Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Kapasitas untuk Mendhoifkan Hadits | rumahfiqih.com

Kapasitas untuk Mendhoifkan Hadits

Thu 24 January 2008 00:18 | Hadits | 6.449 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalamu'alaikum wr.wb,

Sebelumnya ana berdoa semoga forum ini menjadi semakin exist karena kita semua umat Islam sering bingung dengan banyaknya pertentangan di antara sesama muslim sendiri.

Akhir-akhir ini banyak sekali ana melihat perbedaan pendapat di antara ulama kita sudah semakin melihat khususnya mengenai hadits dhoif.

Sebetulnya sampai sejauh mana kapasitas ulama sehingga bisa mendhoifkan hadits, seperti syaikh albani banyak mendhoifkan hadits tirmidzi. Karena menurut ana setiap ulama hadits sebelum menyusun kitab pasti melalui proses yang panjang dan istikharah terlebih dahulu. Padahal kalo menurut ana Imam yang empat, Imam Tirmidzi dan yang lainnya lebih dekat ke zaman para Shahabat dibandingkan syaikh Al-bani sebagai ulama mutaakhir

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Syeikh Al-Albani memang punya kapasitas sebagai muhaddits, di mana beliau memang secara tekun dan selama bertahun-tahun melakukan penelitian dan penelusuran di dalam perpustakaan Damaskus.

Memang seringkali muncul keberatan dari sesama pakar hadits di masa sekarang ini atas kesimpulan beliau. Sebab bukan hanya hadits yang dishahihkan oleh At-Tirmizy saja yang pernah beliau dhaifkan, bahkan yang telah dishahihkan oleh Imam Al-Bukhari pun juga ada.

Barangkali inilah yang kemudian menimbulkan berbagai keberatan dari para pakar hadits di masa sekarang. Siapa sih seorang Al-Albani, kok berani-beraninya mendhaifkan hadits yang Al-Bukhari saja telah menshahihkan? Kira-kira begitulah pertanyaannya.

Apalagi kemudian Al-Albani sering dianggap melewati batas kapasitasnya. Seorang muhaddits perannya hanya sampai kepada kesimpulan tentang keshahihan suatu riwayat. Tidak punya kapasitas dan otoritas dalam menyimpulkanhukum. Namun seringkali beliau juga ikut berijtihad layaknya seorang ahli fiqih. Bahkan sering mengeluarkan statetmen bid'ah dan sejenisnya. Dan banyak lagi keberatan-keberatan yang diarahkan kepada beliau.

Ijtihad Al-Albani

Apa yang beliau simpulkan dari penelaahan tentunya menjadi sebuah ijtihad pribadi beliau. Kita tentu perlu menghormatinya meski boleh jadi kita tidak pernah diwajibkan untuk selalu terpaku kepada hasil ijtihad seseorang.

Maka kalau misalnya suatu ketika beliau mendhaifkan sebuah hadits yang pernah dishahihkan oleh ulama di masa lalu, kita harus ber-husnudzdzan kepada beliau.

Pertama, kita yakin bahwa beliau tidak melakukan pendhaifan karena hawa nafsu, riya' atau keinginan untuk sekedar menonjol-nonjolkan diri. Orang-orang yang mengenal beliau tahu persis bahwa beliau jauh dari sikap-sikap seperti itu.

Kedua, kita yakin bahwa beliau adalah seorang yang telah memiliki kapasitas yang cukup untuk boleh melakukan al-hukmu 'alal hadits. Maksudnya memberi status hukum atas suatu hadits. Lepas dari masalah level beliau yang pastinya lebih rendah dibandingkan dengan para muhaddits di masa lalu seperti Al-Bukhari, Muslim, At-Tirmizy, Ibnu Hajar Al-Asqalani dan seterusnya.

Ketiga, kita juga percaya bahwa ijtihad yang dilakukan oleh seorang ulama tidaklah mengugurkan hasil ijtihad ulama lainnya, apabila keduanya tidak sama.

Ketika kita lebih cenderung memilih salah satu hasil ijtihad, kita tidak perlu membenci orang yang memilih hasil ijtihad yang lain. Apalagi harus sampai memusuhi, mencaci maki, menjelek-jelekkan atau mengumbar kalimat yang melecehkan.

Kita menghormati Syeikh Al-Albani dengan segala ilmunya, tidak sedikit hasil ijtihad beliau yang sangat membantu tsaqafah umat Islam. Tentunya kita harus jujur mengucapkan terima kasih kepada beliau atas semua ini. Semoga Allah SWT menerima semua amal beliau dan meninggikan derajat beliau di sisi-Nya.

Kalau pun suatu ketika seseorang tidak setuju dengan hasil ijtihad dan pandangan beliau, karena barangkali sudah ada hasil ijtihad yang lebih diyakininya, tentu tidak harus melahirkan rasa tidak suka dari para murid dan pengikut beliau.

Sayangnya sebagian dari kalangan yang merasa sebagai murid beliau terkadang agak over dalam bersikap. Seolah-olah Al-Albani adalah segalanya dan satu-satunya tolok ukur kebenaran. Sama sekali suci dari kesalahan dan kekhilafan. Siapa pun yang tidak sepaham dengan syeikh itu, dianggapnya sebagai ahli bid'ah, sesat dan calon penghuni neraka. Kalau perlu diboikot, tidakdisapa dan kalau bertemu harus buang muka. Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Zakat Sebagai Penerimaan Negara...
23 January 2008, 02:54 | Zakat | 8.519 views
Jaminan Masuk Surga
23 January 2008, 01:41 | Aqidah | 9.508 views
Shalat Ghoib untuk Isteri Ustad Hidayat NW
22 January 2008, 04:11 | Shalat | 6.413 views
Memakan Daging atau Darah Ular untuk Obat
22 January 2008, 03:02 | Kontemporer | 24.263 views
Keheranan Tentang Kristenisasi
21 January 2008, 01:16 | Aqidah | 6.762 views
Hukum Asuransi Dalam Al-Quran
20 January 2008, 15:16 | Muamalat | 16.871 views
Puasa Hari Jumat
18 January 2008, 06:39 | Puasa | 7.042 views
Prosentase Biaya Titipan Barang yang Digadai dan Waktu Gadai
18 January 2008, 06:38 | Muamalat | 7.368 views
Islam Vs Ahmadiyah
17 January 2008, 12:52 | Aqidah | 6.475 views
JIL: Sesat atau Kebebasan Berpikir?
17 January 2008, 02:41 | Aqidah | 7.662 views
Apakah Ketika Azan Harus Berdiri?
16 January 2008, 10:21 | Shalat | 16.229 views
Pelarangan Khamar di Dunia Islam dan Negeri Sekuler
16 January 2008, 09:59 | Kuliner | 6.625 views
Allah Berbahasa Arab....?
16 January 2008, 08:24 | Umum | 7.847 views
Mudahnya Memvonis Golongan Lain Bid'ah
15 January 2008, 00:19 | Kontemporer | 6.569 views
Hadits Bukan Wahyu?
14 January 2008, 22:55 | Hadits | 5.419 views
Sholat Jamaah dan Permasalahannya
14 January 2008, 01:25 | Shalat | 8.525 views
Gadai Sawah
13 January 2008, 23:32 | Muamalat | 7.675 views
Syarat Menjadi Ahli Tafsir
13 January 2008, 12:29 | Quran | 11.315 views
Haramkah Menyapa Non Muslim dengan Ucapan Selamat Pagi?
12 January 2008, 11:45 | Umum | 8.798 views
Wajibkah Kita Tahu Hadits Wajib dan Sunah Dalam Shalat?
12 January 2008, 10:50 | Shalat | 6.402 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 38,523,941 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

22-11-2019
Subuh 04:04 | Zhuhur 11:40 | Ashar 15:04 | Maghrib 17:55 | Isya 19:08 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img