Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Hukum Foto Pre Wedding di Kartu Undangan | rumahfiqih.com

Hukum Foto Pre Wedding di Kartu Undangan

Mon 31 March 2014 03:03 | Nikah | 16.812 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalamu'alaikum wr.wb

Ustadz...saya mau tanya, alhamdulillah dalam kurun waktu 4 bulan lagi insya Allah saya akan menikah.

Dalam hukum Islam memang melarang 2 manusia yang bukan mahram berfoto bersama dengan pose-pose yang sangat berdekatan secara fisik, karena belum sah menikah.

Yang saya tanyakan, apakah boleh kami yang menikah ini berfoto bersama untuk foto pra nikah (pre wedding) yang akan dipajang di undangan, tapi tidak berdekatan dan saling pandang, dengan kata lain jaraknya berjauhan, tetapi tetap dalam satu frame? Contoh berfoto dengan calon suami saya yang sama-sama sedang membaca Al-qur'an tapi calon saya duduk di depan dan saya di belakang, atau bisa saya foto yang diambil di 2 tempat berbeda, tapi dengan teknologi dapat disejajarkan/disambung agar terlihat lebih indah...apa semua itu boleh?

Saya juga ingin tau dalilnya yang ada dalam Al-qur'an, Hadist, atau yang lainnya

Terima kasih sebelumnya, saya mohon untuk jawabannya

Wassalamu'alaikum wr.wb

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Kalau anda ingin tahu dalil untuk berfoto berdua sebelum nikahdari Quran dan Sunnah, maka ketahuilah bahwa tidak ada ayat atau hadits yang memerintahkannya. Jadi perbuatan itu mengada-ada, tidak punya landasan atau dasar perintah dari kedua sumber hukum Islam.

Tapi apakah haram?

Kalau pertanyaannya apakah haram, maka jawabannya tergantung apakah perbuatan itu sendiri merupakan pelanggaran hukum syariah atau bukan.

Dan kalau kita pilah-pilah hukumnya, kita akan menemukan hukum yang berdiri sendiri atas hal itu. Misalnya, bagaimana hukum foto itu sendiri. Kedua, bagaimana hukum berpose seolah suami isteri padahal belum sah.

1. Hukum Photografi

Para ulama berbeda pendapat tentang hukum photografi. Ada kalangan yang sangat ekstrim sehingga semua bentuk photografi hukumnya haram. Tidak peduli untuk tujuan apa dan phose yang bagaimana, pendeknya sekali haram tetap haram.

Lalu bagaimana mereka bisa sampai kepada kesimpulan itu? Adakah dalil yang melatar-belakangi kesimpulan sedemikian rupa?

Jawabannya ada, ya mereka ternyata punya dalil-dalil yang menurut mereka kuat. Misalnya dalil berikut ini:

Sesungguhnya orang yang paling berat siksaannya nanti di hari kiamat, yaitu orang-orang yang menggambar gambar-gambar ini. Dalam satu riwayat dikatakan: Orang-orang yang menandingi ciptaan Allah. (HR Bukhari dan Muslim)

Barangsiapa membuat gambar nanti di hari kiamat dia akan dipaksa untuk meniupkan roh padanya; padahal dia selamanya tidak akan bisa meniupkan roh itu. (HR Bukhari)

Kalau anda menggunakan pendapat para ulama yang model begini, maka jawaban dari kartu undangan yang pakai photo itu jelas jadi haram hukumnya. Tidak peduli phosenya, photografi itu saja sudah haram, dalam pandangan ulama yang ini.

Namun jangan bingung dulu, selain ulama yang agak konservatif dengan pendapatnya itu, ternyata ada juga kalangan ulama yang agak moderat, di mana mereka tidak gebyah uyah main haramkan photografi begitu saja. Mereka juga punya hujjah yang kalau dipikir-pikir, kayaknya masuk akal juga.

Hujjah mereka tentang photografi ini bahwa pada prinsipnya mubah, karena photografi beda dengan melukis atau membuat patung. Prosesnya adalah menangkap bayangan atau citra suatu objek pada suatu bidang dan kemudian hasil bidikan itu diproses sehingga menjadi sebuah karya photografi.

Kalau pun mereka mengharamkan photografi, maka kaitannya bukan pada tekniknya, melainkan bergantung kepada objeknya. Kalau objeknya halal, maka hukumnya halal, sebaliknya kalau objeknya tidak halal, maka hukumnya tidak halal.

Maka yang haram dalam pandangan mereka bila objeknya gambar berhala, orang telanjang, atau sejenisnya.

2. Phose Berdua Bukan Mahram

Memang sekarang ini lagi ngetrend kartu undangan pernikahan dengan dihias phose-phose pasangan itu di sampulnya. Sayangnya yang jadi kritik besar adalah gambar itu diambil saat pasangan itu masih belum sah jadi suami isteri.

Seandainya akad nikah sudah dilaksanakan, maka hukum berpelukan antara mereka tidak menjadi masalah. Sebab pada dasarnya mereka sudah suami isteri.

Akan tetapi manakala pasangan itu belum sempat melangsungkan akad nikah, tapi sudah peluk-pelukan atau sejenisnya, lalu difoto dan dipublikasikan dalam bentuk kartu undangan, tentu hukumnya haram. Sebab mereka itu belum lagi sah sebagai pasangan suami isteri, meski nantinya bakalan sah juga.

