Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Wali Hakim Wanita | rumahfiqih.com

Wali Hakim Wanita

Tue 18 March 2008 00:32 | Nikah | 5.273 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Membaca penjelasan dari pak ustadz, bahwa wali hakim adalah presiden/pemimpin suatu negara, dan bila beliau berhalangan maka bisa digantikan oleh bawahanya sampai ke tingkat KUA.

Yang saya tanyakan, bisakah melaksanakan pernikahan dengan menggunakan wali hakim pada suatu negara yang pemimpinya adalah seorang perempuan? Dan bagaimanakah dengan anak perempuan hasil ZINA yang hendak menikah, sedangkan dia tidak punya wali?

Terimakasih atas jawabanya

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Kalau pertanyaannya bisa ata tidak bisa, maka jawabnya tentu saja tidak bisa. Karena seorang wali dalam sebuah akad nikah harus laki-laki. Jadi kalau sampai seorang hakim (penguasa tertinggi) di suatu negara adalah seorang perempuan, tentu saja tidak sah untuk jadi wali.

Karena itulah para ulama sedunia sejak zaman Rasulullah SAW telah sepakat mengharamkan wanita menjadi pemimpin tertinggi di suatu negara.

Mereka mungkin berbeda pendapat tentang wanita yang memegang jabatan tinggi di suatu negara, sebagaian membolehkan dan sebagian tetap menghramkan. Akan tetapi kalau sudah sampai titik al-wilayah al-uzdhma (pemimpin tertinggi), mereka sepakat mengharamkannya.

Bukan apa-apa, karena salah satunya akan membuat wanita yang tidak punya wali malah jadi tidak bisa menikah, lantaran penguasa tertingginya justru seorang wanita. Dan hal itu telah ditegaskan dalam banyak dalil, seperti hadits berikut ini.

'Tidak akan pernah beruntung suatu kaum yang menyerahkan urusan (pemerintahan/kekuasaan) mereka kepada seorang wanita." (HR Bukhari, lihat Fathul Baari karya Ibnu Hajar Al-Asqalany, hadits nomor 4425 dan 7099).

Dalil Sejarah Islam

Juga telah dibuktikan dalam sejarah 14 abad perjalanan umat, yang tidak pernah sekali pun seorang wanita menjabat sebagai khalifah. Mungkin kita sering menemukan tokoh wanita, seperi ibunda Aisyah radhiyallahu 'anha, atau seperti Rabi'ah Al-Adawiyah dan seterusnya. Tapi mereka tidak pernah menjabat jabatan tertinggi di suatu negara.

Apalagi seorang khalifah bukan hanya memimpin negara, tetapi juga memimpin shalat dan menjadi khatib pada setiap Shalat Jumat dan Shalat Ied. Bagaimana mungkin bila jabatan itu dijabat oleh seorang wanita.

Islam punya cara tersendiri untuk menghormati wanita, tapi yang jelas bukan untuk jabatan wilayah udzma. Dan dalam pandangan Islam, menjadikan seorang wanita sebagai pemimpin tertinggi justru merupakan pelecehan kepada sifat dan karakter seorang wanita.

Namun aqidah kafir dari barat yang tidak pernah mengakui kemanusiaan manusia, telah berhasil menyihir pandangan banyak orang, sehingga mereka memandang wanita itu harus sama dengan laki-laki dalam segalanya, termasuk dalam urusan politik. Sampai-sampai harus diberi hak juga untuk menjadi kepala negara.

Berdalil Dengan Ratu Balqis

Seringkali kali para pendukung presiden wanita berdalildengan kisah kepemimpinan Ratu Balqis. Mereka bilang Islam membolehkan pemimpin wanita, karena ada kisah Ratu Balqis yang menjadi Ratu di sebuah negara, dan kisah itu terdapat dalam Al-Quran.

Sayangnya, banyak juga orang yang terkecoh dengan argumentasi seperti ini, lalu ikut-ikuan mendukung pendapat yang aneh bin ajaib ini.

Kita akan menjawab dengan jawaban yang sederhana saja. Kisah Ratu Saba' itu memang ada di dalam Al-Quran. Tapi ingat, tidak semua kisah di dalam Al-Quran itu berarti boleh dicontoh dan tidak semuanya kisah teladan buat kita.

