Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Memakan Daging atau Darah Ular untuk Obat | rumahfiqih.com

Memakan Daging atau Darah Ular untuk Obat

Tue 22 January 2008 03:02 | Kontemporer | 13.929 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalamu'alakkum wr. wb.

Pak Ustadz yang saya hormati

Anak saya menderita sakit psioriasis, menurut penjelaasan dokter penyakit ini sampai dengan sekarang belum ada obatnya, saya sudah membawanya berobat sampai dengan pengobatan alternatif dann akhirnya kembali ke dokter, namun sampai dengan saat ini belum juga sembuh.

Ada yang menyarankan dengan meminum darah ular setelah sebelumnya yang bersangkutan melihat tayangan di tv menenai pengobatan dengan darah ular yang di antaranya dapat menyembuhkan psiorasis

Pertanyan saya: bagaimana hukummnya memminum darah ular untutk obat setelah berusaha mencari pengobatan lain blum ditemukan (mudhorot)?

Terima kasih

Wassalam,

Cms@dt

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ular adalah hewan yang telah disepakati oleh para ulama keharamannya untukdimakan. Karena ular termasuk hewan yang diperintahkan untuk dibunuh.

Namun apakah seseorang boleh memakannya, misalnya untuk obat?

Ada dua pendapat di kalangan ulama tentang hukum berobat dengan sesuatu yang haram. Pendapat yang pertama mengharamkan secara total. Pendapat kedua membolehkan karena darurat.

1. Pendapat Yang Mengharamkan

Pendapat ini menyatakan bahwa apa pun dalihnya, pokoknya haram hukumnya bagi seorang muslim memakan hewan yang sudah diharamkan Allah untuk mengkonsumsinya. Mereka juga tidak menerima kalau dikatakan bahwa sebuah penyakit tidak ada obatnya.

Sebab ada dalil yang shahih yang menyebutkan bahwa Allah SWT tidak menurunkan penyakit kecuali disertai juga dengan obatnya.

Sesungguhnya Allah SWT menurunkan penyakit dan obat, dan menjadikan setiap penyakit ada obatnya. Hendaklah kalian berobat, dan janganlah kalian berobat dengan sesuatu yang haram.” (HR Abu Dawud).

Dengan hadits ini maka makan daging atau darah ular hukumnya haram. Walau pun tujuannya untuk berobat atau mencari kesembuhan. Sebab tidak ada penyakit yang tidak ada obatnya. Dan obat itu sudah diturunkan Allah SWT beserta dengan turunnya penyakit. Tugas kita adalah menemukan obat yang telah Allah SWT turunkan. Bukan menggunakan obat yang diharakamkan.

Bahkan ada hadits yang justru menyebutkan bahwa bila sesuatu makanan itu haram, maka pasti bukan obat. Karena Allah SWT tidak pernah menjadikan obat dari sesuatu yang hukumnya haram.

”Sesungguhnya Allah tidak menjadikan obat bagimu pada apa-apa yang diharamkankan Allah atasmu.” (HR Bukhari dan Baihaqi).

Maka semakin jelas menurut pendapat ini bahwa makan daging ular atau minum darahnya bukanlah sebuah upaya penyembuhan yang benar. Karena obat itu tidak pernah diturunkan kecuali berupa benda-benda yang halal.

2. Pendapat Yang Menghalalkan

Pendapat kedua yang menghalalkan berobat dengan sesuatu yang haram, menggunakan dua dalil utama.

2.1. Dalil Kedaruratan

Dalam hukum syariat, ada kaidah bahwa sesuatu yang dharurat itu bisa menghalakan sesuatu yang dilarang. Ad-Dharuratu tubihul mahdzurat. Selain itu Allah SWT telah berfirman:

Dan barangsiapa yang terpaksa pada (waktu) kelaparan dengan tidak sengaja untuk berbuat dosa, maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun dan Maha Belas-kasih. (QS. Al-Maidah: 3)

Allah telah menerangkan kepadamu apa-apa yang Ia telah haramkan atas kamu, kecuali kamu dalam keadaan terpaksa." (QS. Al-An'am: 119)

Namun mereka sepakat dalammenetapkan syarat-syarat yang harus terpenuhi, antara lain:

  • Terdapat bahaya yang mengancam kehidupan manusia jika tidak berobat.
  • Tidak ada obat lain yang halal sebagai ganti obat yang haram itu.
  • Adanya suatu pernyataan dari seorang dokter muslim yang dapat dipercaya, baik pemeriksaannya maupun agamanya (i'tikad baiknya)

2.2. Rukhshah (Keringanan) di Masa Nabi

Selain itu mereka juga menggunakan kejadian di masa Nabi di mana -menurut mereka- ada hadits-hadits yang membolehkan berobat dengan benda najis dan haram, sebagai sebuah keringanan atau rukhshah.

Misalnya hadits yang menyebutkan bahwa Nabi SAW pernah membolehkan suku ‘Ukl dan ‘Uraynah berobat dengan meminum air kencing unta. Hadits ini membolehkan berobat dengan najis, sebab air kencing unta itu najis menurut kebanyakan ulama. Walau pun mazhab Hanbali mengatakan bahwa air kencing unta tidak najis, karena daging unta halal dimakan.

Selain itu juga hadits dari Anas radhiyallahu 'anhu yang menyebutkan bahwa Rasulullah SAW memberi keringanan (rukhsah) kepada Zubair bin Al-‘Awwam dan Abdurrahman bin Auf untuk memakai kain sutera.

Padahal begitu banyak hadits yang mengharakan laki-laki muslim mengenakan pakaian yang terbuat dari sutera. Namun lantaran kdua shahabat itu menderita penyakit gatal-gatal, maka beliau pun memberikan keringanan untuk memakainya.

Hadits ini shahih karena terdapat di dalam dua kitab tershahih di dunia, yaitu As-Shahih ImamAl-Bukhari dan Imam Muslim.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Keheranan Tentang Kristenisasi
21 January 2008, 01:16 | Aqidah | 5.667 views
Hukum Asuransi Dalam Al-Quran
20 January 2008, 15:16 | Muamalat | 12.066 views
Puasa Hari Jumat
18 January 2008, 06:39 | Puasa | 5.977 views
Prosentase Biaya Titipan Barang yang Digadai dan Waktu Gadai
18 January 2008, 06:38 | Muamalat | 5.761 views
Islam Vs Ahmadiyah
17 January 2008, 12:52 | Aqidah | 5.620 views
JIL: Sesat atau Kebebasan Berpikir?
17 January 2008, 02:41 | Aqidah | 6.429 views
Apakah Ketika Azan Harus Berdiri?
16 January 2008, 10:21 | Shalat | 10.081 views
Pelarangan Khamar di Dunia Islam dan Negeri Sekuler
16 January 2008, 09:59 | Kuliner | 5.455 views
Allah Berbahasa Arab....?
16 January 2008, 08:24 | Umum | 6.117 views
Mudahnya Memvonis Golongan Lain Bid'ah
15 January 2008, 00:19 | Kontemporer | 5.514 views
Hadits Bukan Wahyu?
14 January 2008, 22:55 | Hadits | 4.639 views
Sholat Jamaah dan Permasalahannya
14 January 2008, 01:25 | Shalat | 6.635 views
Gadai Sawah
13 January 2008, 23:32 | Muamalat | 5.678 views
Syarat Menjadi Ahli Tafsir
13 January 2008, 12:29 | Quran | 7.825 views
Haramkah Menyapa Non Muslim dengan Ucapan Selamat Pagi?
12 January 2008, 11:45 | Umum | 6.367 views
Wajibkah Kita Tahu Hadits Wajib dan Sunah Dalam Shalat?
12 January 2008, 10:50 | Shalat | 5.135 views
Tingkatan dan Jenis Hadits
12 January 2008, 02:07 | Hadits | 22.578 views
Haruskah Memasang Hijab Pada Pesta Walimah?
10 January 2008, 23:54 | Nikah | 7.656 views
Shahihkah Semua Hadits Tentang Akhir Zaman
10 January 2008, 16:16 | Hadits | 7.688 views
Keadaan Ummat Islam Indonesia Saat Ini...
10 January 2008, 05:57 | Umum | 4.689 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 28,080,888 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema