Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Mengapa Umat Islam Sulit untuk Bersatu? | rumahfiqih.com

Mengapa Umat Islam Sulit untuk Bersatu?

Tue 19 March 2013 00:01 | Kontemporer | 10.600 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Ustadz yang saya hormati. Saya prihatin dengan kondisi umat Islam indonesia.. selain banyaknya umat Islam yang masih berada dalam kesulitan (ekonomi lemah, pendidikan rendah ditambah dengan lemahnya keimanan).

Di sisi lain, sebagian umat Islam yang mengaku penyeru kepada dinullah malah saling berseteru satu sama lainnya, saling hujat, saling fitnah dan selalu berseberangan satu dengan lainnya disebabkan oleh masalah-masalah khilafiah dan bagaimana suatu kelompok memilih jalan perjuangannya untuk menegakkan Islam.

Tidak jarang satu kelompok mengkafirkan kelompok lain, memfonis sebagai ahli bid'ah dan khurafat. yang lebih memalukan lagi pertentangan mereka dipublikasikan di wahana umum (internet ) yang notabene siapapun bisa mengakses (termasuk para anti Islam)

Mohon maaf kalau saya harus menyebutkan nama. Sebagai contoh, saudara kita yang mengaku sebagai kelompok salafiy. Apabila kita lihat situs-situsnya, sebagian berisi penghujatan terhadap kelompok/jama'ah lain (semisal Ikhwanul muslimin dan jama'ah tabligh). Sepertinya energi mereka habis mereka gunakan untuk mencari-cari kesalahan dan kelemahan jama'ah-jama'ah lain alih-alih mendidik umat Islam yang masih jauh dari aqidah yang lurus.

Apakah dakwah yang seperti itu (baca: metode kelompok salafiy) sesuai dengan prinsip dinul Islam yang mempunyai filosofi rahmatan lil'alamin?

Adakah usaha dari para pimpinan jama'ah-jama'ah itu untuk mencari titik temu dalam memperjuangkan tegaknya Islam yang kita cintai ini?

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Sebenarnya dan sejujunya, tidak semua orang yang mengklaim dirinya sebagai penganut manhaj salaf atau menamanakan kelompok mereka sebagai salafi melakukan hal yang kurang baik itu.

Kami mengenal banyak tokoh mereka, bahkan dahulu pernah satu bangku kuliah. Sebagian dari mereka malah menjadi dosen kami sendiri. Kami menghormati mereka sebagaimana mereka juga bersikap sangat hormat.

Kesan yang kami tangkap dari para ikhwah salafiyyin ini justru simpatik, ramah dan akrab. Meski mereka tetap tampil dengan 'assesoris' khas mreka, yakni menaikkan celana di atas lutut, jenggotnya panjang sampai perut, baju kemeja dikeluarkan, anti nasyid, dan segala ciri khas atribut penganut salafi, tetapi mereka tetap manusia, yang bisa juga bercanda, tertawa bahkan nyaris tidak ada garis batas.

Toh kami dan teman-teman salafi, semuanya saat itu sedang menuntut ilmu, dan kami pun mempelajari khilafiyah fiqhiyah dari kitab-kitab fiqih. Kami yakin para ikhwah aktifis salafi yang pernah duduk di LIPIA saat itu kalau baca tulisan ini, pasti akan mengenang masa manis terindah saat itu.

Mata kuliah Fiqih adalah mata kuliah yang semuanya berisi masalah khilafiyah. Kami harus menghafal sekian banyak pendapat dari para ulama berikut dengan dalilnya. Demikian juga dengan kuliah Ushul Fiqih yang sangat menekankan logika dan kaidah.

Sikap Sebagian Kalangan

Maka kalau ada kesan bahwa sikap teman-teman salafi itu kurang simpatik, suka mencela atau suka mengejek, kami katakan bahwa itu sama sekali tidak mewakili semua salafi.

Banyak ustadz salafi yang sangat berhati-hati dan menjauhkan diri dari sikap-sikap yang agak kurang mengena di hati. Mereka berdakwah mengajak orang ke jalan Allah, dengan niat yang ikhlas dan bersih dari kepentingan pribadi.

Memang kami tidak bisa menafikan bahwa ada sikap-sikap yang anda sebutkan itu. Situs dan media lainnya jelas menggambarkan hal itu. Ini tidak bisa ditampik, karenya nyatanya memang ada.

Tetapi kami yakin bahwa para ikhwah salafiyyin yang shalih, santun, berbudi dan ramah tentu jauh lebih banyak. Mereka tetap memandang banyak hal sebagai bid'ah, syirik dan sebagainya. Namun cara mereka dalam menyampaikan jauh lebih santun, tidak main cela, asal caci apalagi sampai menghalalkan darah.

