Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Khawatir Dzikir Bersama Malam Tahun Baru Jadi Budaya | rumahfiqih.com

Khawatir Dzikir Bersama Malam Tahun Baru Jadi Budaya

Mon 31 December 2012 12:25 | Kontemporer | 10.130 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalamu'alaikum Ustadz,

Afwan sebelumnya, entah ini surat ana yang keberapa kali. Dan ana juga agak pesimis mendapat jawaban karena beberapa pertanyaan ana terdahulu tidak pernah mendapat jawaban.

Jujur di malam tahun baru kemarin ana merasa miris melihat cara umat Islam di jakarta ini merayakan malam tahun baru. Apalagi jika kita mau membandingkan di malam 1 Muharam ini sangat jauh perbedaannya dari malam tahun baru masehi kemarin.

Budaya dzikir, qiyamul lail dan pengajian apapun dimalam tahun baru masehi yang telah berlangsung beberapa tahun ini membuat kekhawatiran ana akan menjadi suatu budaya yang mendekati kewajiban bagi umat Islam saat ini.

Bukankah hal itu bisa saja terjadi menjadi seperti acara 3 hari, 7 hari, 40 hari, 100 hari dan seterusnya jika ada muslim yang wafat seperti di nusantara ini? Memang pada awalnya niat para wali songo ataupun para ulama saat ini adalah baik, daripada memberi sesajen di acara 3 hari dan seterusnya lebih baik di isi dengan tahlil, tahmid dan dzikir bersama. Jika ulama sekarang, dari pada kita hura-hura di acara tahun baru masehi lebih baik kita isi acara dengan yang baik-baik seperti dzikir, qiyamul lail dan pengajian bersama-sama....bukankah ini menjadi bahaya untuk masa depan umat?

Kenapa jika memang ingin mengadakan dzikir dan pengajian di malam tahun baru bukan diadakan di tahun baru Islam? Bandingkan saja kemeriahannya pada tahun ini... Bagaimana para penerus generasi Islam hafal akan nama bulan hijriah jika para ulama sendiri lebih membesarkan acara tahun baru masehi? Mari kita bercermin...

Memang ini adalah tantangan buat generasi kita dan akan datang... Dan ana berharap ada perubahan di tahun depan, agar gaung Tahun Baru Hijriah dapat lebih bergema di negara yang notabene adalah 90% muslim. Jangan seperti tahun ini.... Pergantian tahun baru Hijriah sunyi senyap seolah libur hari biasa... Tidak ada acara khusus di televisi dan sebagainya....bahkan di masijd-masjid pun sunyi senyap tiada acara yang menghebohkan seperti dimalam tahun baru masehi.

Dzikir dan pengajian bersama tidak lah salah.... namun penempatan waktu dan ruangnya saja yang sepertinya harus kita koreksi demi generasi umat Islam dimasa mendatang....

Wassalamualaikum,

Abu Thoriq

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Perkenankanlah sebelumnya Kami menyampaikan permohonan maaf baik kepada Anda atau pun pembaca setia lainnya bila telah berkali-kali bertanya tapi tidak dimuat.

Ada banyak hal yang melatar-belakangi. Sebab yang paling utama karena keterbatasan ilmu yang kami miliki. Tentunya kami bukan ustadz serba bisa yang berani bicara apa saja.Tidak semua masalah kami kuasai. Dan bila kamimerasa tidak benar-benar menguasainya, tentu kami tidak akan menjawabnya.

Selain itu, alasan lainnya adalah kalau semua pertanyaan dimuat di sini, tentu halamannya tidak akan cukup. Sebab terus terang saja kami setiap hari dihujai dengan begitubanyak pertanyaan. Sedekdar informasi, sampai hari ini jumlah pertanyaan yang belum terjawab mendekati angka yang fantastis, yakni mendekati angka 11.000 pertanyaan. Yang terjawab baru sekitar 1.500-an saja.

Padahal untuk menjawab satu pertanyaan, kami tidak bisa asal jawab. Perlu rujukan, bahan, literatur dan pertimbangan. Terkadang untuk satu pertanyaan bisa menghabiskan sehari penuh.

Sebab lainnnya barangkali karena ada juga beberapa pertanyaan yang sebenarnya telah pernah dibahas, sehingga agar tidak terjadi pengulangan, sengaja memang tidak kami muat. Kecuali bila memang momentumnya dirasa sangat tepat.

Pertanyaan yang bersifat problem pribadi juga kami hindari, karena kurang mewakili kebutuhan para pembaca. Maka kalau ada sekian banyak pertanyaan belum sempat dimuat, sekali lagi perkenankanlah kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya.

Acara Tahun Baru

Kekhawatiran anda memang beralasan, khususnya terkaitkegiatan yang diadakan di malam tahun baru masehioleh beberapa kalangan. Sangat boleh jadi memang nantinya akan terjadi kesalahan persepsi, seperti tradisi memperingati hari kematian, 3 hari, 7 hari, 40 hari dan seterusnya.

Memangniatnya baik, yaitu dari pada malam tahun baru diisi dengan kegiatan hura-hura, lebih baik kalau dilakukan kegiatan keagamaan di masjid. Baik berupa dzikir, qiyamullail atau pun muhasabah. Tapi kalau tidak dibekali dengan wawasan yang baik, kekhawatiran itu memang layak. Makaharus diupayakan agar tidak lagi terjadi kesalahan serupa di masa lalu.

Misalnya, panitia penyelenggara perlu melakukan klarifikasi yang tegas bahwa kegiatan itu semata-mata bukan ritual ibadah secara khusus, bukan sunnah dari Rasulullah SAW dan tidak merupakan bagian dari syariat Islam secara khusus.

Klarifikasi ini harus disampaikan kepada para jamaah yang menghadiri kegiatan itu, biar mereka juga punya cara pandang yang benar. Dan agar generasi berikutnya tidak lagi terperosok pada lubang yang sama.

Namun usulan anda untuk mengisi malam tahun baru hijriyah dengan beragam kegiatan itu sebenarnya juga bukan tanpa kritik. Masalahnya, nabi SAW di masa lalu tidak pernah menganjurkannya, apalagi melakukannya. Jadi kalau ditarik garis asalnya, mengadakan ritual secara khusus di malam tahun baru masehi atau hijriyah sama-sama tidak ada tuntunannya.

Dan kalau sampai dijadikan sebuah ritual yang secara sengaja dikhususkan dan dianggap sebagai ibadah mahdhah, tentu hukumnya bid'ah. Sebab syariat Islam tidak pernah menetapkannya.

Kepada teman-teman yang merasa khawatir kalau masalah seperti akan menimbulkan bid'ah, kita patut mengucapkan terima kasih atas peringatannya. Tentunya peringantan itu datang dari lubuk hati yang paling dalam, bukan sekedar asal kritik.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Berteman tapi Mesra
31 December 2012, 12:05 | Kontemporer | 11.754 views
Cara Elegan Dalam Menghadapi Pemikiran Liberal
31 December 2012, 02:12 | Umum | 10.086 views
Hubungan Fiqih dan Etika
29 December 2012, 04:37 | Ushul Fiqih | 7.847 views
Merry Christmas BUKAN Merry X'Mas
29 December 2012, 03:23 | Aqidah | 11.519 views
Shalat di Majid yang Ada Kuburannya, Bolehkah?
28 December 2012, 03:18 | Shalat | 9.367 views
Bagaimana Cara Merelakan Suami Berpoligami?
27 December 2012, 11:28 | Nikah | 9.383 views
Bagaimana Cara Mandi Junub Jika Terluka
27 December 2012, 11:24 | Thaharah | 9.992 views
Pendanaan Dalam Pilkada
27 December 2012, 11:17 | Muamalat | 6.287 views
Apakah Ikhwanul Muslimin Itu Teroris?
26 December 2012, 04:27 | Negara | 11.497 views
Hukum Memakai Kontak Lens
26 December 2012, 03:45 | Wanita | 13.320 views
Mengadakan Pengajian di Malam Tahun Baru Masehi
26 December 2012, 00:01 | Aqidah | 12.908 views
Memeriahkan Acara Tahun Baru Masehi
25 December 2012, 23:32 | Aqidah | 7.752 views
Hukum Mengucapkan Selamat Natal
25 December 2012, 06:33 | Aqidah | 20.776 views
Bertelepon Mesra Hingga 'Basah'
24 December 2012, 22:59 | Nikah | 10.518 views
Menikah dengan Mantan Kakak Ipar, Bolehkah?
23 December 2012, 07:04 | Nikah | 9.908 views
Tanda Kiamat: Budak Wanita Melahirkan Majikannya, Maksudnya?
21 December 2012, 13:39 | Aqidah | 20.615 views
Saya Anak Zina, Siapa Wali Nikah Saya?
20 December 2012, 12:22 | Nikah | 11.775 views
Air Musta'mal
18 December 2012, 23:45 | Thaharah | 14.192 views
Pembagian Waris Dari Suami Yang Meninggal
18 December 2012, 00:34 | Mawaris | 26.885 views
Mewarnai Rambut
17 December 2012, 23:34 | Umum | 9.846 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 39,410,798 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

14-12-2019
Subuh 04:09 | Zhuhur 11:49 | Ashar 15:16 | Maghrib 18:06 | Isya 19:20 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img