Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Hewan yang Disetrum | rumahfiqih.com

Hewan yang Disetrum

Sat 1 March 2008 00:29 | Kuliner | 7.134 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalamualaikum wr. wb.

Ada dua pertanyaan yang ingin saya tanyakan.

1. Seiring dengan perkembangan teknologi, metode penyembelihan hewan pun sudah berkembang sedemikian rupa. Bahkan di negara-negara maju, sudah banyak hewan-hewan yang tidak disembelih lagi sebelum dimasak, melainkan disetrum. Metode ini dinilai lebih praktis dan efisien. Yang ingin saya tanyakan, apa hukumnya memakan daging hewan yang mati karena disetrum?

2. Apabila kita diundang makan oleh nonmuslim di negara yang menerapkan penyetruman hewan, sehingga ada kemungkinan daging yang disajikan merupakan daging setruman, apakah kita boleh memakannya (kalau memang daging setruman hukumnya haram)? Karena setahu saya, kita boleh memakan daging sembelihan ahli kitab. Bagaimana hukum memakan daging tersebut kalau kita tidak mengetahui apakah daging itu disembelih atau disetrum?

Terima kasih atas jawabannya.

Wassalam

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Prinsip dasar penyembelihan adalah penumpahan darah hewan hingga mati. Dan tempat yang paling tepat untuk menumpahkan darah adalah di leher. Maka syariat yang Allah SWT turunkan sejak dari dulu para nabi adalah penyembelihan di leher hingga darah tumpah membasahi bumi.

Hanya dengan cara penyembelihan saja hewan menjadi halal dimakan. Ada pun hewan yang mati dengan cara lain, seperti mati dipukul, mati tercekik, mati tertanduk, mati karena jatuh dari ketinggian dan sebab-sebab lainnya, haram untuk dimakan.

Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang dipukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan yang diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya, dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala. Dan (diharamkan juga) mengundi nasib dengan anak panah, (mengundi nasib dengan anak panah itu) adalah kefasikan. (QS. Al-Maidah: 3)

Yang kami ketahui setruman terkadang digunakan untuk melemahkan perlawanan sapi yang hendak disembelih. Atau terkadang digunakan gas bius dan beberapa cara lainnya. Namun penyembelihan di leher tetap dilakukan dan prinsip darah mengalir keluar tetap terjadi.

Di berbagai rumah potong hewan di Australia misalnya, penyembelihan secara prinsip tetap dilakukan, walau pun dengan mesin otomatis, di mana sebelumnya hewan itu dilemahkan dengan gas tertentu sehingga memudahkan penyembelihan. Dan cara ini hukumnya halal dan diperbolehkan dalam syariat Islam. Karena masih tetap ada prinsip penyembelihan.

Boleh dibilang bahwacara penyembelihan seperti ini sudah diakui oleh semua orang, meski kalangan orang tidak beragama dan tidak percaya kepada tuhan sekalipun.

Dan semua itu tetap relevan di masa modern ini berkat para ahli yang mengatakan bahwa dengan keluarnya darah dari tubuh hewan karena disembelih, maka resiko daging itu mengandung penyakit menjadi semakin kecil.

Maka kami tidak tahu kalau seandainya ada di suatu tempat, orang tidak melakukan penyembelihan, tapi malah menyetrumnya hingga mati. Agak tidak masuk akal memang, sebab para ahli mengatakan bahwa cara seperti itu tidak higienis dan beresiko tinggi pada kesehatan.

Kalau memang benar apa yang anda katakan itu, rasanya kita perlu bukti otentik yang merupakan realita, bukan sekedar dugaan atau berita dari mulut ke mulut. Tidak cukup sebuah dugaan untuk mengubah hukum suatu yang asalnya halal menjadi haram.

Kalau memang ada negeri pengekspor daging sapi dan tidak dengan cara disembelih, melainkan disetrum sampai mati, boleh anda kirimkan data dan beritanya kepada kami.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Hukum Berziarah di Makam Ulama
28 February 2008, 22:55 | Kontemporer | 8.959 views
Haramkah Keluar Rumah untuk Bekerja Pada Masa Iddah?
28 February 2008, 22:15 | Nikah | 10.821 views
Keshahihan Hadits dan Kritik Matan
28 February 2008, 08:07 | Hadits | 6.984 views
Larangan Menggambar Nabi Muhammad
28 February 2008, 07:28 | Umum | 5.837 views
Stasiun TV Dakwah
27 February 2008, 09:51 | Dakwah | 6.431 views
Ramalan Cuaca, Bagaimana Hukumnya?
27 February 2008, 01:56 | Aqidah | 9.494 views
Keharamaan Masjid Al-Haram
27 February 2008, 00:33 | Haji | 10.836 views
Membaca Shadaqallahul 'Adzhim Bid'ah?
24 February 2008, 01:37 | Quran | 9.121 views
Belajar di Waktu Kecil Bagai Mengukir di Atas Batu
21 February 2008, 22:55 | Hadits | 15.048 views
Keshahihan Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim
21 February 2008, 04:47 | Hadits | 8.140 views
Qiyas dan Mazhab VS Hadits Shahih
21 February 2008, 02:12 | Ushul Fiqih | 9.453 views
Saksi Dalam Perceraian
20 February 2008, 10:44 | Nikah | 14.973 views
Hukum Mengadopsi Anak
20 February 2008, 00:11 | Nikah | 6.204 views
Apakah Donor Darah Haram?
19 February 2008, 00:12 | Kontemporer | 9.018 views
Puasa Jumat Dalam Puasa Dawud
18 February 2008, 22:34 | Puasa | 6.724 views
Ayam POP Restoran Padang Direndam Alkohol?
18 February 2008, 00:58 | Kuliner | 6.455 views
Benarkah Tidak Semua Yahudi Menuhankan Uzair?
17 February 2008, 10:08 | Aqidah | 9.405 views
Perbedaan Pendapat dan Persatuan
16 February 2008, 07:12 | Shalat | 7.153 views
Manfaat Latihan Vs Fatwa Tentang Yoga
15 February 2008, 21:37 | Umum | 5.731 views
Baru Masuk Islam Lantas Meninggal Dunia...
14 February 2008, 23:46 | Aqidah | 7.230 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 36,312,444 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

19-9-2019
Subuh 04:28 | Zhuhur 11:48 | Ashar 15:00 | Maghrib 17:53 | Isya 19:00 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img