Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Pantaskah Menyebut Allah dengan ENGKAU atau NYA? | rumahfiqih.com

Pantaskah Menyebut Allah dengan ENGKAU atau NYA?

Wed 9 January 2008 03:37 | Quran | 9.127 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalammu'alaikum Wr Wb

Langsung saja ya ustadz, saya ingin menananyakan tentang kalimat atau kata-kata yang sering saya dengar dan bahkan sudah biasa digunakan oleh masyarakat akan panggilan atau sebutan Allah SWT dengan kata atau kalimat ENGKAU... NYA... DIA... Saya merasa kalimat atau kata-kata itu tidak pantas untuk Allah SWT. Kenapa saya mengatakan demikian, coba kita lihat di dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan kita. Di saat kita menghadap Kiyai atau Presiden atau orang yang paling disegani, maka kita tidak akan berani menggunkan kalimat ENGKAU, atau DIA. pasti kita akan menggunakan kalimat yang lebih sopan seperti BELIAU, atau klo orang jawa menggunakan bahasa halusnya "PANJENENGAN, GUSTI, ROMO, dan sebagainya" nah di sini saya melihat kenapa Allah SWT yang mempunyai segala-galanya dan menguasai semua dunia seisinya seakan dipanggil dengan "menjambal" basa jawanya "njangkar" saya kira kita lebih baik dan lebih sopan/halus menggunakan atau menyebut langsung Asmanya Allah SWT. Di sini saya ingin minta pendapat ustadz, salah atau benar pemikiran saya ini.

Terima kasih atas jawabannya.

Wassalammu'alaikum Wr Wb

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Kalau dicermati, sebenarnya masalah yang mendasari pertanyaan Anda adalah masalah problem terjemahan bahasa dan rasa bahasa. Meski bisa diterjemahkan, namun tidak bisa dipungkiri bahwa tiap bahasa punya bentuk pengungkapan yang khas dengan aneka cita rasa bahasa yang beragam.

Sebuah pengungkapan yang sudah lumayan halus dan inggil menurut suatu bahasa, boleh jadi justru tidak halus di dalam selera bahasa lainnya. Sebaliknya, sebuah pengungkapan yang kasar pada suatu bahasa, justru terasa halus dan sopan untuk bahasa yang lain.

Pada hakikatnya terjemahan suatu bahasa ke bahasa lain seringkali menyisakan jarak, yang terkadang cukup mengganggu. Itulah mengapa pada dasarnya Al-Quran tidak boleh diterjemahkan ke dalam bahasa lain, kecuali karena darurat.

Idealnya, bukan Al-Quran diterjemahkan ke bahasa lain, akan tetapi seharusnya orang-orang dari berbagai latar belakang bahasa itulah yang wajib menguasai bahasa Arab sebagai bahasa Al-Quran.

Begitu pula dengan doa, para ulama mengatakan bahwa afdhalnya doa itu diungkapkan dengan bahasa Arab, bukan dengan bahasa Indonesia. Sebab ketika Allah SWT berbicara kepada manusia, yang digunakan adalah bahasa Arab. Maka jawaban dan doa kita kepada Allah pun akan menjadi lebih utama kalau disampaikan dalam bahasa Arab.

Dan di dalam bahasa Arab, memanggil Allah SWT dengan sebutan 'anta' tidak akan terasa sebagai sikap yang kurang ajar. Tapi ketika kata 'anta' diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia menjadi 'kamu', memang akan terasa kasar dan janggal.

Mengapa dengan kata 'anta' tidak terasa kasar?

Sebab rasa bahasa mereka memang berbeda dengan rasa bahasa kita. Dalam rasa bahasa Arab, memangil budak bisa dengan kata ganti yang sama dengan memanggil tuan, yaitu sama-sama dengan kata 'anta'.

Sebaliknya, ada ungkapan yang dalam bahasa Arab sudah dianggap lazim, namun ketika diungkapkan dengan bahasa Indonesia menjadi kurang lazim. Misalnya ungkapan rasa cinta kepada saudara sesama muslim dengan kata, "Inni uhibbuka fillah" (Aku mencintaimu karena Allah). Ungkapan seperti ini olehnabi SAW memang disunnahkan agar kitamelakukannya.

Tapi pengungkapan hal ini dalam bahasa Indonesia menjadi tidak lazim, sehingga nanti orang pada curiga, "Wah jangan-jangan hombreng nih, kok ada laki-laki mengungkapkan rasa cinta kepada sesama laki-laki?"

Padahal ungkapan itu merupakan sunnah atau anjurang agama. Itulah hakikat penerjemahan bahasa, pasti selalu menyisakan perbedaan rasa.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Bingung Ikut Liqo'
8 January 2008, 04:10 | Dakwah | 6.629 views
Manusia Luar Angkasa
4 January 2008, 23:39 | Kontemporer | 7.836 views
Apakah Imam Mahdi Adalah Seorang Nabi?
3 January 2008, 22:59 | Aqidah | 8.254 views
Sisipan Dalam Al-Qur'an
3 January 2008, 22:33 | Quran | 6.955 views
Quran Tidak Mewajibkan Kerudung Hanya Menganjurkan?
2 January 2008, 08:00 | Quran | 9.737 views
Pembagian Harta Waris
31 December 2007, 23:44 | Mawaris | 7.063 views
Bulan Terbelah
31 December 2007, 21:19 | Quran | 6.533 views
Pelajaran dari Perjalanan Nabi Musa dan Khidir
30 December 2007, 22:13 | Umum | 6.074 views
Kelemahan Hukum Islam?
28 December 2007, 23:42 | Jinayat | 6.240 views
Wali Songo, Apakah Memang Ada atau Hanya Khayalan?
27 December 2007, 23:14 | Umum | 10.602 views
Imam 4 Madhzab Apakah Setingkat Wali?
27 December 2007, 15:17 | Ushul Fiqih | 6.335 views
Benarkah Usia Umat Islam Hanya 1500 Tahun
25 December 2007, 23:44 | Hadits | 19.827 views
Amanah Itu Hadir di 666
25 December 2007, 02:42 | Aqidah | 6.179 views
Shalat 'Iedul Adha di Hari yang Tidak Kita Yakini, Bolehkah?
22 December 2007, 23:44 | Shalat | 5.524 views
Salah Satu Rukun Islam Tidak Terlaksana, Masihkah Sah KeIslaman Kita?
22 December 2007, 23:02 | Umum | 9.056 views
Menghadapi Masalah Narkoba
22 December 2007, 08:22 | Kontemporer | 5.390 views
Mencela Agama Orang Lain
21 December 2007, 22:29 | Aqidah | 5.931 views
Tenda di Luar Batas Mina
21 December 2007, 21:58 | Haji | 5.412 views
Adilkah Melarang Pembangunan Gereja di Indonesia?
21 December 2007, 10:25 | Aqidah | 6.969 views
Apakah Ibu Tiri Mahram untuk Suami
19 December 2007, 11:44 | Nikah | 5.729 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 38,517,080 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

22-11-2019
Subuh 04:04 | Zhuhur 11:40 | Ashar 15:04 | Maghrib 17:55 | Isya 19:08 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img