Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Tahun Baru Imlek dan Angpau | rumahfiqih.com

Tahun Baru Imlek dan Angpau

Thu 30 January 2014 06:26 | Kontemporer | 8.771 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalamualaikum wr, wb.

Yth. Bapak Ustadz Ahmad Sarwat, Lc

Di tempat.

Warga Tionghoa pada saat Imlek menyatakan rasa syukurnya dengan membagi-bagikan angpao, dan umat muslim di negeri ini sepertinya nggak peduli dari siapa angpao itu diberikan yang penting mendapatkannya walau sampai berebutan.

Agama Islam mengajarkan tangan di atas jauh lebih baik dari pada tangan di bawah, tapi mengapa Umat Islam begitu merendahkan dirinya dengan mengharap pemberian dari kelompok lain yang bukan seagama?

Sehingga suasana pembagian daging qurban, zakat fitrah yang jelas dari umat Muslim sama semaraknya dengan perayaan Imlek yang tidak ada sangkut pautnya dengan hari-hari besar Umat Islam.

Mohon penjelasannya

Wassalamualaikum wr, wb.

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Anda benar ketika mengutip pernyataan bahwa tangan yang di atas itu lebih baik dari pada tangan yang di bawah. Jadi kita sebagai muslim memang seharusnya menjadi donatur dan bukan menjadi peminta-minta.

Hanya yang jadi masalah, kebanyakan umat Islam kebetulan atau memang disengaja, umumnya berada di bawah garis batas kesejahteran, alias fuqara' wal masakin.

Pemerintah sebagai pihak yang paling bertanggung-jawab masalah kesejahteraan rakyat, rasanya terlalu naif untuk diminta memikirkannya. Alih-alih memikirkan rakyat, yang terlintas di benak para pejabat itu lebih sering tentang bagaimana bisa menang pada pemilihan, atau bagaimana melanggengkan kekuasaannya. Rakayt mau sedang mau susah, bukan urusan saya.

Demikian juga dengan organisasi massa keagamaan, kalau bukan sibuk dengan konflik internalnya, yang nyaris tidak pernah selesai, biasanya juga tidak punya sarana untuk memakmurkan rakyat.

Para ustadz dan da'i bagaimana? Jangan diminta mereka untuk memikirkan masalah ekonomi dan kesejahteraan umat. Sebab mereka sendiri pun kebanyakannya juga berekonomi lemah. Dengan pengecualian para da'i selebriti yang sering muncul di televisi. Ekonomi mereka mungkin sedikit tertunjang, tapi jelas tidak mungkin diminta untuk menyelesaikan problem kemiskinan.

Maka jadilah kita, bangsa Indonesia yang muslim ini, mayoritas berada di lembah kemiskinan dan kefakiran yang akut. Maka jangan salahkan kalau kita melihat sebagian mereka di televisi lagi antri menerima angpao. Jangan salahkan mereka kalau harus terpaksa menadahkan tangan kepada non muslim. Jangan salahkan mereka bila sekampung murtad semua, karena tidak tahan dengan kemiskinan yang melilit.

Mungkin dalam hati mereka bilang, "Sudah lah pak, jangan meributkan masalah akidah, lha wong perut saya ini lapar. Siapa yang memberi makan saya, maka saya ikut saja."

Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun, sudah sedemikian parahkah kemiskinan di negeri ini, sampai kita harus menjual agama dan akidah?

Padahal iman di dada ini adalah harga diri satu-satunya yang masih bisa dibanggakan. Namun perut yang merintih minta diisi, tangis bayi yang tidak punya susu, harga-harga yang semakin tidak terjangkau, lahan pertanian yang semakin sempit, pekerjaan yang tidak menentu, semua telah memaksa umat ini untuk menyerah kalah.

Benarlah ungkapan bahwa kefakiranitu nyaris akan membawa kepada kekafiran. Meski rakyat negeri ini hidup di atas negeri yang subur, dengan kekayaan alam berllimpah. Tapi seribu sayang, semua itu justru tidak bisa dinikmati oleh rakyat sendiri. Sebab semua sudah dilego untuk kepentingan bangsa asing dengan kesepakatan timpang bersama dengan para pemegang birokrasi.

Jadi pe-er besar buat teman-teman para da'i yang menyatakan diri berjuang dari 'dalam birokrasi' adalah membuat kebijakan yang adil. Kebijakan itu seharusnya sudah bisa dirasakan hasilnya saat ini, setidaknya berupa kebijakan yang membela kaum lemah, demi mengentaskan kemiskinan dan kefakiran yang masih saja melekat di tubuh umat.

Karena toh ketika dulu kampanye memang slogan-slogan itulah yang selalu dikumandangkan. Sekarang tinggal kita menagih janji. Bukankah janji itu hutang, ustadz?

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Bolehkah Menjama' Shalat Karena Sakit?
29 January 2014, 06:30 | Shalat | 28.545 views
Bolehkah Foto Paspor Tanpa Jilbab?
28 January 2014, 06:16 | Wanita | 12.287 views
Hukum Mengenakan Cadar, Wajibkah?
27 January 2014, 05:00 | Wanita | 21.173 views
Masih Berhakkah Anak Murtad atas Warisan Ayahnya yang Muslim?
26 January 2014, 06:35 | Mawaris | 10.767 views
Jual Beli Dua Harga Haram, Bagaimana dengan Kredit?
25 January 2014, 06:10 | Muamalat | 20.995 views
Anak Meninggal Lebih Dulu Dari Ayah, Apakah Anak itu Dapat Warisan?
24 January 2014, 12:00 | Mawaris | 87.447 views
Apakah Banjir Melanda Lantaran Manusia Banyak Dosa?
24 January 2014, 05:00 | Umum | 13.812 views
Tissue Pembersih Galon Air Minum
23 January 2014, 11:27 | Kuliner | 12.050 views
Melafadzkan Niat, Boleh atau Bidah?
22 January 2014, 10:55 | Shalat | 24.424 views
Batas Cuti Shalat bagi Wanita
21 January 2014, 08:42 | Thaharah | 12.228 views
Ketentuan Zakat Padi
20 January 2014, 04:55 | Zakat | 38.533 views
Mungkinkah Ada Ayat Al-Quran Yang Tidak Qath'i?
19 January 2014, 06:50 | Ushul Fiqih | 16.983 views
Caleg Minta Dipilih Dengan Memberi Uang Berdalih Sedekah
18 January 2014, 06:23 | Negara | 12.336 views
Mandi Junub Apakah Mesti Keramas?
17 January 2014, 05:23 | Thaharah | 19.003 views
Berzina dengan Adik Ipar, Haruskah Dinikahi?
16 January 2014, 05:02 | Nikah | 23.192 views
Alkohol untuk Sterilisasi Alat-Alat Kimia dan Kesehatan
15 January 2014, 04:59 | Kontemporer | 10.872 views
Suami Minum Susu Istri Jadi Mahram?
14 January 2014, 05:25 | Nikah | 21.521 views
Makmum Diam Saja di Belakang Imam atau Ikut Membaca?
13 January 2014, 04:23 | Shalat | 38.550 views
Apakah Sama Orang Musyrik dengan Orang Kafir?
12 January 2014, 07:51 | Aqidah | 17.266 views
Pernah Zina Ingin Taubat, Bagaimana Caranya?
11 January 2014, 04:46 | Wanita | 16.005 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 38,523,954 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

22-11-2019
Subuh 04:04 | Zhuhur 11:40 | Ashar 15:04 | Maghrib 17:55 | Isya 19:08 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img