Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Foto Syur Artis Indonesia di Kolam Renang | rumahfiqih.com

Foto Syur Artis Indonesia di Kolam Renang

Mon 7 April 2008 19:26 | Kontemporer | 11.948 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalamu 'alaikum.wr.wb

Saya pernah melihat di acara infotaintment, ada artis kita yang fotonya tersebar di internet dengan pose busana minim.

Ketika diwawancarai, ternyata artis itu tidak menampiknya dan malah santai saja bahwa fotonya beredar di internet. Alasannya begini, "Lho, kenapa harus marah, toh saya difoto berpakaian itu karena sesuai tempatnya, yaitu saat liburan dengan keluarga di sebuah kolam renang. Saya tohmemang sedang di kolam renang, jadi wajar dong kalau saya lagi pakai pakaian renang."

Padahal ustadz, di foto itu dia bersama beberapa laki-laki. Eh ternyata alasannya seolah masuk akal juga. Dia berkilah, "Saya itu berfoto itu bukan sama siapa-siapa, para cowok itu kan sebenarnya sepupu saya sendiri kok, bukan orang lain."

Lah, iki piye toh ustadz..? Mohon pencerahan. Syukron

Wassalam

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Memang sangat patut disayangkan jawaban berbau apologia seperti itu. Sebab yang namanya foto, tidak ada istilah pribadi atau tidak pribadi. Siapa yang bisa membedakan antara foto pribadi atau tidak pribadi.

Karena pada hakikatnya seorang wanita memang tidak boleh menampakkan auratnya, apalagi hanya berpakaian bikini atau pakaian renang saja. Pada dasarnya, dia memang tidak bisa berkilah bahwa karena lokasinya di kolom renang, lalu foto itu menjadi wajar.

Kadang-kadang jawaban-jawaban seperti ini yang perlu kita sesali, karena jelas sekali jawaban seperti ini sangat mengada-ada. Mana bisa foto dengan pakaian minim itu bisa dianggap boleh dan wajar, karena diambil di kolam renang yang dianggap wajar bila orang pakai bikini.

Kalau 'logika wajar' karena lokasi seperti ini mau dipakai, berarti kalau kebetulan sedang berada di pantai yang banyak bule lagi bugil, maka apakah berpose bugiljadi boleh hukumnya? Karena dianggap sesuai dengan suasanya?Tentu logika sesat seperti ini tidak bisa diterima, karena ini adalah logika yangterbalik.

Yang benar, bila seorang wanita mau membuka auratnya di kolam renang pribadi, di mana dijamin tempat itu tidak ada laki-laki yang bukan mahram, hukumnya memang boleh. Tapi tidak boleh ada cerita pakai difoto segala. Karena sekali ada jepretan kamera, tidak pernah ada jaminan bahwa foto itu tidak jatuh ke tangan yang salah.

Apalagi kita hidup di zaman digital yang sangat mudah sekali melakukan pengkopian. Maka mengambil potret dalam keadaan terbuka aurat, meski pengambilan itu di tempat yang tersembunyi sekalipun, tetap tidak bisa dibenarkan.

Berpose Minim Busana Bersama dengan Sepupu

Anda katakan bahwa artis itu membela diri bahwa dia tidak berpose bersama orang lain, seperti pacar atau cowok mana. Tapi dia mengaku bahwa foto itu wajar karena dia hanya berpose dengan keluarga sendiri, yaitu para sepupunya.

Dan karena hanya dengan sepupunya, maka seolah ingin dikesankan bahwa hal itu wajar dan boleh. Setidaknya itulah maksud si artis mengatakan hal itu.

Tapi kalau kita kembalikan kepada syariah Islam, tentu saja sepupu itu bukan mahram. Saudara sepupu laki-laki adalah termasuk orang ajnabi (asing) yang kepada mereka seorang wanita tetap diharamkan menampakkan aurat, atau berduaan, apalagi sampai masuk kolam renang bersama-sama, pakai berfoto segala lagi.

Maka hal ini jelas tidak bisa diterima dalam pandangan syariah Islam, dan pembelaan seperti itu bukan apa-apa, tapi jelas menyesatkan.

