Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Hadis Qudsi | rumahfiqih.com

Hadis Qudsi

Thu 24 January 2008 23:29 | Hadits | 8.548 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Bagaimana tentang hadist qudsi itu, apakah wahyu langsung dari Allah SWT lalu, nabi yang menulis atau gmana, mohon penjelasan

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Hadis qudsi adalah hadis yang oleh Rasulullah SAW disandarkan kepada Allah. Maksudnya, RasulullahSAW meriwayatkannya bahwa itu adalahperkataan Allah. Jadi boleh dibilang bahwa RasulullahSAW menjadi perawi perkataanAllah ini. Sedangkan lafadznya dari redaksibeliau SAW sendiri.

Bila seseorang meriwayatkan hadis qudsi, dia meriwayatkannya dari Allah dengan disandarkan kepada Allah dengan mengatakan, "RasulullahSAW mengatakan mengenai apa yang diriwayatkannya dari Tuhannya, " atau ia mengatakan, "RasulullahSAW bersabda, 'Allah telah berfirman atau berfirman Allah'."

Mungkin Anda akan bertanya, lalu apa perbedaan hakiki antara hadits Qudsi dengan Al-Quran? Bukankah keduanya sama-sama wahyu yang datang dari Allah SWT, dua-duanya adalah perkataan Allah. Lalu kenapa harus berbeda?

Untuk menjawab pertanyaan ini, para ulama telah membuat beberapa point perbedaan yang asasi, sehingga kelihatan jelas apa beda antara kedua. Di antara poin-poin itu adalah

1. Lafadz Al-Quran adalah Mukjizat

Alquran adalah perkataan Allah yang diwahyukan kepada Rasulullah SAW dengan redaksi (lafadz) asli. Rasulullah SAW sama sekali tidak menambahi atau mengomentari apa pun. Jadi kata-kata itu asli sebagaimana adanya.

Kenapa demikian?

Karena ternyata ayat-ayat itu mengandung mukjizat dari Allah SWT. Mukjizatnya berupa keindahan tata bahasanya. Dengan keindahan itu, orang Arab ditantang, tetapi mereka tidak mampu membuat seperti Alquran itu.

Tantangan itu tetap berlaku, karena Alquran adalah mukjizat yang abadi hingga hari kiamat. Adapun hadis qudsi tidak untuk menantang dan tidak pula untuk mukjizat.

Sedangkan hadits qudsi, meski merupakan perkataan dari Allah juga, namun dari segi bahasa tidak didesain untuk dijadikan mukjizat keindahan bahasa.

2. Baca Quran adalah Ibadah

Perbedaan kedua antara hadits Qudsi dengan Al-Quran adalah lafadz-lafadz di dalam Al-Quran bernilai sakral, sehingga meski tidak tahu artinya, cukup membacanya atau melafadzkannya saja sudahmerupakan ibadah. Tentu bukan berarti kita hanya cukup membacanya saja.

Tapi yang juga perlu diakui adalah bahwa lafadz Al-Quran itu bersifat sakral, sehingga ketika kita melakukan ritual ibadah shalat, lafadz Al-Quran itulah yang kita baca, bukan hadits Qudsi.

"Maka, bacalah apa yang mudah bagimu dalam Alquran itu." (QS. Al-Muzamil: 20).

Allah SWT menjanjikan bahwa tiap huruf yang diucapkan menghasilkan pahala tersendiri, diluar pahala dari mengerti makna dan isi kandungannya.

"Barang siapa membaca satu huruf dari Alquran, dia akan memperoleh satu kebaikan. Dan, kebaikan itu akan dibalas sepuluh kali lipat. Aku tidak mengatakan alif laam miim itu satu huruf. Tetapi alif satu huruf, laam satu huruf, dan miim satu huruf." (HR Tirmizi dan Ibnu Mas'ud).

Adapun hadis qudsi tidak disuruh membacanya dalam salat. Allah memberikan pahala membaca hadis qudsi secara umum saja. Maka, membaca hadis qudsi tidak akan memperoleh pahala seperti yang disebutkan dalam hadis mengenai membaca Alquran bahwa pada setiap huruf mendapatkan sepuluh kebaikan.

