Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Pelajaran dari Perjalanan Nabi Musa dan Khidir | rumahfiqih.com

Pelajaran dari Perjalanan Nabi Musa dan Khidir

Sun 30 December 2007 22:13 | Umum | 5.628 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalamu 'alaikum. Wr. Wb.

Ustadzt, Selama ini kebanyakan dari kita mengambil hikmah/pelajaran dari perjalanan Nabi Musa dan Khidir dari sisi Nabi Khidir. Artinya, Dengan seizin Allah, Nabi Khidir mengetahui apa-apa yang akan terjadi di masa yang akan datang, sehingga Nabi khidir melakukan sesuatu yang diluar dugaan (misalnya, membunuh seorang bayi, melubangi perahu, dll) sehingga Nabi Musa melanggar perjanjian sebelumnya, yaitu tidak mempertanyakan apa yang dilakukan oleh Nabi Khidir. Nabi Musa, boleh dikatkan gagal.

Namun, saya punya pemikiran, jika dilihat dari sisi Nabi Musa, apa yang dilakukan oleh Nabi Musa (mempertanyakan hal-hal yang di luar rasio/akal manusia) adalah benar. Nabi Musa mengajarkan kepada kita, untuk mempertanyakan segala sesuatu yang dilakukan orang lain (meskipun itu gurunya sendiri) hal-hal yang diluar pemikiran manusia. Nabi Musa adalah Nabi dan Rasul, sehingga Beliau wajib memberi contoh kepada Umat manusia apa yang seharusnya dilakukan.

Yang jelas, apa jadinya jika ada seseorang tiba-tiba membunuh seorang anak kecil kemudian dia berdalih yang dia lakukan meniru seperti apa yang dilakukan oleh nabi Khidir. Sekarangpun, Amerika bersiap menghancurkan Iran dengan dalih Proyek Nuklir di Iran besoknya akan dibuat Bom.

Bagaimana pendapat Ustadzt. Pelajaran apa yang bisa kita peroleh dari perjalanan Nabi Musa dan Khidir.

Terima kasih Ustadzt.

Wassalam Wr. Wb

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Sebenarnya ayat Quran yang mengisahkan pertemuan Nabi Musa dengan salah satu hamba Allah itu punya sebab turun (asbabun nuzul). Dari asbabun nuzul itulah barangkali kita bisa mengambil pelajaran.

Sebagaimana kita ketahui, bahwa salah satu motivasi yahudi tidak mau beriman kepada Rasulullah SAW adalah karena mereka mengklaim bahwa mereka lebih mulia dari Muhammad SAW. Sebab ras mereka punya banyak nabi dan rasul. Bahkan mereka mengklaim bahwa mereka adalah bangsa Allah yang terpilih (sya'bullahil mukhtar).

Mereka mengaku paling banyak memiliki kitab yang turun dari langit. Mereka juga mengaku paling banyak punya nabi. Dan mereka mengaku paling mengerti sejarah para nabi, terutama Nabi Musa.

Klaim orang yahudi inilah yang ingin diruntuhkan oleh Allah SWT. Kalau mereka mengaku sebagai orang yang paling tahu dengan kisah para nabi, maka Allah menantang mereka, tahukah mereka tentang sepenggal kisah Nabi Musa 'alaihissalam yang satu ini? Punyakah mereka kisah di mana Musa bukan sebagai orang yang paling berilmu, sebaliknya Musa digambarkan sebagai orang yang perlu belajar lagi kepada orang yang lebih tinggi ilmunya.

Tentu saja orang-orang yahudi kaget, karena seumur-umur mereka belum pernah mendengar kisah Musa bertemu dengan hamba Allah yang lebih tinggi ilmunya dan hidup di zaman Musa. Selama ini yang mereka tahu, orang paling besar di zaman nabi Musa adalah nabi Musa sendiri. Ternyata mereka keliru besar. Maka di dalam surat Al-Kahfi diceritakan secara lengkap kisah Musa yang belum pernah mereka dengar sebelumnya.

Hikmah yang kita ambil dari pengungkapan kisah itu adalah diruntuhkannya klaim orang yahudi sebagai orang yang paling dekat dengan Allah. Ternyata tokoh mereka tidak ada apa-apanya dibandingkan hamba Allah yang lain. Bahkan Allah SWT sampai tidak perlu menyebut nama hamba-Nya itu, lagi-lagi untuk menunjukkan bahwa Musa tidak lebih berilmu dari pada seorang no-body.

