Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Hadits Bukan Wahyu? | rumahfiqih.com

Hadits Bukan Wahyu?

Mon 14 January 2008 22:55 | Hadits | 5.122 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Ada salah satu kelompok pengajian di tempat saya (Sidoarjo) yang mengatakan bahwa hadits bukan wahyu, karena banyaknya pertentangan yang terjadi seputar hadits. Bahkan ustadznya bilang hadits itu buatan orientalis.

Saya secara pribadi tidak sepakat dengan pendapat tersebut, karena setelah dialog beberapa kali, ustadz tersebut tidak bisa membuktikannya.

Pertanyaan saya bagaimana hukum masjid yang mengadakan pengajian seperti ini, dan bagaimana ketentuan bermakmum di belakang imam yang berkeyakinan seperti itu?

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahamatullahi wabarakatuh,

Ini merupakan fenomena betapa negeri kita kekurangan ulama. Jangan dulu bicara ulama yang khusus di bidang ilmu hadits, bahkan ulama yang biasa-biasa saja, kita pun tetap kekurangan.

Akibatnya, orang-orang yang bukan berkapasitas ulama pun dijadikan rujukan. Ibarat peribahasa, tidak ada rotan akar pun jadi. Tidak ada ulama, juhala' (orang bodoh) pun jadi.

Cobalah nyalakan pesawat televisi Anda, lalu carilah acara ceramah agama Islam, maka anda akan bertemu dengan sekian banyak penceramah dengan berbagai aksi panggungnya. Tapi sayangnya, kalau kita kumpulkan semua wajah yang sering tampil di TV itu, dan kita lihat bio data mereka, maka kita baru akan sadar bahwa kebanyakan mereka sama sekali tidak memenuhi syarat sebagai ulama.

Keadaan ini agak berbeda kalau kita berada di negeri muslim lainnya. Misalnya saja Mesir. Di sana tidak mungkin ada seorang bisa tampil di mimbar khutbah Jumat di masjid yang kecil, kecuali beliau adalah seorang ahli syariah yang paham dan mengerti berbagai masalah keagamaan secara mendalam.

Apalagi bila sudah sampai tampil di TV, maka sudah bisa dipastikan hanya ulama yang benar-benar mendalam ilmu agamanya yang bisa tampil.

Ustadzi Tidak Mengerti Ilmu Hadits

Di negeri kita, saking anehnya, bahkan orang-orang yang tidak mengerti ilmu hadits masih bisa punya jamaah pengajian. Ini memang lucu sekaligus memalukan. Masak sih, cuma membedakan mana hadits palsu buatan orientalis dan mana hadits shahih yang sudah dikritisi muhaddits tidak bisa? Bahkan sampai harus menggeneralisir bahwa semua hadits adalah buatan para orientalis.

Bahwa ada hadits palsu yang dibuat oleh orientalis, kita memang tidak bisa menafikan. Misalnya lafadz hubbul wathani minal iman, cinta kepada negara termasuk sebagian dari iman. Ini jelas bukan hadits nabi, tetapi buatan orientalis yang ingin memecah-belah umat Islam dan menghidupkan nasionalisme sempit.

Tetapi kalau dengan alasan itu lantas kufur terhadap semua hadits nabawi yang shahih, jelas sebuah kekeliruan yang fatal. Sebab hadits nabi yang kita miliki sudah melewati kritik yang sangat dahsyat.

Syarat-syarat yang diajukan oleh Imam Al-Bukhari dan Muslim atas sebuah hadits shahih, sebenarnya sudah sangat berat. Tetapi adaribuan bahkan puluhan ribu hadits yang shahih, baik yang dishahihkan oleh kedua muhaddits itu atau pun oleh muhaddits lainnya.

Bahkan seandainya orang non muslim mengetahui dengan pasti bagaimana canggihnya para muhaddits melakukan screening terhadap keshahihan suatu hadits, pastilah dia akan masuk Islam. Sebab proses pemurnian hadits itu merupakan salah satu darikeajabiandunia. Tidak pernah ada di dalam agama manapun. Setidaknya, kalau pun mereka tidak masuk Islam, mereka akan angkat topi dan memberikan penghormatan yang tinggi.

