Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Apakah Ahli Waris yang Telah Meninggal Mendapat Bagian? | rumahfiqih.com

Apakah Ahli Waris yang Telah Meninggal Mendapat Bagian?

Sat 15 March 2008 01:06 | Mawaris | 17.942 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalamualaikum Warohmatulloh.,

Ust. Ahmad Sarwat,

Dalam bahasan ilmu Faraidh beberapa waktu yang lalu ustaz sempat membahas bahwa ahli waris yang telah meninggal dunia tidak mendapatkan bagian warisan.

Akan tetapi dalam bahasan yang lain jika ahli waris meninggal maka akan tetap mendapatkan bagian warisannya.

Manakah pernyataan tersebut yang benar dan berdasarkan apa dalil tentang ini?

Contoh kasus: ada keluarga yang ditinggal Ayahnya kemudian harta warisan belum dibagikan, selanjutnya ada anaknya laki-laki yang sebenarnya menjadi ahli waris juga telah meninggal, pertanyaannya akankah anak laki-laki yang telah meninggal ini mendapatkan warisan?

Jazakalloh,

Wassalamualaikum

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Apa yang membuat Anda bingung memang harus diklarifikasi. Karena pada hakekatnya kedua pernyataan itu benar dan tidak saling bertentangan.

Seorang anak yang menjadi ahli waris ayahnya karena wafat, akan mendapat warisan. Walaupun pembagian warisan belum ditetapkan, namun haknya atas harta benda peninggalan ayahnya sudah pasti.

Barangkali ada kendala tertentu sehingga pembagian warisan belum terlaksana. Hal wajar saja dan kasusnya sering terjadi.

Namun begitu sang Ayah wafat, secara otomatis sudah jelas hak masing-masing ahli waris. Tinggal menghitung berapa hutang almarhum, piutang, wasiat, dan penetapan hak-hak lainnya atas harta almarhum.

Maka kalau ada seorang di antara ahli waris yang wafat, haknya tidak akan hangus. Meski belum ada di tangan, namun haknya akan tetap ada dan tidak hilang.

Bila dia punya isteri, maka isterinya ini akan menerima warisan dari harta suaminya, bukan dari mertuanya.

Hak seorang isteri dari harta suaminya adalah 1/4 atau 1/8. Dan bila si ahli waris ini meninggalkan anak, anak-anaknya pun akan mendapat warisan dari harta Ayahnya. Bukan dari kakek mereka.

Ahli Waris Yang Meninggal Duluan

Adapun pernyataan bahwa seorang ahli waris yang meninggal tidak mendapat warisan adalah dalam kasus di mana sang Ayah masih hidup dan si anak yang seharusnya menjadi ahli waris meninggal duluan.

Maka anak itu memang tidak akan menerima warisan dari Ayahnya. Sebab Ayah -yang biasanya menjadi pemberi warisan itu- kan masih hidup, sedangkan si anak -yang biasanya menerima warisan- malah meninggal duluan.

Maka hukumnya jadi terbalik, bukan anak yang menerima warisan dari ayahnya, tapi malah justru si ayah yang menerima warisan dari anaknya yang meninggal dunia.

Dan memang dalam hukum waris, ada sebuah aturan bahwa yang memberi warisan harus meninggal terlebih dahulu, dan yang menerima warisan harus masih hidup saat itu.

Mari kita buat ilustrasi lain. Ada pasangan suami isteri. Kalau suaminya meninggal duluan, maka isteri menjadi ahli waris. Dan isteri berhak mendapatkan harta 1/8 suaminya, atau 1/4 bila si suami tidak punya anak.

Tapi seandainya isteri meninggal duluan, maka suaminya menjadi ahli waris dari isterinya. Suaminya berhak atas 1/4 harta isteri atau 1/2-nya bila isteri tidak punya anak.

Kasus Anak Meninggal Duluan

Bila seorang anak meninggal dan ayahnya masih hidup, tentu saja ayah akan menjadi ahli waris dari anaknya. Hak ayah atas harta anaknya sebesar 1/6 bagian.

Bila kemudian si Ayah meninggal juga, isteri si anak tidak menerima warisan dari harta mertuanya. Demikian juga, anaknya anak juga tidak menerima warisan dari kakeknya, apabila kakek itu masih punya anak lain selain ayah si cucu.

Semoga penjelasan ini jelas dan keterangan ini terang. Seterang matahari di siang yang terik.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Ahmad Sarwat, Lc

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Akses Ustadz Menjawab Melalui Hape
13 March 2008, 23:09 | Umum | 3.804 views
Beranjak Dewasa Tapi Belum Aqiqah
13 March 2008, 01:58 | Qurban Aqiqah | 7.086 views
Haramnya Pupuk Kandang
11 March 2008, 22:34 | Thaharah | 6.755 views
Menyentuh Kemaluan, Batalkah Wudhu' Saya?
11 March 2008, 22:30 | Thaharah | 7.860 views
E-Book Kitab Berbahasa Arab Gratis
11 March 2008, 04:09 | Kontemporer | 5.333 views
Tentang Kebolehan Menggauli Budak
11 March 2008, 02:16 | Kontemporer | 5.876 views
Tindakan Konkrit terhadap Keadaan di Palestina
10 March 2008, 00:09 | Negara | 3.963 views
Air di Bak Mandi Kecil Apakah Suci dan Mensucikan?
9 March 2008, 01:31 | Thaharah | 30.629 views
Benarkah Ka'bah Itu Adalah Kuburan?
8 March 2008, 23:17 | Haji | 6.550 views
Tidur di Saat Kutbah Jum'at, Sahkah Sholat Jum'atnya?
7 March 2008, 03:14 | Shalat | 13.452 views
Meneruskan Tema "Menikahi Wanita Ahli Kitab"
7 March 2008, 02:46 | Nikah | 4.450 views
Ragu-Ragu dengan Bekas Najis di Mana-Mana
6 March 2008, 00:03 | Thaharah | 13.317 views
Jadi Bawahan dengan Tugas Menghitungkan Riba, Apakah Ikut Berdosa?
6 March 2008, 00:03 | Muamalat | 4.815 views
Status Wanita Ahli Kitab Setelah Dinikahi
5 March 2008, 00:58 | Nikah | 6.138 views
Bolehkah Ayah Saya Jadi Wali untuk Saya?
5 March 2008, 00:56 | Nikah | 4.441 views
Menikahi Wanita yang Sedang Koma Karena Sakit....
3 March 2008, 23:03 | Nikah | 5.134 views
Shalat Jumat di Kapal
3 March 2008, 21:53 | Shalat | 5.130 views
Film Ayat-Ayat Cinta Lebih Berbahaya dari Film Maksiat?
3 March 2008, 01:47 | Kontemporer | 7.160 views
Teknologi Dunia Jin
1 March 2008, 21:48 | Kontemporer | 6.383 views
Hewan yang Disetrum
1 March 2008, 00:29 | Kuliner | 5.205 views

TOTAL : 2.294 tanya-jawab | 22,934,461 views