Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Madzhab Hanafi Mengakui Ada Nabi Setelah Muhammad? | rumahfiqih.com

Madzhab Hanafi Mengakui Ada Nabi Setelah Muhammad?

Sun 23 March 2008 22:39 | Aqidah | 8.221 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalamualaikum wr. wb. pak Ustadz,

Benarkah madzhab Hanafi menyatakan bahwa ada nabi setelah Nabi Muhammad Saw.?Ini berkaitan dengan keterangan Syafii Maarif, bahwa aliran ahmadiyah berpedoman pada madzhab ini.

Jazakumullah khoiron katsiro,

Wass,

Moesa.

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Tentu saja logika yang digunakan salah besar kalau sampai dikatakan mazhab Hanafi mengajarkan adanya nabi sesudah Muhammad SAW. Al-Imam Abu Hanifah dan para penegak mahzab Hanafi secara aqidah bermazhab ahli sunnah wal jamaah. Tentu tidak benar kalau dikatakan mereka mengakui atau malah mengajarkan aqidah sesat.

Ada pun pernyataan Syafi'i Ma'arif bahwa para pengikut Ahmadiyah banyak yang bermazhab Hanafi, tentu harus dipahami bahwa mazhab Hanafi bukan mazhab Aqidah, melainkan mazhab fiqih.

Dan urusan fiqih adalah urusan najis, wudhu', mandi janabah, haidh, nifas, shalat, puasa, zakat dan haji, selain juga masalah muamalah, jual beli, dan pernikahan dengan segala kajiannya.

Kalau kebetulan warga Ahmadiyah banyak yang menggunakan fiqih mazhab Hanafi, tidak bisa di balik logikanya. Kita tidak bisa mengatakan bahwa mazhab Hanafi juga beraqidah seperti aqidahnya Ahmadiyah yang sesat.

Ini logika rancu, entah disengaja atau tidak, tapi polanya amat terasa ingin menyesatkan. Sebab kalau logika seperti itu mau dipakai, berarti bisa saja kita bilang bahwa nabi Muhammad SAW juga sesat. Kok bisa?

Ya, sebab pemimpin perjuangan India, Mahatma Gandhi termasuk orang yang banyak mengambil teladan dari sirah nabawiyah. Kalau logika bengkok itu dipakai, bisa saja nanti orang mengatakan bahwa aqidah yang diajarkan oleh nabi Muhammad adalah aqidah Hindu? Tentu logika ini kurang bisa diterima, bukan?

Mazhab Hanafi adalah Mazhab Fiqih

Sebagai mazhab fiqih, mazhab Hanafi tidak mengurus wilayah aqidah seperti nabi baru sesudah Muhammad. Mazhab-mazhab yang bicara tentang aqidah bukan mazhab fiqih, tapi mazhab di bidang aqidah, misalnya Al-Maturidiyah, Al-Asy'ariyah dan sejenisnya.

Namun mazhab-mazhab itu selama masih dalam koridor ahlu sunnah wal jamaah, maka tidak mengapa untuk dipakai dan dijalankan. Sebaliknya, kalau mazhab aqidah itu sudah keluar dari aqidah ahlu sunnah wal jamaah, maka aliran itu adalah aliran sesat yang harus dibasmi.

Sesatnya Ahmadiyah

Paham dan aliran yang mengajarkan keberadaan nabi sesudah nabi Muhammad SAW adalah paham yang secara aklamasi telah dianggap sesat dan keluar dari agama Islam. Siapa yang meyakini aqidah sesat itu maka dia telah kafir dan keluar dari agama Islam.

Dan itulah yang telah ditetapkan oleh para ulama di Pakistan, tempat lahirnya aliran sesat Ahmadiyah. Di negerinya sendiri sudah dianggap bukan bagian dari agama Islam. Sebagaimana sekte Baha'i yang awalnya mereka mengaku Islam, tapi pada akhirnya mereka menyatakan diri bukan Islam.

Anehnya, justru di Indonesia oleh Pemerintahnya masih belum dianggap sesat. Ujung-ujungnya setelah diselidiki, ternyatakarena ada main mata dengan oknum-oknum di tubuh pemerintahan negeri kita.

Selama oknum-oknum di dalam tubuh Pemerintahan kita belum dibersihkan, semua aliran sesat masih akan menikmati surganya di bumi Indonesia. Dan riwayat yang sampai kepada kita sudah hampir mencapai derajat mutawatir bahwa keberadaan aliran sesat Ahmadiyah di negeri ini tidak lain adalah konspirasi negara-negara Adidaya yang dengan sengaja membantu dan menyokong sepenuhnya.