Bermakmum di Belakang Orang Seperti Ini

Sebenarnya untuk menilai apakah kita sah shalat di belakang seorang yang bermasalah dalam agama, cukup sederhana. Prinsipnya, selama seorang masih sah melakukan shalat, maka hukumnya juga sah kalau kita bermakmum di belakangnya. Ini logika fiqihnya.

Seorang yang ingkar terhadap hadits nabi, secara aqidah sebenarnya sudah menyimpang dari agama Islam. Namun kalau dia mendapat informasi yang bias karena kelangkaan ulama, apa boleh buat.

Dalam pandangan kami, ketimbang kita memusuhi dan mencerca orang seperti ini, bahkan melakukan punnishment dengan berfatwa tidak mau bermakmum di belakangnya, mungkin ada jalan yang lebih bijak.

Misalnya, kita pertemukan beliau dengan ulama ahli hadits yang memang benar-benar punya kharisma dan keilmuannya diakui semua pihak. Barangkali kalau hanya kita sendiri yang menghadapinya, boleh jadi dia masih memandang sebelah mata.

Upayakan biar terjadi tukar informasi yang lancar. Agar tidak menimbulkan rasa malu, buatlah dialog itu tertutup. Agar pesannya bisa sampai tanpa harus mempermalukan wibawa seseorang.

Pendeknya, utamakan perbaikan dan jauhi permusuhan. Dakwah adalah mengajak dan memberi informasi, bukan mengejek dan mencaci.

Wallahua'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahamatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Sholat Jamaah dan Permasalahannya
14 January 2008, 01:25 | Shalat | 7.752 views
Gadai Sawah
13 January 2008, 23:32 | Muamalat | 6.684 views
Syarat Menjadi Ahli Tafsir
13 January 2008, 12:29 | Quran | 9.642 views
Haramkah Menyapa Non Muslim dengan Ucapan Selamat Pagi?
12 January 2008, 11:45 | Umum | 7.807 views
Wajibkah Kita Tahu Hadits Wajib dan Sunah Dalam Shalat?
12 January 2008, 10:50 | Shalat | 5.969 views
Tingkatan dan Jenis Hadits
12 January 2008, 02:07 | Hadits | 44.184 views
Haruskah Memasang Hijab Pada Pesta Walimah?
10 January 2008, 23:54 | Nikah | 8.976 views
Shahihkah Semua Hadits Tentang Akhir Zaman
10 January 2008, 16:16 | Hadits | 9.438 views
Keadaan Ummat Islam Indonesia Saat Ini...
10 January 2008, 05:57 | Umum | 5.200 views
Pantaskah Menyebut Allah dengan ENGKAU atau NYA?
9 January 2008, 03:37 | Quran | 8.099 views
Bingung Ikut Liqo'
8 January 2008, 04:10 | Dakwah | 6.276 views
Manusia Luar Angkasa
4 January 2008, 23:39 | Kontemporer | 7.425 views
Apakah Imam Mahdi Adalah Seorang Nabi?
3 January 2008, 22:59 | Aqidah | 7.651 views
Sisipan Dalam Al-Qur'an
3 January 2008, 22:33 | Quran | 6.436 views
Quran Tidak Mewajibkan Kerudung Hanya Menganjurkan?
2 January 2008, 08:00 | Quran | 9.097 views
Pembagian Harta Waris
31 December 2007, 23:44 | Mawaris | 6.488 views
Bulan Terbelah
31 December 2007, 21:19 | Quran | 6.216 views
Pelajaran dari Perjalanan Nabi Musa dan Khidir
30 December 2007, 22:13 | Umum | 5.682 views
Kelemahan Hukum Islam?
28 December 2007, 23:42 | Jinayat | 5.863 views
Wali Songo, Apakah Memang Ada atau Hanya Khayalan?
27 December 2007, 23:14 | Umum | 9.356 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 34,427,874 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

17-6-2018 :
Subuh 04:39 | Zhuhur 11:55 | Ashar 15:17 | Maghrib 17:50 | Isya 19:03 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img