Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Menyentuh Kemaluan, Batalkah Wudhu' Saya? | rumahfiqih.com

Menyentuh Kemaluan, Batalkah Wudhu' Saya?

Tue 11 March 2008 22:30 | Thaharah | 15.109 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalau 'alaikum

Pak ustadz, saya mau bertanya...salah satu yang membatalkan wudhu adalah menyentuh (maaf) kemaluan, nah bagaimanakah batasannya? Apakah bagian darinya (misalnya rambut kemaluan) tersentuh membatalkan wudhu kita juga?

Dan apakah menyentuh pantat itu membatalkan juga? Karena kalau tidak salah yang membatalkan adalah menyentuh dubur...

Batalkah seseorang yang setelah wudhu auratnya kelihatan? Maksudnya misalnya waktu ganti pakaian kemudian telanjang.

Maaf mungkin kurangnya ilmu saya, saya tidak tahu dan mohon maaf juga kalau kata-kata yang digunakan kurang sopan

Wassalam

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Di dalam salah satu hadits disebutkan bahwa Rasululah SAW pernah bersabda sebagai berikut:

Siapa yang menyentuh kemaluannya maka harus berwudhu' (HR Ahmad dan At-Tirmizy)

Al-Hukmu 'Alal Hadits

Al-Bukhari mengomentari hadits ini sebagai hadits yang paling shahih dalam masalah ini. Dan Al-Hakim mengatakan bahwa hadits ini shahih berdasarkan syarat dari Bukhari dan Muslim.

Hukum Fiqih

Para ulama kemudian menetapkan dari hadits ini bahwa segala tindakan yang masuk dalam kriteria menyentuh kemaluan mengakibatkan batalnya wudhu.

Baik menyentuh kemaluannya sendiri atau pun kemaluan orang lain. Baik kemaluan laki-laki maupun kemaluan wanita. Baik kemaluan manusia yang masih hidup atau pun kemauan manusia yang telah mati (mayat). Baik kemaluan orang dewasa maupun kemaluan anak kecil.

Dan yang termasuk kemaluan adalah semua bagian dari kemaluan sebagaimana yang kita kenal dengan baik. Dan para ulama juga memasukkan dubur sebagai bagian dari yang jika tersentuh membatalkan wudhu.

Namun para ulama mengecualikan bila menyentuh kemaluan dengan bagian luar dari telapak tangan, di mana hal itu tidak membatalkan wudhu'. Jadi yang dianggap sebagai kriteria menyentuh hanyalah bila dilakukan oleh telapak tangan bagian dalam.

Aurat Yang Terbuka

Setiap muslim wajib menutup auratnya, baik laki-laki maupun perempuan. Bukan hanya ketika melaksanakan shalat, tetapi juga di luar shalat atau ketika bertemu dengan orang lain.

Khusus untuk hal yang terkait dengan shalat, menutup aurat hukumnya merupakan syarat sah, di mana shalat itu tidak sah tanpa menutup aurat.

Akan tetapi menutup aurat tidak ada kaitannya dengan batal atau tidaknya wudhu'. Lebih jelasnya, wudhu itu tidak batal hanya karena aurat terbuka.

Tapi memperlihatkan aurat kepada orang yang tidak berhak melihatnya, tentu saja hukumnya berdosa. Tapi memperlihatkan aurat kepada orang yang berhak melihatnya, tidak berdosa dan juga tidak membatalkan wudhu.

Seorang isteri tentu boleh terlihat semua lekuk tubuhnya di hadapan suaminya, sebagaimana seorang suami juga boleh terlihat semua auratnya di hadapan isterinya.

Seorang wanita tentu boleh terlihat sebagian auratnya kepada laki-laki yang menjadi mahramnya. Dan hal itu tidak membatalkan wudhunya.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

E-Book Kitab Berbahasa Arab Gratis
11 March 2008, 04:09 | Kontemporer | 10.665 views
Tentang Kebolehan Menggauli Budak
11 March 2008, 02:16 | Kontemporer | 8.602 views
Tindakan Konkrit terhadap Keadaan di Palestina
10 March 2008, 00:09 | Negara | 5.263 views
Air di Bak Mandi Kecil Apakah Suci dan Mensucikan?
9 March 2008, 01:31 | Thaharah | 96.974 views
Benarkah Ka'bah Itu Adalah Kuburan?
8 March 2008, 23:17 | Haji | 15.845 views
Tidur di Saat Kutbah Jum'at, Sahkah Sholat Jum'atnya?
7 March 2008, 03:14 | Shalat | 25.284 views
Meneruskan Tema "Menikahi Wanita Ahli Kitab"
7 March 2008, 02:46 | Nikah | 6.270 views
Ragu-Ragu dengan Bekas Najis di Mana-Mana
6 March 2008, 00:03 | Thaharah | 43.562 views
Jadi Bawahan dengan Tugas Menghitungkan Riba, Apakah Ikut Berdosa?
6 March 2008, 00:03 | Muamalat | 7.156 views
Status Wanita Ahli Kitab Setelah Dinikahi
5 March 2008, 00:58 | Nikah | 9.210 views
Bolehkah Ayah Saya Jadi Wali untuk Saya?
5 March 2008, 00:56 | Nikah | 6.062 views
Menikahi Wanita yang Sedang Koma Karena Sakit....
3 March 2008, 23:03 | Nikah | 8.523 views
Shalat Jumat di Kapal
3 March 2008, 21:53 | Shalat | 7.496 views
Film Ayat-Ayat Cinta Lebih Berbahaya dari Film Maksiat?
3 March 2008, 01:47 | Kontemporer | 10.946 views
Teknologi Dunia Jin
1 March 2008, 21:48 | Kontemporer | 11.791 views
Hewan yang Disetrum
1 March 2008, 00:29 | Kuliner | 7.308 views
Hukum Berziarah di Makam Ulama
28 February 2008, 22:55 | Kontemporer | 9.509 views
Haramkah Keluar Rumah untuk Bekerja Pada Masa Iddah?
28 February 2008, 22:15 | Nikah | 12.714 views
Keshahihan Hadits dan Kritik Matan
28 February 2008, 08:07 | Hadits | 7.390 views
Larangan Menggambar Nabi Muhammad
28 February 2008, 07:28 | Umum | 5.972 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 38,267,720 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

15-11-2019
Subuh 04:05 | Zhuhur 11:39 | Ashar 15:01 | Maghrib 17:53 | Isya 19:04 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img