Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Baru Masuk Islam Lantas Meninggal Dunia... | rumahfiqih.com

Baru Masuk Islam Lantas Meninggal Dunia...

Thu 14 February 2008 23:46 | Aqidah | 6.970 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Asslamu 'alaikum.wr wb

Tahun lalu ana pernah baca di suratkabar bahwa ada seorang mantan agen intelijen Rusia yang tinggal di Inggris diracun oleh pemerintahnya sendiri karena membeberkan kepada pers tentang kejahatan tentara Rusia terhadap muslim Chechnya. Dua hari sebelum meninggal ia menyatakan memeluk Islam, Alhamdulillah.

Yang ana ketahui kalo ada orang kafir masuk Islam maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu selama ia masih kafir meskipun ia seorang agen intelijen yang kemungkinan besar suka membunuh atas nama negara.

Yang ingin ana tanyakan, kalo dia baru masuk Islam seperti cerita di atas terus 2 hari kemudian ia meninggal, ada kemungkinan dosanya kan masih sedikit karena baru beriman, apakah lebih cepat hisabnya diakhirat kelak? Dan kemungkinan masuk surga besar?

Wassalam.wr wb

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Yang namanya untung tak dapat diraih dan malang tak dapat ditolak. Kalau Allah SWT berkehendak ingin memberi hidayah kepada seseorang, pasti tidak ada yang bisa membuat orang itu tetap sesat selamanya. Sebaliknya, kalau Allah SWT berkehendak membuat seseorang sesat, maka tidak ada lagi hidayah baginya.

Dan barangsiapa yang ditunjuki Allah, dialah yang mendapat petunjuk dan barangsiapa yang Dia sesatkan maka sekali-kali kamu tidak akan mendapat penolong-penolong bagi mereka selain dari Dia. (QS. Al-Isra': 97)

Maka beruntunglah orang yang telah diberi hidayah oleh Allah SWT, lalu masuk Islam dan setelah itu langsung dipanggil Allah untuk menghadap-Nya.

Maka tentu saja dosanya masih sedikit, sebab dengan keIslamannya, Allah SWT menghapus dosa-dosanya yang pernah dikerjakan sebelumnya.

Hal itu pernah ditanyakan oleh seorang shahabat nabi, 'Amr bin Al-Ash radhiyallahu 'anhu saat beliau masuk Islam.

Dari Amr bin Al-Ash ra. berkata, "Ketika Allah azza wa jalla memasukkan Islam ke dalam hatiku, aku mendatangi Rasulullah SAW untuk memba'iatku. Beliau SAW menjulurkan tangannya kepadaku. Namun aku berkata, "Aku tidak akan berbai'at dengan Anda, ya Rasulallah hingga Anda mintakan aku ampunan atas dosaku." Rasulullah SAW menjawab, "Ya Amr, tidakkah kamu tahu bahwa hijrah itu menghapus dosa-dosa sebelumnya? Ya Amr, tidakkah kamu tahu bahwa masuk Islam itu menghapus dosa-dosa sebelumnya?" (HR Ahmad)

Jadi memang benar bahwa seorang non muslim yang masuk Islam akan diampuni dosa-dosanya oleh Allah SWT, seolah-olah bayi yang baru saja dilahirkan oleh ibunya.

Kalau belum lama berselang dari keIslamannya dia meninggal, logika dan nalar kita akan membenarkan bila kesempatan orang tersebut masuk surga akan sangat besar. Mengingat dari segi dosa, barangkali kita yang sudah lama jadi umat Islam malah lebih banyak dari dosa-dosa yang dimilikinya.Maka boleh jadi proses masuk surganya jauh lebih cepat dari kita.

Tapi kita pun juga jangan dulu berkecil hati. Atau malah punya pikiran ngeres, misalnya, kalau gitu kita murtad saja dulu, terus masuk Islam lagi, kan dosa-dosanya akan diampunkan.

