Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Jaminan Masuk Surga | rumahfiqih.com

Jaminan Masuk Surga

Wed 23 January 2008 01:41 | Aqidah | 9.158 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Dear pak Uztadz,

Setiap orang pasti ingin masuk surga. Yang menjadi pikiran saya adalah apa yang dapat menjamin kita masuk surga? Kalau dalam Islam tidak ada jaminan lalu dalam apa kita mendapatkannya? Di dalam agama Nasrani ada jaminan bila percaya dalam nama Yesus dan melakukan kehendaknya akan mendapat jaminan masuk surga, mohon penjelasan lebih lanjut. Terima Kasih.

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Sebenarnya dalam konsep Islam, semua umat Islam pada akhirnya juga akan masuk surga. Bedanya dengan konsep Kristiani, tidak ada jaminan untuk langsung masuk surga. Karena titik tekannya adalah pada kata 'pada akhirnya'. Itu berarti bahwa pada awalnya belum tentu semua masuk surga. Akan ada banyak yang masuk neraka terlebih dahulu.

Beda yang kedua, dalam kosep aqidah Islam, tidak ada pihak yang menjamin seseorang pasti langsung masuk surga. Yang dijamin pasti masuk surga hanyalah para nabi saja. Dan Islam tidak mengenakonsep seseorang yang melakukan penebusan dosa. Maka dosa-dosa itu harus ditebus sendiri oleh yang melakukannya, sejak dari kehidupan di dunia ini, lewat taubat dan permohonan ampunan dari Allah SWT, serta dari orang-orang yang kita zhalimi.

Kalau dosa itu tidak ditebus sekarang ini, maka harus ditebus di akhirat, yaitu siksa di dalam api neraka.

Dalil-dalil

Lalu dari mana kita bisa mengatakan bahwa 'pada akhirnya' semua orang Islam akan masuk surga? Adakah dalilnya?

Jawabnya memang ada dalilnya. Di beberapa hadits nabi yang shahih, kita menemukan landasan atas hal itu.

Dari Utsman bin Affan radhiyallahu 'anhu berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Orang yang meninggal dunia dan dia mengetahui bahwa tiada tuhan selain Allah, masuk surga."

Dari Abi Hurairah radhiyallahu 'anhu berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Orang yang berkata tiada tuhan selain Allah dan bahwa Aku adalah utusan Allah, tanpa perasaan ragu, kecuali dia masuk surga."

Dari Abi Hurairah radhiyallahu 'anhu bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Siapa yang menemuiku di balik dinding ini dengan bersaksi tidak ada tuhan selain Allah dengan meyakini di dalam hati, maka berilah padanya kabar gembira dengan surga."

Dari Utsman bin Malik radhiyallahu 'anhu bahwa Nabi SAW bersabda, "Sesungguhnya Allah SWT mengharamkan neraka buat orang yang mengatakan tidak ada tuhan selain Allah dengan mengharapkan wajhallah".

Lewat Neraka Dulu

Akan tetapi kalau seorang sudah punya iman dan mengikrarkan dua kalimat syahadat, namun di masih punya banyak dosa maksiat yang dibawa mati, dan Allah SWT tidak mengampuni, tentu saja dosa-dosa harus ditebus terlebih dahulu dengan siksa di neraka.

Penebusan dosa dengan siksa di neraka inilah yang seharusnya kita takutkan, terutama buat kita yang selalu bergelimang dengan dosa. Padahal semua perbuatan kita, baik yang besar atau yang kecil, semua akan dilihat oleh Allah.

Dan barangsiapa yang mengerjakan kebaikan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat nya pula. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat nya pula. (QS. Az-Zalzalah: 7-8)

Jadi satu-satunya jalan agar kita bisa masuk surga tanpa harus lewat neraka terlebih dahulu adalah dengan mensterilkan diri dari dosa, maksiat dan pembangkangan diri dari perintah Allah. Dan itu berarti kita harus jadi orang muslim yang taat, bukan hanya taat beribadah dan menjalankan ritual, melainkan juga taat dalam arti tidak melanggar larangan dan hal-hal yang diharamkan Allah.

