Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Menthalaq Isteri Saat Haidh | rumahfiqih.com

Menthalaq Isteri Saat Haidh

Mon 28 April 2014 06:37 | Nikah | 7.201 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalammu'alaikum,

Pak Ustadz, saya ingin bertanya seputar talak. Sepengetahuan saya, salah satu syarat talak adalah isteri sedang tidak haidh. Disatu sisi talak dapat dijatuhkan oleh suami tanpa isteri harus ditemui atau hadir.

1. Dalam suatu kondisi di mana suami tinggal terpisah dengan isterinya dikarenakan suami bekerja/tugas didaerah terpencil dengan sarana komunikasi terbatas. Lalu suami mendengar kabar bahwa sang isteri telah berbuat kesalah besar, dan harus dia ceraikan. Suami tadi kemudian menceraikan isterinya secara lisan/tertulis, namun pada saat talak dijatuhkan sang suami tidak tahu ternyata bahwa isterinyasedang dalam keadaan haidh. Apakah suami tersebut berdosa atas talak yang dijatuhkan? Apakah ia harus mengulang kembali talak-nya setelah isterinya suci?

2. Hal lainnya, Bolehkah jika seorang suami mendaftarkan permohonan cerai ke pengadilan agama dan isterinya sedang haidh? Tapi ia belum berniat men-talak isterinya. Niat suami mengucapkan talak adalah nanti pada saatnya dihadapan majelis dan kondisi sang isteri keadaan suci.

Mohon penerangannya, terima kasih

Wassalam,

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Thalaq di saat isteri sedang haidh adalah thalaq yang haram hukumnya. Para ulama menamakan thalaq itu sebagai bid'ah, sehingga istilah yang dikenal adalah thalaq bid'iy.

Dasarnya adalah firman Allah SWT:

Hai Nabi, apabila kamu menceraikan isteri-isterimu maka hendaklah kamu ceraikan mereka pada waktu mereka dapat iddahnya (QS. Ath-Thalaq: 1)

Ibnu Mas'ud dan Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma saat menafsirkan ayat ini mengatakan bahwa yang dimaksud menthalaq pada waktu isteri mendapat 'iddah maksudnya adalah pada saat mereka suci dari haidh dan tidak dalam kondisi setelah dijima'.

Seorang suami yang melakukan thalaq pada saat isterinya sedang haidh, maka dia berdosa. Karena telah melakukan perbuatan yang haram.

Haram Tapi Tetap Berlaku

Akan tetapi, jumhurul ulama dari keempat mazhab sepakat bahwa meski perbuatan itu haram, namun secara hukum, thalaq yang dijatuhkan itu tetap berlaku. Artinya, thalaqnya tetap jatuh dan isteri itu sudah langsung saat itu juga berstatus muthallaqah.

Jadi agar thalaq itu sah, tidak perlu lagi diulang-ulang. Karena thalaq sudah jatuh, dan hukumnya pun sah. Meski saat menjatuhkannya tidak tepat dan berdosa.

Namun sangat dianjurkan bagi suami yang terlanjur men-thalaq isterinya dalam keadaan haidh, untuk segera merujuknya. Sebagaimana yang disebukan di dalam Shahihain, di mana Rasulullah SAW memerintahkanIbnu Umar radhiyallahu 'anhu untuk merujuk isteri yang telah diceraikannya, karena saat itu isterinya sedang haidh.

Maka dari hadits itu kita tahu bahwa melakukan thalaq kepada isteri yang sedang haidh itu haram dan berdosa, namun hukum thalaqnya tetap jatuh, dan yang harus segera dilakukan adalah merujuknya.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Meninggal di Hari Jum'at Bebas Siksa Kubur?
26 April 2014, 06:36 | Umum | 32.299 views
Ijab Qabul, Harus Wudhu?
25 April 2014, 06:59 | Nikah | 21.780 views
Bolehkah Suami Melihat Kemaluan Isterinya?
24 April 2014, 05:13 | Nikah | 38.877 views
Non Muslim Menanyakan Kenapa Babi Haram?
23 April 2014, 06:50 | Aqidah | 15.456 views
Nikah Jarak Jauh
22 April 2014, 06:53 | Nikah | 13.897 views
Apa yang Harus Saya Lakukan Ketika Lupa Tidak Sholat Isya'?
21 April 2014, 05:49 | Shalat | 37.824 views
Shalat dengan Mahdzab yang Mana yang Paling Sesuai dengan Nabi?
20 April 2014, 15:42 | Shalat | 59.491 views
Apakah Ibadah Tidak Diterima Apabila di Tubuh Kita Ada Tato?
19 April 2014, 07:21 | Umum | 14.826 views
Apakah Boleh Memelihara Anjing?
18 April 2014, 04:31 | Umum | 15.195 views
Apakah Janin Dalam Kandungan Dapat Warisan?
17 April 2014, 06:24 | Mawaris | 16.202 views
Hukum Rajam Tidak Ada Dalam Al-Quran?
16 April 2014, 01:00 | Jinayat | 16.470 views
Sahkah Shalat Jamaah Diimami Anak Kecil?
15 April 2014, 04:01 | Shalat | 12.058 views
Bayar Hutang Dulu atau Bayar Zakat Dulu?
14 April 2014, 09:30 | Zakat | 12.653 views
Takbiratul Ihram di Pesawat Harus Menghadap Kiblat?
13 April 2014, 07:10 | Shalat | 8.055 views
Bolehkah Menjama Dua Shalat dan Mengqasharnya Sekaligus?
10 April 2014, 08:42 | Shalat | 16.492 views
Apakah Setiap Pembunuh Wajib Dibunuh Juga?
9 April 2014, 05:59 | Jinayat | 15.326 views
Bisakah Dosa Ditransfer ke Orang Lain Sebagaimana Pahala?
7 April 2014, 15:20 | Quran | 15.373 views
Mengapa Tatacara Shalat Begitu Memusingkan?
6 April 2014, 11:26 | Shalat | 20.899 views
Warisan Dibagi Sama Rata, Bolehkah?
4 April 2014, 11:10 | Mawaris | 16.109 views
Bolehkah Menggunakan Uang Masjid untuk Urusan Partai?
3 April 2014, 10:07 | Kontemporer | 8.498 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 39,232,980 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

9-12-2019
Subuh 04:07 | Zhuhur 11:47 | Ashar 15:13 | Maghrib 18:03 | Isya 19:17 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img