Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Manfaat Latihan Vs Fatwa Tentang Yoga | rumahfiqih.com

Manfaat Latihan Vs Fatwa Tentang Yoga

Fri 15 February 2008 21:37 | Umum | 5.914 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Beberapa tahun terakhir ini saya menekuni latihan yoga dikarenakan permasalahan pernafasan yang saya derita (asma) langsung pad guru yoga berkebangsaan india(guru profesional). Dan semenjak mengikuti latihan tersebut, kondisi kesehatan saya Alhamdulillah mengalami kemajuan yang berarti.

Memang ada alternatif olahraga renang, akan tetapi kolam renang untuk wanita sangat jauh dari rumah dan kondisi waktu yang tidak memungkinkan (saya bekerja bahkan kadang-kadang pada hari sabtu/ minggu ).

Akan tetapi sebenarnya saya masih ragu karena saya pernah mendengar polemik fatwa tentang yoga (beberapa yang saya baca lewat online net mengharamkan muslim latihan yoga). Umumnya alasan yang dikemukakan:

1. Dikaji berdasarkan definisi yoga, yaitu penyatuan jiwa dan raga, sehingga dikhawatirkan pada saat latihan tersebut ada kekuatan spiritual lain yang diyakini ada.

2. Berdasarkan definisi di atas, banyak ulama yang memvonis bahwa gerakan-gerakan sulit dalam praktek postur yoga (misal kaki tegak ke atas dengan bertumpu pada kepala) adalah dengan bantuan jin.

3. Mantra-mantra yang digunakan.

Namun, berdasar latihan-latihan yang saya alami, postur tersebut tidak mungkin dapat dilakukan dengan baik kecuali dengan latihan fisik berulang-ulang kali (bahkan ada postur yang membutuhkan waktu berbulan-berbulan untuk menguasainya) dan sangat bergantung pada kondisi fisik pelakunya. Juga kemampuan melakukan postur tersebut sangat ditunjang dari latihan nafas yang kami lakukan.

(Jika postur itu dapat dilakukan dengan bantuan jin tentunya tidak diperlukan latihan yang tekun bukan? Kenyataanya seorang kawan yoga saya yang juga menekuni dunia mistik dan seringkali berurusan dengan hal -hal tersebut, seringkali tidak mampu melakukan postur tersebut dikarenakan kurang latihan)

Selain itu, setiap postur mempunyai manfaat kesehatan yang berbeda dan bahkan bersifat terapi, yang saya sendiri sudah merasakannya untuk berbagai masalah kesehatan seperti asma, darah rendah, obesitas, dll.

Sedangkan mengenai masalah mantra, di antara pelaku yoga profesional sendiri (pendiri-pendiri sekolah yoga di india) masih banyak perbedaan pendapat tentang fungsi dan manfaat mantra tersebut. Di tempat saya berlatih sendiri, sebatas pada akhir latihan mengucapkan " Om Shanti Shanti He" (kalau tidak salah artinya Damai di Hati Damai di Bumi). TApi saya sama sekali tidak mengucapkannya karena khwatir itu adalah ritual.

Saya pernah bertanya pad guru saya apakah semua penganut agama Hindu di India melakukan Yoga, dan jawabannya adalah TIDAK karena bukan bagian dari agama melainkan warisan budaya.

Saya mohon penjelasan ustadz mengenai masalah ini berdasarkan penjelasan di atas.Terus terang saja, ini satu-satunya olahraga yang memungkinkan untuk saya lakukan mengingat kondisi fisik dan ketertbatasan waktu (bisa dilakukan kapan dan di mana saja bahkan tanpa bantuan alat apapun)

Jazaakumullah Khairan Katsiran

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Salah satu bentuk kasih sayang Allah terhadap manusia adalah tidak membiarkan manusia dalam kegelapan dalam masalah halal dan haram. Semua yang halal itu jelas dan yang haram juga jelas.

Allah SWT telah menegaskan hal ini di dalam kitab-Nya:

"Dan sungguh Allah telah menerangkan kepadamu apa-apa yang Ia haramkan atas kamu." (QS. Al-An'am: 119)

Di samping itu Rasulullah SAW juga pernah bersabda tentang masalah ini:

"Yang halal sudah jelas dan yang haram pun sudah jelas, di antara keduanya itu ada beberapa perkara yang belum jelas (syubhat), banyak orang yang tidak tahu: apakah dia itu masuk bagian yang halal ataukah yang haram? Maka barangsiapa yang menjauhinya karena hendak membersihkan agama dan kehormatannya, maka dia akan selama. Dan barangsiapa mengerjakan sedikitpun daripadanya hampir-hampir ia akan iatuh ke dalam haram, sebagaimana orang yang menggembala kambing di sekitar daerah larangan, dia hampir-hampir akan jatuh kepadanya. Ingatlah! Bahwa tiap-tiap raja mempunyai daerah larangan. Ingat pula, bahwa daerah larangan Allah itu ialah semua yang diharamkan." (Riwayat Bukhari, Muslim dan Tarmizi, dan riwayat ini adalah lafal Tarmizi).

Masalah halal yang sudah jelas, boleh saja dikerjakan. Dan soal haram pun yang sudah jelas, samasekali tidak ada rukhsah untuk mengerjakannya, selama masih dalam keadaan normal.

Namun ternyata memang tidak semua masalah jelas kehalalan dan keharamannya. Faktrornya boleh jadi sangat banyak. Salah satunya keawaman seseorang atau kurangnya informasi yang dimiliki atas suatu hal.