Faksi-faksi Dalam Salafiyyin

Dan perlu juga kita ketahui bersama, di tengah kalangan salafiyyin sendiri tetap muncul berbagai kelompok, yang mana satu sama lain pun sering kali tidak sepakat. Ketidak-sepakatan ini kadang melahirkan pemandangan yang memalukan, karena mereka jadi bertengkar.

Bahkan para tokoh ulama yang sering dijadikan rujukan oleh kalangan ini, seringkali kita dapati berbeda pendapat.

Kalau kita pernah membaca ada situs salafi yang menghujat suatu kelompok seperti yang anda ceritakan, ketahuilah bahwa nyatanya terhadap sesama salafi sendiri pun juga tidak sepi dari saling hujat. Bahkan kadang lebih serem dari yang kita baca.

Rupanya pertentangan di tengah kelompok yang sama-sama menamakan diri sebagai salafi itu juga seru. Saling caci, saling maki, bahkan sampai taraf mubahalah satu dengan yang lain.

Yang satu menuduh temannya sebagai salafi palsu, lalu membongkar semua 'aib temannya itu di media atau situs mereka, sehingga orang sedunia membacanya. Maka temannya yang dibegitukan tidak terima, lalu balas orang yang menuduhnya dan dikatakan sebagai salafi gadungan. Besoknya muncul tulisan di media untuk membongkar kedok lawannya. Dan begitulah yang sering kita lihat. Weleh-weleh.

Etika Berdakwah

Lucunya, semua mengaku sedang berdakwah, mengajak orang ke jalan Allah, menyebarkan syariat Muhammad SAW. Dan semua mengklaim bahwa kelompoknya saja yang paling benar. Kelompok lainnya dianggap salafi palsu, salafi gadungan, dan harus dibongkar kedoknya.

Kenapa kita tidak melakukan silaturrahim, tukar pikiran, brainstorming dan membangun dialog dengan dilapisi rasa sayang dan kemesraan?

Sebenarnya tidak harus ada perang opini di media sampai harus melakukan caci maki. Karena toh kita bisa melakukan apa yang pernah dilakukan oleh para ulama salaf dahulu, di mana mereka tetap saling bertenggang rasa meski tidak sependapat.

Sedih rasanya kalau membaca kejadian demi kejadian di tengah umat Islam. Semoga ke depan mereka bisa akur dan saling menyayangi.

Akar Masalah Penyebab Sikap Kurang Terpuji

Kalau kita kaji lebih dalam, barangkali ada beberapa hal yang boleh dibilang ikut melatar-belakangi sikap-sikap itu, antara lain:

1. Kesalahan Paradigma Dakwah

Harus secara jujur kita akui bahwa masih seringkali kita -siapa pun juga- punya paradigma keliru terhadap dakwah. Rasanya kalau sudah bisa mentahdzir, memperingatkan, atau mengutuk perbuatan orang yang dianggap salah, berarti dakwah sudah selesai.

Kalau sudah berhasil mencaci maki habis di media internet, rekaman ceramah atau lewat buku dan majalah, berarti urusan sudah selesai.

Sedangkan bagaimana reaksi dan penerimaan mereka yang diingatkan, tidak ada urusan. Biar yang ditahdzir itu merasa terhina sekalian, dan itu memang disengaja, sebab hinaan justru itu dianggap sebagai hukuman atas kesahalannya. Astaghfirullah

Inilah bentuk paradigma yang salah kaprah. Kalau sampai seorang pimpinan kelompok punya pikiran seperti ini, memang masalahnya tidak akan selesai.

2. Rancunya Konsep Mabadi' dan Furu'iyah

Kesalahan kedua adalah tercampur baurnya konsep masalah pokok dengan masalah cabang. Kita sering lihat apa yang dijadikan bahan pertengkaran hanya urusan sepele, tidak jelas ujung pangkalnya. Bahkan para ulama besar pun masih berbeda pendapat.

Tapi perbedaan pendapat itulah kemudian yang dijadikan 'amunisi' untuk menyerang saudaranya. Dan dianggapnya bahwa pendapat yang dibelanya itu adalah kebenaran hakiki. Siapa pun yang tidak setuju dengan pendapat dirinya, maka harus jadi musuhnya.

Kita memang harus tegas kepada kelompok yang jelas-jelas menyimpang dari aqidah, misalnya kalangan Ahmadiyah yang bernabi kepada Mirza Ghulam. Atau kepada kalangan Liberalis yang menyatakan semua agama sama dan benar serta diterima Allah.

Tapi kalau urusan jenggot, isbal, baju kemeja dikeluarkan, minyak wangi, lebih dekat ke urusan furu'iyah, sejak dulu sampai sekarang tidak pernah selesai masalahnya.