Gaya hidup para artis yang sering kita lihat wajahnya di TV memang seringkali mudah diselewengkan. Dengan seribu satu alasan, mereka mudah sekali terjebak dengan keadaan yang pada hakikatnya menyalahi syariah. Sayangnya, pengetahuan agama yang minim, ditambah arus hedonisme yang sangat kuat, sehingga artis yang istiqamah dengan agama malah bisa dihitung dengan jari sebelah tangan.

Selebihnya?

Kita sangat menyayangkan kalau mereka terbawa arus hedonisme liar, di mana mereka dengan mudahnya menabrak rambu syariah. Mulai dari pergaulan bebas, minuman bahkan sampai ke narkoba. Semua itu dengan mudahnya merasuki gaya hidup mereka. Dan termasuk di dalamnya, mudah sekali mereka berpakain yang 'menyesuaikan lingkungan'.

Satu lagi penyakit artis itu, yaitu mereka sangat patuh kepada 'tuntutan skenario'. Seolah kalau sudah bisa buka aurat, asalkan ada alasan kecil seperti 'tuntutan skenario', maka dengan ikhlasnya mereka akan memelorotkan pakaiannya, tidak peduli lagi adanya aturan hukum agama yang melarang seseorang menampakkan auratnya.

Jadi berpose memakai bikini biar bagaimana pun tetap haram. Tidak ada istilah bahwa foto itu diambil pada suatu momen pribadi. Apalagi yang dikatakan momen pribadi itu ternyata masuk kolam renang dengan laki-laki asing yang jadi sepupu, jelas sekali itu menyalahi agama.

Semoga umat Islam tidak mudah terkecoh dengan alibi dan jawaban yang dicari-cari dan dibuat-buat seperti itu. Dan semoga yang bersangkutan semakin menyadari bahwa tindakannya itu tidak bisa dibenarkan dalam pandangan agama mana pun.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Keutamaan Shalat Jama'ah
4 April 2008, 01:02 | Shalat | 6.728 views
Apakah MTQ Bid'ah?
4 April 2008, 00:48 | Quran | 13.369 views
Mau Belajar di LIPIA Jakarta
3 April 2008, 02:45 | Dakwah | 23.104 views
Penebus untuk Siksa Kubur
2 April 2008, 22:34 | Aqidah | 8.420 views
Fenomena Bencong di Teve
2 April 2008, 00:02 | Kontemporer | 6.505 views
Berdakwah Melalui Parpol Tidak Syar'i?
31 March 2008, 23:03 | Negara | 5.604 views
Shalat Jumat Bagi Wanita
31 March 2008, 00:39 | Shalat | 7.358 views
Baru Ketahuan Sudah Hamil Duluan Setelah Dinikahkan
28 March 2008, 00:32 | Nikah | 9.755 views
Apa yang Harus Dilakukan Kalau Nanti Saya Sudah Masuk Islam?
27 March 2008, 22:58 | Aqidah | 8.115 views
Tanpa Nabi Muhammad Dunia Tidak Tercipta?
27 March 2008, 02:14 | Hadits | 15.755 views
Zakat untuk Pembangunan Masjid
26 March 2008, 21:39 | Zakat | 7.029 views
Haramkah Menikah dengan Orang Ahmadiyah
26 March 2008, 02:02 | Aqidah | 7.072 views
Dapat Fee dari Penjual
26 March 2008, 02:01 | Muamalat | 5.439 views
Madzhab Hanafi Mengakui Ada Nabi Setelah Muhammad?
23 March 2008, 22:39 | Aqidah | 8.067 views
Pembagian Waris Berdasarkan Perasaan dan Kekeluargaan
23 March 2008, 21:52 | Mawaris | 10.998 views
Siapakah yang Disalib?
23 March 2008, 01:38 | Aqidah | 13.426 views
Membaca Amin Setelah Imam Selesai Fatihah
23 March 2008, 00:23 | Shalat | 12.850 views
Shalat Witir Hukumnya Wajib?
22 March 2008, 01:45 | Shalat | 8.557 views
Ingin Membuat Buku Digital dan Online
20 March 2008, 02:04 | Umum | 5.077 views
Bagaimana Menghadapi Tukang Santet
19 March 2008, 23:50 | Aqidah | 18.794 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 35,078,099 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

21-7-2019
Subuh 04:45 | Zhuhur 12:01 | Ashar 15:23 | Maghrib 17:57 | Isya 19:08 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img