Bahkan kalau dipikir-pikir, dosa berpose seperti layaknya suami isteri bagi pasangan yang belum sah itu malah lebih besar daripada mereka melakukan hal itu tapi diam-diam. Sebab kita tahu bahwa perbuatan dosa yang dipamerkan itu jauh lebih berat dari pada dosa yang disembunyikan. Meski pun tetap saja keduanya haram hukumnya.

Calon suami isteri yang belum halal, bila difoto berdua lalu melakukan adegan seolah mereka adalah pasangan yang sah, lantas dipublikasikan, maka hal ini sebenarnya sudah termasuk perbuatan mungkar secara terang-terangan. Dosanya jauh lebih besar ketimbang perbuatan yang sama tapi dilakukan diam-diam.

Mengapa demikian?

Karena memang demikian Rasulullah SAW mengajarkan kita. Apabila seseorang tersadar dari melakukan suatu kesalahan lalu merahasiakannya, maka kemungkinan Allah mengampuninya lebih besar dari pada dia melakukan dosa lalu menceritakannya atau menyebarluaskannya kepada khalayak ramai.

Dan kasus cetak kartu undangan perkawinan dengan gambar calon pasangan dalam posisi seolah sudah halal adalah bagian dari dosa yang disebar-sebarkan.

Jalan Tengah
Kalau pun seandainya calon pasangan ini tetap menghendaki ada pemasangan foto wajah mereka di kartu undangan, maka seharusnya posisi mereka dipisahkan. Paling tidak, foto itu tidak menampilkan mereka dalam posisi yang hanya boleh dilakukan oleh pasangan yang sudah sah menikah.

Misalnya, bukan foto mereka berdua, tapi hanya pas foto mereka masing-masing yang dipotret secara terpisah, lalu dipasangnya berdampingan tanpa menggambarkan posisi tubuh mereka yang berangkulan.

Pas foto masing-masing yang difoto terpisah akan memberikan gambaran jelas bahwa mereka inilah memang calon suami dan isteri yang punya hajatan, tapi mereka tidak dalam posisi bersama atau berduaan.

Menurut hemat kami, ini lebih aman dan bisa dijadikan salah satu solusi, bila terpaksa harus menggunakan foto di kartu undangan.

Tapi yang paling aman adalah akad nikah dulu sebelum pengambilan gambar, lalu pada sampul kartu undangan dituliskan bahwa photo ini diambil setelah akad nikah dilangsungkan. Ditanggung aman dan nyaman 100%.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Rumah Sudah Dihibahkan Apa Masih Dibagi Waris?
28 March 2014, 10:11 | Mawaris | 14.783 views
Hukum Main Game Monopoli dan Ular Tangga, Haramkah?
27 March 2014, 06:17 | Muamalat | 25.168 views
Bingung Halal Haram Asuransi Syariah
24 March 2014, 08:32 | Muamalat | 17.647 views
Bisakah Kita Masuk Surga Tanpa ke Neraka?
22 March 2014, 07:18 | Aqidah | 24.151 views
Terkait Kehamilan dan Pasca Kelahiran
21 March 2014, 09:04 | Wanita | 23.857 views
Zakat Dagangan Modal Patungan, Bagaimana Menghitungnya?
20 March 2014, 07:30 | Zakat | 6.627 views
Hukum Makan Daging Kuda, Halal Atau Haram?
19 March 2014, 05:30 | Kuliner | 79.356 views
Apakah Setiap Hadits Mutawatir Sudah Pasti Shahih?
18 March 2014, 05:00 | Hadits | 23.952 views
Sudah Melepaskan Hak Waris Ternyata Masih Minta Lagi
17 March 2014, 10:20 | Mawaris | 6.737 views
Berwudhu dengan Air Banjir
16 March 2014, 18:44 | Thaharah | 7.942 views
Kenapa Harus Ada Khilafiyah?
15 March 2014, 12:01 | Ushul Fiqih | 10.212 views
Uang Belanja Jika Isteri Lebih dari Satu
14 March 2014, 08:30 | Nikah | 6.737 views
Bagaimana Shalatnya Nelayan Seminggu di Atas Perahu
12 March 2014, 06:00 | Shalat | 7.536 views
Adegan Sujud Syukur Dalam Film 99 Cahaya di Langit Eropa
11 March 2014, 06:10 | Shalat | 11.155 views
Istri Hamil Dengan Laki-laki Lain, Dicerai Lalu Menikah Dengan Yang Menghamilinya
10 March 2014, 08:30 | Nikah | 15.607 views
Istri Dicerai Mau Menikah Lagi, Haruskah Menunggu Talak Tiga?
9 March 2014, 11:00 | Nikah | 14.948 views
Benarkah Quran Mendiskriminasikan Perempuan karena Hanya Ada Bidadari di Surga?
8 March 2014, 07:40 | Quran | 11.930 views
Shalat Jama' Shuri, Apakah itu?
7 March 2014, 06:00 | Shalat | 9.292 views
Bolehkah Melakukan Operasi Ganti Kelamin
6 March 2014, 06:54 | Kontemporer | 11.080 views
Khutbah Jumat Wajib Berbahasa Arab?
5 March 2014, 06:05 | Shalat | 16.804 views

TOTAL : 2.294 tanya-jawab | 22,909,022 views