Bukankah kisah Fir'aun dan Namrudz pun juga ada di dalamnya? Apakah kita boleh jadi Fir'aun dan Namrudz? Dalam Al-Quran juga ada kisah pembangkangan bangsa Yahudi, lalu apakah kita boleh menjadikan pembangkangan yahudi itu sebagai suri tauladan?

Kisah Ratu Balqis itu jelas sekali merupakan contoh kisah orang kafir yang memimpin suatu negara. Meski akhirnya masuk Islam, tapi yang jelas pada saat menjadi pemimpin di negerinya, Balqis masih kafir. Maka jelas kisah negeri Saba' yang dipimpin oleh Balqis itu bukan kisah yang boleh ditiru, meski ada disebutkan di dalam Al-Quran.

Dan ketika akhirnya Balqis masuk Islam, beliau menyatakan tunduk dan berserah diri kepada nabi Sulaiman. Bahkan dia menjadi isteri nabi Sulaiman, dalam salah satu versi. Ini menunjukkan bahwa setelah masuk Islam, Balqis bukan lagi seorang penguasa tertinggi di negerinya.

Seharusnya kisah ini harus dipahami secara lebih utuh, bukan sepotong-sepotong sehingga bisa mengacaukan.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Ka'bah Itu Apa Isinya?
18 March 2008, 00:01 | Haji | 7.443 views
Menegakkan Syariah Islam di Indonesia
17 March 2008, 02:09 | Jinayat | 6.970 views
Pembagian Warisan Antara Anak Kandung dan Anak Tiri
16 March 2008, 22:34 | Mawaris | 13.921 views
Apakah Ahli Waris yang Telah Meninggal Mendapat Bagian?
15 March 2008, 01:06 | Mawaris | 51.579 views
Akses Ustadz Menjawab Melalui Hape
13 March 2008, 23:09 | Umum | 5.032 views
Beranjak Dewasa Tapi Belum Aqiqah
13 March 2008, 01:58 | Qurban Aqiqah | 9.731 views
Haramnya Pupuk Kandang
11 March 2008, 22:34 | Thaharah | 10.844 views
Menyentuh Kemaluan, Batalkah Wudhu' Saya?
11 March 2008, 22:30 | Thaharah | 14.488 views
E-Book Kitab Berbahasa Arab Gratis
11 March 2008, 04:09 | Kontemporer | 9.777 views
Tentang Kebolehan Menggauli Budak
11 March 2008, 02:16 | Kontemporer | 8.351 views
Tindakan Konkrit terhadap Keadaan di Palestina
10 March 2008, 00:09 | Negara | 5.188 views
Air di Bak Mandi Kecil Apakah Suci dan Mensucikan?
9 March 2008, 01:31 | Thaharah | 91.684 views
Benarkah Ka'bah Itu Adalah Kuburan?
8 March 2008, 23:17 | Haji | 13.575 views
Tidur di Saat Kutbah Jum'at, Sahkah Sholat Jum'atnya?
7 March 2008, 03:14 | Shalat | 24.555 views
Meneruskan Tema "Menikahi Wanita Ahli Kitab"
7 March 2008, 02:46 | Nikah | 6.104 views
Ragu-Ragu dengan Bekas Najis di Mana-Mana
6 March 2008, 00:03 | Thaharah | 40.960 views
Jadi Bawahan dengan Tugas Menghitungkan Riba, Apakah Ikut Berdosa?
6 March 2008, 00:03 | Muamalat | 6.983 views
Status Wanita Ahli Kitab Setelah Dinikahi
5 March 2008, 00:58 | Nikah | 8.944 views
Bolehkah Ayah Saya Jadi Wali untuk Saya?
5 March 2008, 00:56 | Nikah | 5.919 views
Menikahi Wanita yang Sedang Koma Karena Sakit....
3 March 2008, 23:03 | Nikah | 8.270 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 36,363,064 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

21-9-2019
Subuh 04:27 | Zhuhur 11:47 | Ashar 14:59 | Maghrib 17:52 | Isya 19:00 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img