Itu namanya 'piktor', alias pikiran kotor. Ngapain harus pake murtad dulu, kan untuk menghapus dosa bisa dengan bertaubat? Ya kalau pas lagi murtad tidak dicabut nyawanya oleh Allah, gimana kalau pas lagi murtad jadi orang kafir itu, tiba-tibaIzrail datang dan main betot nyawa di dada? Kan malah rugi dunia akhirat.

Taubat Menghapus Dosa

Bagi seorang muslim, bila ingin dosa-dosanya dihapus, tidak perlu murtad dulu. Sebab dosa-dosa bisa gugur seperti daun di musim gugur dengan taubat.

Ingatlah taubat seorang wanita Ghamidiyah yang pernah berzina dan minta dirajam. Allah SWT menerima taubatnya bahkan lewat lisan Rasulullah SAW dikatakan bahwa bila taubatnya itu dibagikan lagi kepada orang lain, maka cukuplah untuk 70 orang penduduk Madinah.

Tapi jangan 'piktor' lagi, misalnya ada yang bilang, pak ustadz, kalau begitu biar taubatnya tambah seru, apakah harus berzina dulu?

Hah? No comment lah

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Halalkah Arak yang Dipakai Dalam Makanan?
14 February 2008, 21:32 | Kuliner | 5.877 views
Melarang Anak Merayakan Valentine
14 February 2008, 01:16 | Kontemporer | 5.111 views
Makan Malam di Perayaan Malam Natal
13 February 2008, 23:50 | Aqidah | 5.484 views
Mu'jizat Masa Kini Tanda Kiamat Sudah Dekat, Bagaimana Kita Menyikapinya?
13 February 2008, 09:57 | Aqidah | 6.703 views
Kiblat Musholla Menyimpang 15 Derajat
13 February 2008, 02:36 | Shalat | 5.510 views
Hukum Merayakan Hari Valentine Buat Umat Islam
12 February 2008, 23:01 | Kontemporer | 5.750 views
Sahkah Nikah Bila Suami Berbohong Tentang Statusnya yang Sudah Beristri?
12 February 2008, 02:52 | Nikah | 8.982 views
Menikah Dalam Keadaan Hamil
10 February 2008, 20:12 | Nikah | 10.344 views
Secara Syar'i Apakah JIL Dapat Dikategorikan Kafir?
9 February 2008, 00:10 | Aqidah | 6.863 views
Pembagian Warisan
8 February 2008, 23:44 | Mawaris | 5.100 views
Sejarah Abu Hanifah dan Mazhabnya
8 February 2008, 00:20 | Ushul Fiqih | 9.008 views
Kapan Seorang Dibilang Kafir?
6 February 2008, 03:24 | Aqidah | 6.377 views
Wirid Rabithah Apa Bisa Menyatukan Dua Hati yang Bermusuhan?
6 February 2008, 02:35 | Umum | 18.375 views
Zakat ke Orang Tua
5 February 2008, 03:12 | Zakat | 7.209 views
Rajin Baca Al-Quran Tapi Tidak Mengamalkannya
5 February 2008, 02:50 | Quran | 13.274 views
Kedudukan Hadits Tentang Maulid Nabi
3 February 2008, 02:05 | Hadits | 9.504 views
Susah Meninggalnya Orang "berilmu"
1 February 2008, 22:28 | Kontemporer | 38.604 views
Adakah Situs Hadits Online?
31 January 2008, 23:13 | Hadits | 12.530 views
Kapan Kita Masuk Islam?
31 January 2008, 22:37 | Aqidah | 11.604 views
Hubungan Kakak Ipar dan Sepupu Dalam
31 January 2008, 05:14 | Nikah | 7.616 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 35,093,455 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

21-7-2019
Subuh 04:45 | Zhuhur 12:01 | Ashar 15:23 | Maghrib 17:57 | Isya 19:08 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img