Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Pelarangan Khamar di Dunia Islam dan Negeri Sekuler | rumahfiqih.com

Pelarangan Khamar di Dunia Islam dan Negeri Sekuler

Wed 16 January 2008 09:59 | Kuliner | 6.605 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Mohon ustadz menjelaskan bagaimana agama kita ini punya sistem yang baik sekali dalam menghindarkan masyarakat dari minuman keras.

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Awalnya bangsa Arab adalah bangsa yang tidak bisa dilepaskan dari khamar. Khamar dan Arab nyaris dua mata koin yang tidak bisa dipisahkan. Di mana ada Arab di situ ada khamar dan di mana ada khamar di situ ada Arab. Arab di sini maksudnya adalah Arab sebelum datangnya masa risalah Muhammad SAW.

Bahkan Dr. Yusuf Al-Qaradawi menyebutkan, saking akrabnya orang Arab dengan khamar, sampai-sampai dalam bahasa Arab ada 100 penyebutan yang berbeda untuk sebuah minuman yang memabukkan ini. Bayangkan, 100 sinonim. Luar biasa!

Dan nyaris hampir semua syiir jahili tidak lepas dari pengagungan dan pemujaan terhadap khamar. Semua itu sebelum datangnya Islam.

Konsep Penghilangan Khamar

Mengapa di dunia Islam, pelarangan dan pengharaman khamar bisa berhasil dilakukan, sementara di negara maju dan modern yang berisi orang pintar semua, justru tidak pernah terjadi keberhasilan?

Jawabnya ada pada keseriusan syariat Islam dalam memerangi khamar, sesuatu yang tidak dimiliki oleh negara maju (baca: sekuler) di zaman sekarang dalam melakukannya.

Meski di negara maju banyak ahli kesehatan dan dunia kedokteran di sana sudah sangat maju, tetapi urusan bagaimana menghentikan peredaran minuman keras agar tidak dikonsumsi oleh masyarakat, lain lagi ceritanya. Pandangan boleh sama, yaitu khamar itu berbahaya, tapi tindakan dan actionnya beda jauh.

Khamar di Dunia Islam

Selama 14 abad lamanya umat Islam bernaung di bahwa sistem negara yang menerapkan syariat Islam secara utuh dan apa adanya. Hasilnya, kita telah berhasil menghilangkan khamar dari manusia.

Salah satu rahasianya, ternyata khamar bukan hanya diharamkan di pengajian atau di dalam pembicaraan para ulama saja, tetapi masuk juga ke dalam sistem dan undang-undang negara secara formal. Dan semua orang memang memerangi khamar, mulai dari rakyat kecil sampai penguasa.

Sebab doktrin dasarnya adalah bahwa khamar itu najis dan merupakan perbuatan syetan, di mana umat beriman diwajibkan untuk menjauhinya.

Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya khamar, berjudi, berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan. (QS. Al-Maidah: 90)

10 Orang yang Dilaknat Terkait Khamar

Selain itu, dalam pandangan syariat Islam, yang dilaknat terkait dengan khamar bukan hanya peminumnya, tetapi juga ada 10 pihak yang secara langsung diancam dengan laknat dari Allah, meski tidak ikut meminumnya. Hal itu sebagaimana sabda nabi SAW:

Rasulullah SAW telah melaknat terkait dengan khamar ini 10 orang:
yang memerasnya, yang minta diperaskan, yang meminumnya, yang membawanya, yang dibawakan, yang menuangkan, yang menjualnya, yang mendapat keuntungan dari jual belinya, yang membelinya, yang dibelikan
(HR At-Tirmizy dan Ibnu Majar dengan rawi yang tsiqah)

Jadi mustahil di negeri muslim yang menjalankan syariat Islam secara utuh masih terdapat khamar. Dan mustahil negeri mayoritas Islam menghilangkan khamar kalau sistem hukum di negeri itu masih setengah-setengah, maksudnya setengahnya pakai hukum syariah dan setengahnya lagi pakai hukum jahiliyah.

Umar bin Abdul Aziz

Ada kisah menarik dari Khalifah Umar bin Abdul Aziz, yaitu saat beliau menghukum cambuk kumpulan orang yang minum khamar, tiba-tiba ada info bahwa di antara mereka yang dihukum itu ada seorang yang tidak ikut minum, dia hanya ikut menemani saja, bahkan saat itu dia malah sedang puasa.

Tindakan yang diambil khalifah saat itu alih-alih membebaskannya dari hukuman cambuk, beliau malah memutuskan bahwa semua harus dicambuk dan yang pertama kali dicambuk justru yang sedang puasa. Lho kok gitu?