Maka dalam hal ini, masalah yang belum jelas informasi, apakah halala atau haram, dikenal dengan istilahsyubhat. Intinya bila suatu persoalantidak begitu jelas antara halal dan haramnya bagi manusia.

Hal ini bisa terjadi mungkin karena tasyabbuh (tidak jelasnya) dalil dan mungkin karena tidak jelasnya jalan untuk menerapkan nas (dalil) yang ada terhadap suatu peristiwa.

Sikap Hati-hati dalam Masalah Syubhat

Terhadap persoalan yang belum jelas halal haramnya ini, syariatIslam memberikan suatu garis yang disebut wara', yaitusuatu sikap berhati-hati karena takut berbuat haram.

Dengan sifat itu seorang muslim diharuskan untuk menjauhkan diri dari masalah yang masih syubhat, sehingga dengan demikian dia tidak akan terseret untuk berbuat kepada yang haram.

Cara semacam ini termasuk menutup jalan berbuat maksiat, para ulama ushul menyebutkannya dengan istilahsaddudz dzara'i.

Saran

Dari keterangan di atas, seandainya anda masih belum punya keterangan yang jelas tentang keharaman atau kehalalan yoga, sementara anda sudah terlanjur 'jatuh cinta' dengan yoga, mungkin akan jadi masalah tersendiri.

Sebab cara penilaian anda terhadap yoga sudah dipengaruhi dengan kecintaan pribadi. Sampai-sampai anda sudah memvonis bahwa selain yoga, sudah tidak ada lagi jenis olah raga lain yang cocok buat anda.

Nah, bagaimana bisa adil dan objektif untuk menilai suatu masalah, kalau belum apa-apa sudah dikunci bahwa yoga itu sangat penting dan tidak ada alternatif lain?

Benarkah hanya yoga satu-satunya olah raga yang paling baik? Benarkah di dunia itu tidak ada jenis oleh raga lainnya yang sebaik yoga? Dan yang paling penting, yakinkah anda bahwa yoga itu 100% tidak mengandung unsur ghaib dan mistis?

Tentu bukan kapasitas kami untuk memvonis secara sembarangan tentang hukum yoga. Sebab sepanjang yang kami ketahui, yoga itu punya begitu banyak aliran. Ada yang pakai ilmu ghaib dan ada juga yang mengaku tidak pakai yang begituan. Semua masih tidak jelas, karena itu kami cenderung masih memasukkannya ke dalam kategori syubhat.

Setidaknya syubhat dalam pandangan kami yang awam dan kurang wawasan. Barangkali ada pembaca lain yang punya informasi lengkap tentang yoga, silahkan sampaikan.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Baru Masuk Islam Lantas Meninggal Dunia...
14 February 2008, 23:46 | Aqidah | 7.663 views
Halalkah Arak yang Dipakai Dalam Makanan?
14 February 2008, 21:32 | Kuliner | 6.207 views
Melarang Anak Merayakan Valentine
14 February 2008, 01:16 | Kontemporer | 5.324 views
Makan Malam di Perayaan Malam Natal
13 February 2008, 23:50 | Aqidah | 5.687 views
Mu'jizat Masa Kini Tanda Kiamat Sudah Dekat, Bagaimana Kita Menyikapinya?
13 February 2008, 09:57 | Aqidah | 7.075 views
Kiblat Musholla Menyimpang 15 Derajat
13 February 2008, 02:36 | Shalat | 5.793 views
Hukum Merayakan Hari Valentine Buat Umat Islam
12 February 2008, 23:01 | Kontemporer | 6.009 views
Sahkah Nikah Bila Suami Berbohong Tentang Statusnya yang Sudah Beristri?
12 February 2008, 02:52 | Nikah | 9.826 views
Menikah Dalam Keadaan Hamil
10 February 2008, 20:12 | Nikah | 11.233 views
Secara Syar'i Apakah JIL Dapat Dikategorikan Kafir?
9 February 2008, 00:10 | Aqidah | 7.151 views
Pembagian Warisan
8 February 2008, 23:44 | Mawaris | 5.274 views
Sejarah Abu Hanifah dan Mazhabnya
8 February 2008, 00:20 | Ushul Fiqih | 10.618 views
Kapan Seorang Dibilang Kafir?
6 February 2008, 03:24 | Aqidah | 6.694 views
Wirid Rabithah Apa Bisa Menyatukan Dua Hati yang Bermusuhan?
6 February 2008, 02:35 | Umum | 23.941 views
Zakat ke Orang Tua
5 February 2008, 03:12 | Zakat | 7.530 views
Rajin Baca Al-Quran Tapi Tidak Mengamalkannya
5 February 2008, 02:50 | Quran | 15.472 views
Kedudukan Hadits Tentang Maulid Nabi
3 February 2008, 02:05 | Hadits | 10.914 views
Susah Meninggalnya Orang "berilmu"
1 February 2008, 22:28 | Kontemporer | 52.162 views
Adakah Situs Hadits Online?
31 January 2008, 23:13 | Hadits | 14.313 views
Kapan Kita Masuk Islam?
31 January 2008, 22:37 | Aqidah | 13.361 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 39,251,676 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

10-12-2019
Subuh 04:08 | Zhuhur 11:47 | Ashar 15:14 | Maghrib 18:04 | Isya 19:17 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img