Jadi yang kita hadapi ternyata bukan sekelompok orang awam yang dicocok hidungnya dengan doktrin sesat. Yang kita hadapi adalah konspirasi jahat international yang sejak Ahmadiyah berdiri di India, memang dirancang oleh para inteljen Inggris demi mematahkan perlawanan umat Islam India.

Maka sejak awal memang sudah jelas siapakah sesungguhnya Ahmadiyah itu, dan sejak awal memang tidak pernah berubah sebagai aliran sesat buatan penjajah yang sengaja dimasukkan ke negeri muslim.

Dan tidak pernah ada niat dari para pendiri Ahmadiyah untuk menyatakan diri sebagai bukan bagian dari agama Islam. Sebab kalau mereka menyatakan diri bukan bagian dari agama Islam, percuma saja perjuangan mereka untuk menyesatkan umat Islam. Walau pun umat Islam justru akan tenang dan segera menyudahi hujatannya.

Pertolongan Allah

Satu hal yang biasa terjadi, biasanya sebentar nanti akan ada pemimpin sebuah aliran sesatyang akan tobat. Dia nantibercerita bagaimana kesesatan aliran itu.

Selama ini berdasarkan pengalaman, hampir semua aliran sesat di negeri ini memiliki tokoh internal yang kemudian terpental keluar dan tobat dari aliran itu. Dari mereka inilah kemudian kita akan tahu bagaimana 'isi perut' aliran sesat itu. Kita tunggu saja pertolongan dari Allah.

Biasanya hal itu sering terjadi. Dan kita berdoa saja, semoga Allah SWT memberikan hidayah kepada tokohnya dan kembali ke aqidah Islam yang lurus, lalu bisa bercerita tentang kesesatan aliran itu. Amien.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Pembagian Waris Berdasarkan Perasaan dan Kekeluargaan
23 March 2008, 21:52 | Mawaris | 11.283 views
Siapakah yang Disalib?
23 March 2008, 01:38 | Aqidah | 14.099 views
Membaca Amin Setelah Imam Selesai Fatihah
23 March 2008, 00:23 | Shalat | 13.396 views
Shalat Witir Hukumnya Wajib?
22 March 2008, 01:45 | Shalat | 8.787 views
Ingin Membuat Buku Digital dan Online
20 March 2008, 02:04 | Umum | 5.182 views
Bagaimana Menghadapi Tukang Santet
19 March 2008, 23:50 | Aqidah | 19.881 views
Wali Hakim Wanita
18 March 2008, 00:32 | Nikah | 5.274 views
Ka'bah Itu Apa Isinya?
18 March 2008, 00:01 | Haji | 7.443 views
Menegakkan Syariah Islam di Indonesia
17 March 2008, 02:09 | Jinayat | 6.971 views
Pembagian Warisan Antara Anak Kandung dan Anak Tiri
16 March 2008, 22:34 | Mawaris | 13.931 views
Apakah Ahli Waris yang Telah Meninggal Mendapat Bagian?
15 March 2008, 01:06 | Mawaris | 51.599 views
Akses Ustadz Menjawab Melalui Hape
13 March 2008, 23:09 | Umum | 5.033 views
Beranjak Dewasa Tapi Belum Aqiqah
13 March 2008, 01:58 | Qurban Aqiqah | 9.734 views
Haramnya Pupuk Kandang
11 March 2008, 22:34 | Thaharah | 10.845 views
Menyentuh Kemaluan, Batalkah Wudhu' Saya?
11 March 2008, 22:30 | Thaharah | 14.492 views
E-Book Kitab Berbahasa Arab Gratis
11 March 2008, 04:09 | Kontemporer | 9.782 views
Tentang Kebolehan Menggauli Budak
11 March 2008, 02:16 | Kontemporer | 8.361 views
Tindakan Konkrit terhadap Keadaan di Palestina
10 March 2008, 00:09 | Negara | 5.189 views
Air di Bak Mandi Kecil Apakah Suci dan Mensucikan?
9 March 2008, 01:31 | Thaharah | 91.708 views
Benarkah Ka'bah Itu Adalah Kuburan?
8 March 2008, 23:17 | Haji | 13.578 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 36,372,448 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

21-9-2019
Subuh 04:27 | Zhuhur 11:47 | Ashar 14:59 | Maghrib 17:52 | Isya 19:00 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img