejarah mereka dengan benar, baik lewat buku maupun kurikulum pendidikan di sekolah formal. Setidaknya, ketika kita sudah berhasil membangun berbagai lembaga pendidikan formal semacam SDIT dan SMPIT, maka wajib hukumnya untuk mengajarkan sejarah Islam di dalam kurikulumnya, namun dengan revisi total sejarah yang sudah steril dari unsur khurafat.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Imam 4 Madhzab Apakah Setingkat Wali?
27 December 2007, 15:17 | Ushul Fiqih | 6.323 views
Benarkah Usia Umat Islam Hanya 1500 Tahun
25 December 2007, 23:44 | Hadits | 19.606 views
Amanah Itu Hadir di 666
25 December 2007, 02:42 | Aqidah | 6.167 views
Shalat 'Iedul Adha di Hari yang Tidak Kita Yakini, Bolehkah?
22 December 2007, 23:44 | Shalat | 5.512 views
Salah Satu Rukun Islam Tidak Terlaksana, Masihkah Sah KeIslaman Kita?
22 December 2007, 23:02 | Umum | 8.970 views
Menghadapi Masalah Narkoba
22 December 2007, 08:22 | Kontemporer | 5.383 views
Mencela Agama Orang Lain
21 December 2007, 22:29 | Aqidah | 5.921 views
Tenda di Luar Batas Mina
21 December 2007, 21:58 | Haji | 5.404 views
Adilkah Melarang Pembangunan Gereja di Indonesia?
21 December 2007, 10:25 | Aqidah | 6.959 views
Apakah Ibu Tiri Mahram untuk Suami
19 December 2007, 11:44 | Nikah | 5.717 views
Bisakah Kita Bertaubat Nanti Pada Kehidupan Alam Kubur?
19 December 2007, 00:11 | Aqidah | 5.946 views
Yesus Hanya Perantara Doa Nasrani?
18 December 2007, 23:37 | Aqidah | 6.027 views
Menyerang Sistem Komputer Israel
18 December 2007, 01:49 | Negara | 4.904 views
Pendapat Tentang Hari Raya 'Ied
18 December 2007, 01:48 | Kontemporer | 4.996 views
Beda Pengertian Nabiyin dan Anbiya
16 December 2007, 23:12 | Aqidah | 5.927 views
Bagaimana Membedakan Antara Perbedaan Mazhab dengan Aliran Sesat?
16 December 2007, 11:16 | Aqidah | 6.829 views
Sholat Iedul Adha Mana yang Harus Diikuti
14 December 2007, 03:39 | Kontemporer | 5.792 views
Mendakwahi Suku Primitif
13 December 2007, 23:11 | Dakwah | 6.128 views
Talak Tiga Sekaligus dan Tanpa Saksi
13 December 2007, 00:06 | Nikah | 6.840 views
Makanan Parcel Natal Apakah Halal?
12 December 2007, 01:36 | Kuliner | 5.147 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 38,428,546 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

19-11-2019
Subuh 04:04 | Zhuhur 11:40 | Ashar 15:03 | Maghrib 17:54 | Isya 19:06 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img