Sebab seharusnya dia melarang teman-teman semejanya itu dari minum khamar, tapi dia malah mendiamkan saja. Padahal seandainya dia tidak mampu menghentikan pesta minuman keras itu, dialah yang wajib segera meninggalkan tempat itu, bukannya malah ikut menemani, meski sambil puasa. Maka jadilah dia yang dicambuk duluan.

Dan larangan untu hadits di majelis yang beradar di tengah khamar adalah larangan yang jelas dan tidak main-main, bahkan Sunnah nabi SAW secara tegas melarangnya.

Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka janganlah duduk pada meja yang diedarkan di atasnya khamar. (HR Ahmad dalam musnadnya)

Khamar di Negeri Sekuler atau Non Islam

Kenapa negara maju seperti Amerika gagal menghentikan khamar? Atau kenapa Indonesia yang mayoritas berpenduduk muslim juga ikut gagal dalam menghindarkan bangsanyai dari bahaya khamar?

Jawabnya sederhana, karena mereka tidak pakai sistem yang sempurna, serius dan canggih seperti yang dimiliki oleh syariat Islam. Bayangkan saja, yang bikin undang-undang anti minuman keras, justru orang-orang yang hobi minum. Maka undang-undang yang dibuat hanya asal jadi, sekedar formalitas, tidak serius dan ogah-ogahan.

Tidak ada ancaman yang menakutkan, juga tidak ada kampenye serius tentang bahaya khamar. Film yang beredar di tengah masyarakat menggambar orang pada minum khamar dan tiap hari di putar di TV, akibatnya sistem nilai bawah sadar masyarakat atas khamar menjadi kacau. Seolah khamar itu wajar-wajar saja untuk diminum, meski berbahaya bagi kesehatan.

Lebih bodoh lagi, pabriknya malah diizinkan berproduksi, sebab bisa dijadikan pemasukan kas negara dari pajaknya. Itu terjadi di Indonesia, sebagai negeri yang punya ribuan ulama, pondok pesantren, madrasah, serta punya partai Islam terbanyak di dunia.

Demikian juga khamar itu boleh diperjual belikan dengan bebas di negeri ini, bisa dengan mudah kita dapat di hypermart dan supermaket di negeri dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia. La haula wala quwwata illa billah.

Wallahu 'alam bishshawab, Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Ahmad Sarwat, Lc

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Allah Berbahasa Arab....?
16 January 2008, 08:24 | Umum | 7.827 views
Mudahnya Memvonis Golongan Lain Bid'ah
15 January 2008, 00:19 | Kontemporer | 6.554 views
Hadits Bukan Wahyu?
14 January 2008, 22:55 | Hadits | 5.407 views
Sholat Jamaah dan Permasalahannya
14 January 2008, 01:25 | Shalat | 8.500 views
Gadai Sawah
13 January 2008, 23:32 | Muamalat | 7.631 views
Syarat Menjadi Ahli Tafsir
13 January 2008, 12:29 | Quran | 11.236 views
Haramkah Menyapa Non Muslim dengan Ucapan Selamat Pagi?
12 January 2008, 11:45 | Umum | 8.755 views
Wajibkah Kita Tahu Hadits Wajib dan Sunah Dalam Shalat?
12 January 2008, 10:50 | Shalat | 6.378 views
Tingkatan dan Jenis Hadits
12 January 2008, 02:07 | Hadits | 66.780 views
Haruskah Memasang Hijab Pada Pesta Walimah?
10 January 2008, 23:54 | Nikah | 10.029 views
Shahihkah Semua Hadits Tentang Akhir Zaman
10 January 2008, 16:16 | Hadits | 10.595 views
Keadaan Ummat Islam Indonesia Saat Ini...
10 January 2008, 05:57 | Umum | 5.522 views
Pantaskah Menyebut Allah dengan ENGKAU atau NYA?
9 January 2008, 03:37 | Quran | 9.085 views
Bingung Ikut Liqo'
8 January 2008, 04:10 | Dakwah | 6.621 views
Manusia Luar Angkasa
4 January 2008, 23:39 | Kontemporer | 7.813 views
Apakah Imam Mahdi Adalah Seorang Nabi?
3 January 2008, 22:59 | Aqidah | 8.217 views
Sisipan Dalam Al-Qur'an
3 January 2008, 22:33 | Quran | 6.932 views
Quran Tidak Mewajibkan Kerudung Hanya Menganjurkan?
2 January 2008, 08:00 | Quran | 9.703 views
Pembagian Harta Waris
31 December 2007, 23:44 | Mawaris | 7.034 views
Bulan Terbelah
31 December 2007, 21:19 | Quran | 6.520 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 38,368,541 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

18-11-2019
Subuh 04:04 | Zhuhur 11:39 | Ashar 15:02 | Maghrib 17:54 | Isya 19:06 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img