Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Apakah Ahli Waris yang Telah Meninggal Mendapat Bagian? | rumahfiqih.com

Apakah Ahli Waris yang Telah Meninggal Mendapat Bagian?

Sat 15 March 2008 01:06 | Mawaris | 36.162 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalamualaikum Warohmatulloh.,

Ust. Ahmad Sarwat,

Dalam bahasan ilmu Faraidh beberapa waktu yang lalu ustaz sempat membahas bahwa ahli waris yang telah meninggal dunia tidak mendapatkan bagian warisan.

Akan tetapi dalam bahasan yang lain jika ahli waris meninggal maka akan tetap mendapatkan bagian warisannya.

Manakah pernyataan tersebut yang benar dan berdasarkan apa dalil tentang ini?

Contoh kasus: ada keluarga yang ditinggal Ayahnya kemudian harta warisan belum dibagikan, selanjutnya ada anaknya laki-laki yang sebenarnya menjadi ahli waris juga telah meninggal, pertanyaannya akankah anak laki-laki yang telah meninggal ini mendapatkan warisan?

Jazakalloh,

Wassalamualaikum

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Apa yang membuat Anda bingung memang harus diklarifikasi. Karena pada hakekatnya kedua pernyataan itu benar dan tidak saling bertentangan.

Seorang anak yang menjadi ahli waris ayahnya karena wafat, akan mendapat warisan. Walaupun pembagian warisan belum ditetapkan, namun haknya atas harta benda peninggalan ayahnya sudah pasti.

Barangkali ada kendala tertentu sehingga pembagian warisan belum terlaksana. Hal wajar saja dan kasusnya sering terjadi.

Namun begitu sang Ayah wafat, secara otomatis sudah jelas hak masing-masing ahli waris. Tinggal menghitung berapa hutang almarhum, piutang, wasiat, dan penetapan hak-hak lainnya atas harta almarhum.

Maka kalau ada seorang di antara ahli waris yang wafat, haknya tidak akan hangus. Meski belum ada di tangan, namun haknya akan tetap ada dan tidak hilang.

Bila dia punya isteri, maka isterinya ini akan menerima warisan dari harta suaminya, bukan dari mertuanya.

Hak seorang isteri dari harta suaminya adalah 1/4 atau 1/8. Dan bila si ahli waris ini meninggalkan anak, anak-anaknya pun akan mendapat warisan dari harta Ayahnya. Bukan dari kakek mereka.

Ahli Waris Yang Meninggal Duluan

Adapun pernyataan bahwa seorang ahli waris yang meninggal tidak mendapat warisan adalah dalam kasus di mana sang Ayah masih hidup dan si anak yang seharusnya menjadi ahli waris meninggal duluan.

Maka anak itu memang tidak akan menerima warisan dari Ayahnya. Sebab Ayah -yang biasanya menjadi pemberi warisan itu- kan masih hidup, sedangkan si anak -yang biasanya menerima warisan- malah meninggal duluan.

Maka hukumnya jadi terbalik, bukan anak yang menerima warisan dari ayahnya, tapi malah justru si ayah yang menerima warisan dari anaknya yang meninggal dunia.

Dan memang dalam hukum waris, ada sebuah aturan bahwa yang memberi warisan harus meninggal terlebih dahulu, dan yang menerima warisan harus masih hidup saat itu.

Mari kita buat ilustrasi lain. Ada pasangan suami isteri. Kalau suaminya meninggal duluan, maka isteri menjadi ahli waris. Dan isteri berhak mendapatkan harta 1/8 suaminya, atau 1/4 bila si suami tidak punya anak.

Tapi seandainya isteri meninggal duluan, maka suaminya menjadi ahli waris dari isterinya. Suaminya berhak atas 1/4 harta isteri atau 1/2-nya bila isteri tidak punya anak.

Kasus Anak Meninggal Duluan

Bila seorang anak meninggal dan ayahnya masih hidup, tentu saja ayah akan menjadi ahli waris dari anaknya. Hak ayah atas harta anaknya sebesar 1/6 bagian.

Bila kemudian si Ayah meninggal juga, isteri si anak tidak menerima warisan dari harta mertuanya. Demikian juga, anaknya anak juga tidak menerima warisan dari kakeknya, apabila kakek itu masih punya anak lain selain ayah si cucu.

Semoga penjelasan ini jelas dan keterangan ini terang. Seterang matahari di siang yang terik.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Ahmad Sarwat, Lc

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Akses Ustadz Menjawab Melalui Hape
13 March 2008, 23:09 | Umum | 4.525 views
Beranjak Dewasa Tapi Belum Aqiqah
13 March 2008, 01:58 | Qurban Aqiqah | 8.454 views
Haramnya Pupuk Kandang
11 March 2008, 22:34 | Thaharah | 9.069 views
Menyentuh Kemaluan, Batalkah Wudhu' Saya?
11 March 2008, 22:30 | Thaharah | 12.019 views
E-Book Kitab Berbahasa Arab Gratis
11 March 2008, 04:09 | Kontemporer | 7.143 views
Tentang Kebolehan Menggauli Budak
11 March 2008, 02:16 | Kontemporer | 7.166 views
Tindakan Konkrit terhadap Keadaan di Palestina
10 March 2008, 00:09 | Negara | 4.772 views
Air di Bak Mandi Kecil Apakah Suci dan Mensucikan?
9 March 2008, 01:31 | Thaharah | 68.807 views
Benarkah Ka'bah Itu Adalah Kuburan?
8 March 2008, 23:17 | Haji | 9.791 views
Tidur di Saat Kutbah Jum'at, Sahkah Sholat Jum'atnya?
7 March 2008, 03:14 | Shalat | 20.685 views
Meneruskan Tema "Menikahi Wanita Ahli Kitab"
7 March 2008, 02:46 | Nikah | 5.377 views
Ragu-Ragu dengan Bekas Najis di Mana-Mana
6 March 2008, 00:03 | Thaharah | 26.670 views
Jadi Bawahan dengan Tugas Menghitungkan Riba, Apakah Ikut Berdosa?
6 March 2008, 00:03 | Muamalat | 6.169 views
Status Wanita Ahli Kitab Setelah Dinikahi
5 March 2008, 00:58 | Nikah | 7.710 views
Bolehkah Ayah Saya Jadi Wali untuk Saya?
5 March 2008, 00:56 | Nikah | 5.244 views
Menikahi Wanita yang Sedang Koma Karena Sakit....
3 March 2008, 23:03 | Nikah | 7.077 views
Shalat Jumat di Kapal
3 March 2008, 21:53 | Shalat | 6.442 views
Film Ayat-Ayat Cinta Lebih Berbahaya dari Film Maksiat?
3 March 2008, 01:47 | Kontemporer | 9.321 views
Teknologi Dunia Jin
1 March 2008, 21:48 | Kontemporer | 8.848 views
Hewan yang Disetrum
1 March 2008, 00:29 | Kuliner | 6.197 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 30,347,074 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema