Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Kelemahan Hukum Islam? | rumahfiqih.com

Kelemahan Hukum Islam?

Fri 28 December 2007 23:42 | Jinayat | 5.811 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalammu'alaikum wr wb

Ustad. Saya pernah mendengar seorang non-muslim berkata:

" kelemahan syariah Islam adalah bahwa hukum-hukumnya tidak pernah memperkenankan 'bukti-bukti lapangan' dan ilmu pengetahuan dalam mengambil keputusan hukum, ,dia hanya bersandar pada saksi-saki yang ter-reputasi, seperti dalam kasus pemerkosaan, korban harus membawa 4 orang saksi untuk menjatuhi hukuman kpd tersangka "

Lantas apakah saksi dan pengakuan saja untuk menentukan kesalahannya?? Bagaimana dengan bukti-bukti lapangan?? Jika ada bukti-bukti lapangan seperti apa contohnya?? Lalu bagaimana dengan saksi palsu??

Afwan, pertanyaannya kebanyak...

Mohon untuk di jawab:)

Wassalammu'alaikum wr wb

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Kita harus maklum ketika ada orang kafirberkomentar keliru tentang agama Islam dan syariahnya. Yah, namanya saja orang kafir, wajar saja kalau mereka sebenarnya tidak tahu apa-apa tentang agama Islam, apalagi tentang detail syariah Islam. Kalau mereka tahu dengan benar, maka pastilah mereka tidak kafir melainkan menjadi umat Islam.

Orang kafir itu hanya punya sepotong-sepotong informasi bias tentang agama Islam, itu pun susah payah mereka pelajari dari guru-guru yahudi kafir di berbagai kampus Barat. Sebenarnya kita perlu mengasihani mereka, capek-capek mencari informasi tentang Islam, eh yang didapat malah informasi bias sampah pemikirian yahudi. Kasihan sekali mereka.

Tidak benar kalau dalam hukum Islam, pembuktian kasus pemerkosaan hanya disandarkan pada keberadaan saksi. Pernyataan seperti itu justru menunjukkan bahwa orang yang mengatakannya memang benar-benar awam dengan syariah Islam.

Tapi yang lebih mengenaskan hati, ternyata ada juga orang yang mengaku Islam tapi malah mendengarkan celoteh orang kafir. Lalu ikut-ikutan menyerang syariah Islam. Astaghfirullahal 'adzhim.

Hukum Islam: Hudud dan Tahdzir

Salah satu materi pelajaran paling dasar dalam ilmu hukum Islam yang diajarkan sejak masih di Madrasah Ibtidaiyah adalah adanya hukum hudud dan tahzir.

Apabila secara hukum hudud, tidak cukup bukti atau syarat, maka hakim boleh menggunakan hukum tahzir. Jadi dalam kasus pemerkosaan misalnya, bila tidak ada saksi (mana mungkin ada saksi), masih ada hukum tahzir yang diberlakukan oleh hakim.

Hukum tahzir lebih luas dan lebih fleksibel ketimbang hukum hudud. Hukumtadzir melengkapi apa yang di hukum hudud belum diatur, atau masih ada kekosongan di sana-sini.

Kalau ada orang mengatakan bahwa hukum Islam hanya terbatas hukum hudud saja tanpa adanya hukum tahdzir, jelaslah orang itu perlu sekolah dulu di Madrasah Ibtidaiyah (se-level SD).

Sebab anak Madrasah Ibtidaiyah sudah tahu bahwa hukum Islam itu ada hudud dan tahzir. Masalah yang tidak diatur di dalam hudud diatur di dalam tahzir.

Dengan adanya tahzir, jangankan pemerkosa, tukang catut karcis kereta api di saat liburan pun bisa kena hukuman yang tegas.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Wali Songo, Apakah Memang Ada atau Hanya Khayalan?
27 December 2007, 23:14 | Umum | 9.189 views
Imam 4 Madhzab Apakah Setingkat Wali?
27 December 2007, 15:17 | Ushul Fiqih | 5.950 views
Benarkah Usia Umat Islam Hanya 1500 Tahun
25 December 2007, 23:44 | Hadits | 11.489 views
Amanah Itu Hadir di 666
25 December 2007, 02:42 | Aqidah | 5.784 views
Shalat 'Iedul Adha di Hari yang Tidak Kita Yakini, Bolehkah?
22 December 2007, 23:44 | Shalat | 5.141 views
Salah Satu Rukun Islam Tidak Terlaksana, Masihkah Sah KeIslaman Kita?
22 December 2007, 23:02 | Umum | 6.604 views
Menghadapi Masalah Narkoba
22 December 2007, 08:22 | Kontemporer | 5.075 views
Mencela Agama Orang Lain
21 December 2007, 22:29 | Aqidah | 5.589 views
Tenda di Luar Batas Mina
21 December 2007, 21:58 | Haji | 5.089 views
Adilkah Melarang Pembangunan Gereja di Indonesia?
21 December 2007, 10:25 | Aqidah | 6.445 views
Apakah Ibu Tiri Mahram untuk Suami
19 December 2007, 11:44 | Nikah | 5.326 views
Bisakah Kita Bertaubat Nanti Pada Kehidupan Alam Kubur?
19 December 2007, 00:11 | Aqidah | 5.580 views
Yesus Hanya Perantara Doa Nasrani?
18 December 2007, 23:37 | Aqidah | 5.662 views
Menyerang Sistem Komputer Israel
18 December 2007, 01:49 | Negara | 4.618 views
Pendapat Tentang Hari Raya 'Ied
18 December 2007, 01:48 | Kontemporer | 4.670 views
Beda Pengertian Nabiyin dan Anbiya
16 December 2007, 23:12 | Aqidah | 5.437 views
Bagaimana Membedakan Antara Perbedaan Mazhab dengan Aliran Sesat?
16 December 2007, 11:16 | Aqidah | 6.123 views
Sholat Iedul Adha Mana yang Harus Diikuti
14 December 2007, 03:39 | Kontemporer | 5.435 views
Mendakwahi Suku Primitif
13 December 2007, 23:11 | Dakwah | 5.681 views
Talak Tiga Sekaligus dan Tanpa Saksi
13 December 2007, 00:06 | Nikah | 6.105 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 33,876,524 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

25-5-2018 :
Subuh 04:35 | Zhuhur 11:51 | Ashar 15:13 | Maghrib 17:47 | Isya 18:59 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img