Jadi jangan merasa bangga dulu menjadi yahudi, jangan merasa menjadi bangsa Allah yang terpilih. Orang yahudi hendaknya malu kepada diri mereka. Sebab mereka membanggakan diri sebagai bangsa yang paling banyak punya nabi, ternyata giliran ada nabi Muhammad SAW sebagai nabi terakhir, mereka malah tidak mau beriman.

Kisah Musa dengan orang yang disebut-sebut kemudian sebagai nabi Khidhir oleh para mufassir itu tentu tidak mengajarkan bolehnya seseorang membunuh bayi, dengan alasan dia punya ilmu ghaib atau ilmu terawang. Sebab hamba Allah SWT yang seperti itu tidak ada di tengah umat Muhammad SAW. Demikian juga kisah itu tidak mengajarkan kita menerima konsep adalah dengan sosok immortal yang tidak mati-mati, sebagaimana kepercayaan sebagian kalangan.

Kisah itu hanya inginmemberi pelajaran kepada orang yahudibahwa seorang Musa yangmereka banggakan itu ternyatatidak lebih berilmu dari seorang hamba Allah lainnya. Maka dengan itu, pesan buat yahudi adalah: Jangankegedean rumongso, kata orang Jawa.

Sebaliknya, khusus tentang kajian nabi Khidhir sendiri, silahkan buka kajian kami sebelumnya.

Wallahu a'lam bishsawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Kelemahan Hukum Islam?
28 December 2007, 23:42 | Jinayat | 5.818 views
Wali Songo, Apakah Memang Ada atau Hanya Khayalan?
27 December 2007, 23:14 | Umum | 9.216 views
Imam 4 Madhzab Apakah Setingkat Wali?
27 December 2007, 15:17 | Ushul Fiqih | 5.955 views
Benarkah Usia Umat Islam Hanya 1500 Tahun
25 December 2007, 23:44 | Hadits | 11.547 views
Amanah Itu Hadir di 666
25 December 2007, 02:42 | Aqidah | 5.796 views
Shalat 'Iedul Adha di Hari yang Tidak Kita Yakini, Bolehkah?
22 December 2007, 23:44 | Shalat | 5.152 views
Salah Satu Rukun Islam Tidak Terlaksana, Masihkah Sah KeIslaman Kita?
22 December 2007, 23:02 | Umum | 6.624 views
Menghadapi Masalah Narkoba
22 December 2007, 08:22 | Kontemporer | 5.081 views
Mencela Agama Orang Lain
21 December 2007, 22:29 | Aqidah | 5.598 views
Tenda di Luar Batas Mina
21 December 2007, 21:58 | Haji | 5.096 views
Adilkah Melarang Pembangunan Gereja di Indonesia?
21 December 2007, 10:25 | Aqidah | 6.458 views
Apakah Ibu Tiri Mahram untuk Suami
19 December 2007, 11:44 | Nikah | 5.329 views
Bisakah Kita Bertaubat Nanti Pada Kehidupan Alam Kubur?
19 December 2007, 00:11 | Aqidah | 5.588 views
Yesus Hanya Perantara Doa Nasrani?
18 December 2007, 23:37 | Aqidah | 5.667 views
Menyerang Sistem Komputer Israel
18 December 2007, 01:49 | Negara | 4.625 views
Pendapat Tentang Hari Raya 'Ied
18 December 2007, 01:48 | Kontemporer | 4.674 views
Beda Pengertian Nabiyin dan Anbiya
16 December 2007, 23:12 | Aqidah | 5.445 views
Bagaimana Membedakan Antara Perbedaan Mazhab dengan Aliran Sesat?
16 December 2007, 11:16 | Aqidah | 6.132 views
Sholat Iedul Adha Mana yang Harus Diikuti
14 December 2007, 03:39 | Kontemporer | 5.440 views
Mendakwahi Suku Primitif
13 December 2007, 23:11 | Dakwah | 5.688 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 33,946,499 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

27-5-2018 :
Subuh 04:35 | Zhuhur 11:51 | Ashar 15:14 | Maghrib 17:47 | Isya 18:59 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img