3. Al-Quran Diriwayatkan Secara Mutawatir

Yang ketiga kita bedakan antara hadits Qudsi dengan AL-Quran dari segi jalur periwayatan sanad.

Seluruh isi Alquran sampai kepada kita lewat jalur yang mutawatir, sehingga kepastiannya mutlak. As-Suyuthi menjelaskan bahwa riwayat mutawatir itu adalah bahwa di setiap level periwayatan minimal ada sepuluh orang yang meriwayatkan dengan lafadz yang sama persis.

Adapun hadis-hadis qudsi kebanyakan berupa periwayatannya yang terkadang hanya lewat satu orang perawi saja, kadang dua orang, kadang tiga sampai bisa juga sepuluh orang. Tetapi tidak pada semua level periwayatan berjumlah sepuluh orang. Jumlah perawi yang tidak lengkap selalu minimal sepuluh orang ini disebut dengan istilah hadits ahad.

Kalau kita lihat dari sudut pandang kekuatan periwayatan, tentu saja yang mutawatir itu lebih kuat dan mutlak kebenarannya. Sedangkan yang lewat jalur ahad tentu lebih lemah kekuatan periwayatanya.

Sederhananya, hadits Qudsi itu ada yang shahih, tapi bisa juga hasan atau bisa juga dhaif.

Jadi itulah kira-kira perbedaan hakiki antara haditsQudsi dengan Al-Quran, meski keduanya sama-sama wahyu dari Allah SWT juga. Semoga bermanfaat.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Bagaimana Hukumnya Punya Hutang kepada Orang Tua yang Sudah Meninggal?
24 January 2008, 01:28 | Mawaris | 18.338 views
Kapasitas untuk Mendhoifkan Hadits
24 January 2008, 00:18 | Hadits | 6.429 views
Zakat Sebagai Penerimaan Negara...
23 January 2008, 02:54 | Zakat | 8.491 views
Jaminan Masuk Surga
23 January 2008, 01:41 | Aqidah | 9.481 views
Shalat Ghoib untuk Isteri Ustad Hidayat NW
22 January 2008, 04:11 | Shalat | 6.397 views
Memakan Daging atau Darah Ular untuk Obat
22 January 2008, 03:02 | Kontemporer | 24.123 views
Keheranan Tentang Kristenisasi
21 January 2008, 01:16 | Aqidah | 6.743 views
Hukum Asuransi Dalam Al-Quran
20 January 2008, 15:16 | Muamalat | 16.790 views
Puasa Hari Jumat
18 January 2008, 06:39 | Puasa | 7.029 views
Prosentase Biaya Titipan Barang yang Digadai dan Waktu Gadai
18 January 2008, 06:38 | Muamalat | 7.346 views
Islam Vs Ahmadiyah
17 January 2008, 12:52 | Aqidah | 6.460 views
JIL: Sesat atau Kebebasan Berpikir?
17 January 2008, 02:41 | Aqidah | 7.644 views
Apakah Ketika Azan Harus Berdiri?
16 January 2008, 10:21 | Shalat | 16.185 views
Pelarangan Khamar di Dunia Islam dan Negeri Sekuler
16 January 2008, 09:59 | Kuliner | 6.605 views
Allah Berbahasa Arab....?
16 January 2008, 08:24 | Umum | 7.826 views
Mudahnya Memvonis Golongan Lain Bid'ah
15 January 2008, 00:19 | Kontemporer | 6.553 views
Hadits Bukan Wahyu?
14 January 2008, 22:55 | Hadits | 5.407 views
Sholat Jamaah dan Permasalahannya
14 January 2008, 01:25 | Shalat | 8.500 views
Gadai Sawah
13 January 2008, 23:32 | Muamalat | 7.631 views
Syarat Menjadi Ahli Tafsir
13 January 2008, 12:29 | Quran | 11.236 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 38,367,786 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

18-11-2019
Subuh 04:04 | Zhuhur 11:39 | Ashar 15:02 | Maghrib 17:54 | Isya 19:06 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img