3. Kepentingan Pribadi

Dari sekian banyak kasus yang kami ketahui tentang perseteruan antar faksi dan kelompok, yang sangat kami sayangkan justru banyak yang dilatar-belakangi urusan pribadi. Ada yang urusan duit, ada juga yang terkait dengan masalah ketersinggungan personal, ada juga yang masalah sengketa keluarga.

Pokoknya, urusan pribadi sering kali ikut juga memperkeruh suasana. Namun tidak etis rasanya kalau contoh kasusnya dibedah di sini. Nanti malah akan jadi MGM. Apa itu MGM? 'Media Ghibah Nasional'.

Dan kasus-kasus model begini tidak lantas hanya dimiliki oleh satu kelompok saja. Coba kita lihat, nyaris hampir di semua kelompok dakwah, baik yang formal atau yang tidak formal, ternyata tidak juga sepi dari kasus dengan latar belakang seperti ini.

4. Faktor Gengsi

Ini penyakit manusia. Seorang bintang di atas panggung biasanya butuh tepuk tangan. Semakin ditepuki semakin bergayalah dia. Semakin bisa menghujat rekannya, maka semakin berkibarlah dia.

Betapa banyak perseteruan itu kadang sudah lepas dari akar permasalahannya. Yang tersisa tinggal masalah dendam dan gengsi.

Tapi sekali lagi kami katakan ini justru sangat manusiawi. Rupanya tokoh besar pun juga punya titik-titik kelemahan, salah satunya adalah susahnya melawan gengsi.

Tentu masih banyak analisis yang bisa dibedah, insya Allah kapan-kapan kita akan bicarakan lebih panjang, tanpa harus menunjuk hidung, tanpa menyebut nama, tanpa harus ada yang dijatuhkan atau merasa dijatuhkan. Karena penyakit itu adalah penyakit kita bersama, bukan monopoli kalangan tertentu. Semua akan jadi pelajaran penting bagi kita dalam menata umat ini ke depan.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Benarkah Ada Ayat-ayat Yang Saling Kontradiktif
18 March 2013, 02:00 | Quran | 8.981 views
Bolehkah Wanita Jadi Saksi Dalam Pernikahan
17 March 2013, 23:33 | Nikah | 9.315 views
Apakah Kita Baca Al-Fatihah Ketika Shalat di Belakang Imam?
16 March 2013, 23:38 | Shalat | 19.559 views
Yahudi, Kristen dan Islam : Apakah Tuhannya Sama?
16 March 2013, 00:30 | Aqidah | 27.216 views
Tidak Berhukum dengan Hukum Allah: Kafir?
16 March 2013, 00:23 | Negara | 9.230 views
Bolehkah Nikah Tapi Sudah Niat Segera Mentalak?
15 March 2013, 01:18 | Nikah | 7.552 views
Bolehkah Membatalkan Niat Haji Kedua?
13 March 2013, 01:35 | Haji | 6.882 views
Hukum Sunat bagi Perempuan
13 March 2013, 00:56 | Wanita | 11.650 views
Bolehkah Menyembelih Hewan Tanpa Baca Bismillah?
12 March 2013, 00:16 | Qurban Aqiqah | 9.604 views
Hukum Barang Temuan Jam Tangan Di Mall
11 March 2013, 00:34 | Muamalat | 7.434 views
Perempuan Nikah Lagi Sebelum Resmi Cerai
10 March 2013, 11:51 | Nikah | 22.084 views
Satu Dari Empat Penduduk Dunia Adalah Muslim?
8 March 2013, 02:14 | Kontemporer | 7.182 views
Ayah Saya Non Muslim, Lalu Siapa Yang Jadi Wali Saya?
8 March 2013, 00:32 | Nikah | 13.988 views
Hukum Menerima Uang PILKADES
6 March 2013, 22:34 | Muamalat | 28.801 views
Apa Batasan Haramnya Tasyabbuh Dengan Non Muslim?
6 March 2013, 10:05 | Ushul Fiqih | 17.943 views
Panduan Agar Pengobatan Alternatif Tidak Melanggar Syariah
5 March 2013, 23:46 | Umum | 12.645 views
Apakah Orang Bertakwa Pasti Kaya?
5 March 2013, 23:08 | Umum | 7.345 views
Hukum Mengedit Photo Menggunakan Software
5 March 2013, 00:22 | Kontemporer | 16.993 views
Apakah NII Masih Ada dan Apakah Termasuk Kelompok Sesat?
5 March 2013, 00:20 | Dakwah | 27.551 views
Jadi Calo Tiket vs Agen Tiket Resmi
3 March 2013, 21:29 | Muamalat | 8.893 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 36,312,375 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

19-9-2019
Subuh 04:28 | Zhuhur 11:48 | Ashar 15:00 | Maghrib 17:53 | Isya 19:00 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img