Kita diharamkan makan harta yang haram, berzina, minum khamar, melukai orang atau membunuhnya, menipu, memeras, melecehkan, mengejek, mencaci dan semua tindakan yang tidak terpuji.

Kalau pun seseorang terlanjur dijebak oleh syetan dan khilaf melakukan dosa dan maksiat, maka hal yang harus dikerjakan secepatnya adalah berhenti dari dosa tersebut, apa pun resikonya, lalu meminta ampunan kepada Allah, bertaubat dan bersumpah untuk tidak pernah lagi melakukannya.

Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa. (QS. Ali Imran: 133)

Dan jaminannya adalah ampunan di dunia ini, sehingga kalau nanti meninggal dunia, tidak ada lagi beban dosa yang harus dipertanggung-jawabkan.

Orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan keji yang selain dari kesalahan-kesalahan kecil. Sesungguhnya Tuhanmu maha luas ampunanNya. Dan Dia lebih mengetahui mu ketika Dia menjadikan kamu dari tanah dan ketika kamu masih janin dalam perut ibumu; maka janganlah kamu mengatakan dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui tentang orang yang bertakwa.(QS. An-Najm: 32)

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Shalat Ghoib untuk Isteri Ustad Hidayat NW
22 January 2008, 04:11 | Shalat | 6.208 views
Memakan Daging atau Darah Ular untuk Obat
22 January 2008, 03:02 | Kontemporer | 22.350 views
Keheranan Tentang Kristenisasi
21 January 2008, 01:16 | Aqidah | 6.584 views
Hukum Asuransi Dalam Al-Quran
20 January 2008, 15:16 | Muamalat | 15.928 views
Puasa Hari Jumat
18 January 2008, 06:39 | Puasa | 6.871 views
Prosentase Biaya Titipan Barang yang Digadai dan Waktu Gadai
18 January 2008, 06:38 | Muamalat | 7.094 views
Islam Vs Ahmadiyah
17 January 2008, 12:52 | Aqidah | 6.341 views
JIL: Sesat atau Kebebasan Berpikir?
17 January 2008, 02:41 | Aqidah | 7.467 views
Apakah Ketika Azan Harus Berdiri?
16 January 2008, 10:21 | Shalat | 15.502 views
Pelarangan Khamar di Dunia Islam dan Negeri Sekuler
16 January 2008, 09:59 | Kuliner | 6.417 views
Allah Berbahasa Arab....?
16 January 2008, 08:24 | Umum | 7.543 views
Mudahnya Memvonis Golongan Lain Bid'ah
15 January 2008, 00:19 | Kontemporer | 6.416 views
Hadits Bukan Wahyu?
14 January 2008, 22:55 | Hadits | 5.277 views
Sholat Jamaah dan Permasalahannya
14 January 2008, 01:25 | Shalat | 8.072 views
Gadai Sawah
13 January 2008, 23:32 | Muamalat | 7.080 views
Syarat Menjadi Ahli Tafsir
13 January 2008, 12:29 | Quran | 10.191 views
Haramkah Menyapa Non Muslim dengan Ucapan Selamat Pagi?
12 January 2008, 11:45 | Umum | 8.264 views
Wajibkah Kita Tahu Hadits Wajib dan Sunah Dalam Shalat?
12 January 2008, 10:50 | Shalat | 6.210 views
Tingkatan dan Jenis Hadits
12 January 2008, 02:07 | Hadits | 49.923 views
Haruskah Memasang Hijab Pada Pesta Walimah?
10 January 2008, 23:54 | Nikah | 9.433 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 36,244,368 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

16-9-2019
Subuh 04:30 | Zhuhur 11:49 | Ashar 15:03 | Maghrib 17:53 | Isya 19:00 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img