Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA JIL: Sesat atau Kebebasan Berpikir? | rumahfiqih.com

JIL: Sesat atau Kebebasan Berpikir?

Thu 17 January 2008 02:41 | Aqidah | 7.477 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

UST. H Ahmad Sarwat, Lc, yang saya hormati, saya ingin mengajukan pertanyaan tentang JIL. Bagaimana pandangan ust tentang JIL? Saya melihat JIL menyatakan Islam tapi koq mereka membenci MUI pada saat fatwa aliran sesat kpd Ahmadiyah dll.

Bahkan ada wacana untuk membubarkan MUI. Apakah di dalam JIL banyak alumni dari IAIN (UIN)? Mereka menerjemahkan ayat-ayat Alquran sesuai dengan pemikiran mereka, apakah ini merupakan salah satu kebebasan berfikir dalam Islam?

Dalam website-nya dia membuka salam dengan " Dengan nama Allah Tuhan Pengasih Tuhan Penyayang Tuhan segala agama" Lalu apakahagama Budha, Hindu bertuhankan Allah? Padahal mereka menyembah patung, memberi sesajan kpd patung-patung. Apakah mereka tidak percaya bahwa sesungguhnya agamayang diterima Allah SWT adalah Islam?

Demikian pertanyaan saya, bila ada kekeliruan dalam pertanyaan ini saya mohon maaf.

Wassalam

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Islam memang memberikan kebebasan berpikir serta berpendapat. Itu tidak perlu dipertanyakan lagi. Bahkan kebebasan berpikir yang ada di dalam agama Islam justru menjadi inspirasi orang Barat untuk kemudian membebaskan diri dari kungkungan raja dan hegemoni gereja. Lantas mereka bisa maju, terjadi Revolusi Industri di Inggris hingga sampai sekarang ini.

Para pemuka kebebasan di Barat sangat diinspirasikan oleh kebebasan yang ada di negeri muslim. Mereka bebas menyapaikan pendapat, memberikan gagasan, menemukan begitu banyak karya di bidang ilmu pengetahuan. Padahal di Eropa, para raja dan kekuatan gereja saat itu sangat indoktrinatif.

Kitab Injil mereka campur aduk dengan pemikiran mereka yang picik, lalu dipaksakan kepada masyarakat. Di antara pengekangan gereja di Eropa saat itu antara lain:

Konsep Trinitas

Trinitas adalah sebuah tema yang paling kontroversial. Sebab konsep trinitas itu sangat bertentang dengan ajaran asli Nabi Isa dan ditentang oleh begitu banyak Gereja di Timur.

Tapi dengan kekuatan senjata dan kekuasaan, Gereja Eropa berhasil memaksakan paham kaum penyembah berhala untuk ditelan bulat-bulat, sehingga dijadikan dogma yang tidak boleh dibantah.

Seorang raja Inggris, Hertog, bahkan tega membunuh ribuan orang dengan jalan dibakar hidup-hidup dalam rangka memaksakan dogma sesat itu di kalangan rakyatnya. Tapi siapa yang sempat bertaubat sebelum dibakar hidup-hidup, masih ada kesempatan diampuni dan hukumannya dikurangi menjadi pemenggalan kepala dengan pedang, sebagai ganti dari dibakar hidup-hidup.

Pengekangan Ilmu Pengetahuan

Gereja bukan hanyamemaksakan masalah khilafiyah di bidang aqidah saja, tetapi juga merasuk ke wilayah lain yang tidak seharusnya mereka masuki, yaitu ranah ilmu pengetahuan dan teknologi. Tentunyadengan pendekatan dogmatis yang justru melecehkan kemajuan ilmu pengetahuan.

Misalnya mereka paksakan doktrin bahwa bumi itu rata seperti meja. Padahal tidak ada ayat Injil yang menyebutkan demikian. Tentu saja indoktrinasi seperti ini ditentang oleh para ilmuwan yang saat itu telah berhasil membuktikan kebenaran teori heliosentris.

Akibatnya masyarakat Eropa tertekan selama berabad-abad, mereka ditindas, disiksa, dipaksa dan dilecehkan akalnya.

Betapa mereka mendambakan hidup di bawah alam kebebasan berpikir sebagaimana yang dialami oleh bangsa-bangsa muslim di dunia Islam. Ketika tekanan sudah mencapai puncaknya, meledaklah arus kebebasan di Barat sana, di mana salah satu pemicunya justru datang dari Islam.

Kebebasan Berpikir Versi Islam

Di bidang aqidah, agama Islam relatif punya konsep yang sederhana. Tidak berbelit-belit sebagaimana keruwetan para filsuf barat yang memang rancu cara berpikirnya.

Maka di dunia Islam tidak pernah timbul jurang pemisah antar sekte aliran filsafat. Sehingga tidak pernah terjadi hegemoni ulama atau indoktrinasi aqidah. Apalagi dalil dan nash yang dimiliki umat Islam sudah sangat jelas dan mudah dipahami. Beda dengan dogma gereja yang sumbernya justru otak para pemikir linglung di Eropa.

Di bidang ilmu pengetahuan, kebebasan berpikir versi Islam sangatbisa kita banggakan. Dengan kebebasan itu, sejarah Islam bertabur cahaya dengan para penemu di bidang ilmu pengetahuan. Ibnu Sina, Ibnu Rusydi, Al-Khawarizmi, Al-Kindi, Ibnu Bathuthah, Al-Idrisi, dan sederet nama ilmuwan besar yang sampai hari ini masih dianggap sebagai tokoh iptek dunia.

Meski Al-Quran banyak bicara tentang fenomena alam, tetapi tidak ada satu pun ayat yang bicara terlalu detail tentang hal itu. Ini bedanya antara Injil hasil karangan manusia dengan Al-Quran kalamullah, yaitu hal-hal yang terkait dengan iptek lebih banyak diserahkan kepada otak manusia.

Sehingga silahkan saja manusia menikmati kebebasan berpikirnya, silahkan lakukan penelitian, eksplorasi, bahkan manusia ditantang untuk menembus jagad raya. Sesuatu yang di dalam dogma Gereja Eropa saat itu merupakan kemustahilan.

Kebebasan Pemikiran Versi JIL

Tapi hari ini, yang diusung oleh Jaringan Islam Liberaldengan nama kebebasan berpikir sama sekali tidak ada kaitannya dengan ilmu pengatahuan.

Kebebasan berpikir versi JIL tidak lain adalah agenda yahudi zionis dalam rangka menghancurkan eksistensi semua agama, termasuk Islam.

Yang mereka usung bukanlah kebebasan berpikir Islam seperti yang dahulu dikembangkan.

Dahulu kebebasan berpikir yang datang dari dunia Islam adalah di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Bukan dalam masalah aqidah dan prinsip dasar agama. Kebebasan berpikir di masa Islam dahulu melahirkan banyak kemajuan buat bangsa dan negara, terutama di bidang ekonomi, teknologi, ilmu pengetahuan dan penemuan-penemuan besar.

Sedangkan kebebasan versi JIL saat ini tidak menghasilkan apa-apa, kecuali kufur dan laknat dari Allah.

Yang mereka usung adalah liberalisme yahudi yang intinya ingin merusak semua agama, mencampur aduknya, melecehkannya danmencampur aduk aqidah.

Liberalisme = Agenda Zionis

Pluralisme dan Liberalisme Agama merupakan pintu masuk bagi penghancuran agama itu sendiri. Hal ini sudah menimpa agama Nasrani ratusan tahun lalu di Eropa dan Amerika, sehingga gereja di sana banyak yang kosong dan kemudian dijual.

Banyak pula orang Eropa dan Amerika yang mengaku sebagai Kristiani kian lama kian sedikit dan berubah menjadi agnostik, kaum yang tidak mau tahu soal agama. Inilah buah dari Liberalisme yang melanda umat Kristiani Eropa dan AS.

Setelah itu, kaum Liberalisme dan Pluralisme yang didalangi oleh apa yang disebut-sebut Henry Ford sebagai The International Jews ini mengarahkan sasarannya ke umat Islam dunia.

Indonesia sebagai negeri kaum Muslimin terbesar dunia menjadi tujuan utama gerakan penghancur agama ini. Berkedok sebagai Islam Pluralis, Islam Liberalis, Islam Damai, Islam Kultural, dan kedok-kedok lainnya, mereka mencoba mendangkalkan agama Allah ini.

Itulah JIL di Indonesia, mereka bukan mengusung kebebasan pemikiran sebagaimana layaknya dahulu umat Islam, tetapi pada hakikatnya mengusung misi zionisme international untuk menghancurkan Islam dari dalam. Waspada dan waspada.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Apakah Ketika Azan Harus Berdiri?
16 January 2008, 10:21 | Shalat | 15.523 views
Pelarangan Khamar di Dunia Islam dan Negeri Sekuler
16 January 2008, 09:59 | Kuliner | 6.423 views
Allah Berbahasa Arab....?
16 January 2008, 08:24 | Umum | 7.555 views
Mudahnya Memvonis Golongan Lain Bid'ah
15 January 2008, 00:19 | Kontemporer | 6.424 views
Hadits Bukan Wahyu?
14 January 2008, 22:55 | Hadits | 5.280 views
Sholat Jamaah dan Permasalahannya
14 January 2008, 01:25 | Shalat | 8.089 views
Gadai Sawah
13 January 2008, 23:32 | Muamalat | 7.100 views
Syarat Menjadi Ahli Tafsir
13 January 2008, 12:29 | Quran | 10.224 views
Haramkah Menyapa Non Muslim dengan Ucapan Selamat Pagi?
12 January 2008, 11:45 | Umum | 8.282 views
Wajibkah Kita Tahu Hadits Wajib dan Sunah Dalam Shalat?
12 January 2008, 10:50 | Shalat | 6.219 views
Tingkatan dan Jenis Hadits
12 January 2008, 02:07 | Hadits | 50.285 views
Haruskah Memasang Hijab Pada Pesta Walimah?
10 January 2008, 23:54 | Nikah | 9.441 views
Shahihkah Semua Hadits Tentang Akhir Zaman
10 January 2008, 16:16 | Hadits | 9.927 views
Keadaan Ummat Islam Indonesia Saat Ini...
10 January 2008, 05:57 | Umum | 5.361 views
Pantaskah Menyebut Allah dengan ENGKAU atau NYA?
9 January 2008, 03:37 | Quran | 8.638 views
Bingung Ikut Liqo'
8 January 2008, 04:10 | Dakwah | 6.492 views
Manusia Luar Angkasa
4 January 2008, 23:39 | Kontemporer | 7.633 views
Apakah Imam Mahdi Adalah Seorang Nabi?
3 January 2008, 22:59 | Aqidah | 7.961 views
Sisipan Dalam Al-Qur'an
3 January 2008, 22:33 | Quran | 6.690 views
Quran Tidak Mewajibkan Kerudung Hanya Menganjurkan?
2 January 2008, 08:00 | Quran | 9.433 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 36,312,368 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

19-9-2019
Subuh 04:28 | Zhuhur 11:48 | Ashar 15:00 | Maghrib 17:53 | Isya 19:00 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img