Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Hukum Menguburkan Jenazah Berikut Peti Matinya | rumahfiqih.com

Hukum Menguburkan Jenazah Berikut Peti Matinya

Tue 29 January 2008 01:31 | Umum | 12.035 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalammu'alaikum Wr Wb...

Pak Ustadz, apa hukumnya mengubur jenazah berikut peti matinya dikubur bersama jenazah tersebut.

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Pada prinsipnya Islam mengajarkan kesederhanaan dalam proses penguburan jenazah. Kain kafan pun lebih utama yang murah, bukan yang mahal, karena toh pada akhirnya hanya akan menjadi sesuatu yang terbuang percuma. Dan mahal atau murahnya kain kafan yang digunakan, sama sekali tidak ada pengaruhnya buat jenazah di alam kuburnya.

Hukum Peti Kayu Jenazah

Memang ada perbedaan pendapat di kalangan para ulama tentang hukum menguburkan jenazah dengan menggunakan peti mati yang terbuat darikayu.

Di dalam kitab Al-Fiqhu 'ala Mazahibil Arba'ah terbitan Departemen Waqaf Mesir, disebutkan perbedaan pandangan para ulama dalam masalah ini.

  • Mazhab Al-Malikiyah menyebut bahwa menguburkan jenazah dengan kotak kayu merupakan perbuatan khilaful awla. Maksudnya sesuatu yang bertentang dengan keutamaan.
  • Sedangkan mazhab Al-Hanafiyah dan Asy-Syafi'iyah menyebutnya sebagai makruh, kecuali karena ada hajat. Misalnya, tanahnya lembek sehingga akan menyulitkan proses penguburan.
  • Mazhab Al-Hanabilah menyebutkan bahwa hukumnya makruh secara mutlak, tanpa kecuali dan apa pun alasannya.

Dalam kitab Al-Fatawa Al-Islamiyah Syeikh Abdul Majid Salim, jilid 4 halaman 1264, disebutkan bahwa menguburkan jenazah dalam peti kayu hukumnya karahah (dibenci). Kecuali bila tanahnya terlalu lembek. Namun bila jenazahnya perempuan, maka lebih utama menggunakan peti, demi menjaga aurat dan kehormatannya, terutama saat menurunkan jenazah.

Majelis Al-Majma' Al-Islami yang berada di bawah naungan Rabithah Alam Al-Islami dalam fatwanya tentang menguburkan jenazah di dalam peti matinya, menyebutkan bahwa:

  1. Setiap amal dan sikap yang dilakukan oleh seorang muslim dengan maksud untuk menyerupai perbuatan orang non muslim, hukumnya mahdzhur syar'an dan terlarang secara syariah dengan dasar hadits nabawiyah.
  2. Dan menguburkan jenazah di dalam peti mati, kalau niatnya untuk menyerupai orang kafir, maka hukumnya haram. Tapi kalau niatnya bukan karena ingin menyerupai orang kafir, maka hukumnya makruh. Selama tidak ada hajat, maka bila ada hajat hukumnya tidak mengapa.

Di dalam tafsir Al-Jami' li Ahkamil Quran karya Al-Imam Al-Qurthubi jilid 10 halaman 381, disebutkan bahwa menguburkan jenazah dalam peti kayu hukumnya boleh, terutama bila tanahnya lembek.

Diriwayatkan bahwa Nabi Danial dikuburkan di dalam peti yang terbuat dari batu. Dan disebutkan juga bahwa Nabi Yusuf 'alaihissalam dikuburkan dalam peti dari kaca dan dimasukkan ke dalam sumur, karena takut akan disembah jasadnya. Hingga sampai zaman Nabi Musa, jenazah itu kemudian diangkat dan dimasukkan ke kuburan nabi Ishak. Namun riwayat ini tidak didukung oleh dasar yang kuat.

Wallahu 'alam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Karangan Bunga Buat Almarhum Pak Harto
29 January 2008, 00:36 | Umum | 5.192 views
Dakwah Manhaj Salaf
27 January 2008, 22:30 | Kontemporer | 10.718 views
Masalah Kilafiyah dengan Bid'ah
26 January 2008, 01:21 | Ushul Fiqih | 9.165 views
Apa yang Dimaksud dengan Syirkah Mudharabah
25 January 2008, 23:17 | Muamalat | 28.205 views
Kelompok Mana yang Ustadz Rekomendasikan?
25 January 2008, 01:26 | Kontemporer | 7.003 views
Hadis Qudsi
24 January 2008, 23:29 | Hadits | 7.814 views
Bagaimana Hukumnya Punya Hutang kepada Orang Tua yang Sudah Meninggal?
24 January 2008, 01:28 | Mawaris | 16.419 views
Kapasitas untuk Mendhoifkan Hadits
24 January 2008, 00:18 | Hadits | 6.041 views
Zakat Sebagai Penerimaan Negara...
23 January 2008, 02:54 | Zakat | 6.727 views
Jaminan Masuk Surga
23 January 2008, 01:41 | Aqidah | 8.935 views
Shalat Ghoib untuk Isteri Ustad Hidayat NW
22 January 2008, 04:11 | Shalat | 6.063 views
Memakan Daging atau Darah Ular untuk Obat
22 January 2008, 03:02 | Kontemporer | 21.334 views
Keheranan Tentang Kristenisasi
21 January 2008, 01:16 | Aqidah | 6.454 views
Hukum Asuransi Dalam Al-Quran
20 January 2008, 15:16 | Muamalat | 15.628 views
Puasa Hari Jumat
18 January 2008, 06:39 | Puasa | 6.733 views
Prosentase Biaya Titipan Barang yang Digadai dan Waktu Gadai
18 January 2008, 06:38 | Muamalat | 6.944 views
Islam Vs Ahmadiyah
17 January 2008, 12:52 | Aqidah | 6.260 views
JIL: Sesat atau Kebebasan Berpikir?
17 January 2008, 02:41 | Aqidah | 7.348 views
Apakah Ketika Azan Harus Berdiri?
16 January 2008, 10:21 | Shalat | 14.899 views
Pelarangan Khamar di Dunia Islam dan Negeri Sekuler
16 January 2008, 09:59 | Kuliner | 6.288 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 35,123,649 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

23-7-2019
Subuh 04:45 | Zhuhur 12:01 | Ashar 15:23 | Maghrib 17:57 | Isya 19:08 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img