Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Ahlul Musibah Dilarang Keluar Rumah Sebelum 40 Hari Kematian | rumahfiqih.com

Ahlul Musibah Dilarang Keluar Rumah Sebelum 40 Hari Kematian

Mon 28 April 2008 03:56 | Nikah | 36.745 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalamualaikum, Pak Ustadz

Aku mau tanya mengenai pendapat beberapa ustadz/ustadazah yang mengatakan kepada ahlul musibah. Misalnya isteri yang ditinggalkan mati suaminya, dilarang atau tidak boleh keluar rumah sebelum 40 hari kematian suaminya, apakah hal tersebut sesuai dengan syariat Islam, mohon penjelasanya.

Wassalamualaikum Wr WB

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Barangkali istilah yang tepat bukan ahlul mushibah. Tapi yang lebih tepat adalah wanita yang kematian suami. Dalam istlah disiplin ilmu fiqih disebut dengan almutawaffa 'anha zaujaha.

Sebenarnya masalah tidak boleh keluar rumah bagi wanita yang ditinggal mati suaminya, sudah dijelaskan dengan sangat tegas di dalam Al-Quran. Sayangnya memang, kebanyakan kita ini kurang mengerti bahasa Arab, sehingga kalau baca Quran, jadi kurang mengerti juga isi kandungannya.

Padahal kalau kita teliti ketika membaca, bukan asal baca, tetapi sekalian dengan mentadabburkan isi ayat Quran itu, seharusnya kita tahu bahwa Allah SWT telah menurunkan ketentuan tersendiri untuk itu.

Mari kita buka surat Al-Baqarah ayat 234, di sana kita akan saksikan bagaimana ayat tersebut menjelaskan dengan tegas tentang batasan masa 'berkabung' itu.

Orang-orang yang meninggal dunia di antaramu dengan meninggalkan isteri-isteri, (maka isterinya itu) menangguhkan dirinya empat bulan sepuluh hari. Kemudian apabila telah habis 'iddahnya, maka tiada dosa bagimu membiarkan mereka berbuat terhadap diri mereka menurut yang patut. Allah mengetahui apa yang kamu perbuat.(QS. Al-Baqarah: 234)

Selain menyebutkan bahwa lamanya bukan 40 hari, melainkan 4 bulan 10 hari, ayat ini juga menyebutkan bahwa masa berkabung itu disebut juga masa 'iddah.

Maka selama masa 'iddah itu seorang janda yang ditinggal mati suaminya, tidak boleh keluar rumah, berdandan atau menerima pinangan dari laki-laki lain. Jumhur ulama menyatakan bahwa ketentuan ini sangat tegas dari Allah SWT dan tidak ada keringanan dalam bentuk apapun.

Namun mazhab Al-Hanafiyah memberikan sedikit kelonggaran, khususnya buat para janda yang suaminya tidak meninggalkan harta warisan dan tidak ada pihak yang menanggung nafkahnya. Dalam kasus ini, wanita tersebut dibolehkan bekerja untuk mencari nafakh, namun hanya untuk siang hari saja. Malam hari mereka wajib kembali masuk rumah.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Bolehkah Kita Menuduh Malaysia Maling?
28 April 2008, 03:18 | Negara | 5.705 views
Benarkah Tidak Ada Azab Kubur?
26 April 2008, 00:30 | Aqidah | 9.314 views
Ribakah yang Saya Bayar?
24 April 2008, 23:45 | Muamalat | 5.955 views
Haramkah Laba yang Saya Peroleh?
24 April 2008, 08:49 | Muamalat | 5.318 views
Halalkah Bekicot?
23 April 2008, 00:13 | Kuliner | 9.012 views
Hukum Menggauli Isteri yang Sedang Haid
22 April 2008, 22:26 | Thaharah | 6.191 views
Waris terhadap Keluarga
21 April 2008, 23:54 | Mawaris | 5.132 views
Arti Janabah
21 April 2008, 23:14 | Thaharah | 19.687 views
Belajar Bahasa Arab Autodidak?
21 April 2008, 01:09 | Kontemporer | 8.516 views
Apakah Ustad Anti Wahabi?
21 April 2008, 00:30 | Kontemporer | 27.129 views
Bisakah Akhwat Masuk LIPIA?
21 April 2008, 00:29 | Wanita | 15.151 views
Nikah, Main-Main Pun Jadi?
20 April 2008, 01:33 | Nikah | 8.689 views
Kekhalifahan JAI VS Kekhalifahan Rasullullah
20 April 2008, 00:31 | Negara | 5.988 views
Bingung Menyikapi Perbedaan
19 April 2008, 01:16 | Ushul Fiqih | 6.489 views
Rindu Teori dan Sistem Pendidikan Islam
19 April 2008, 00:57 | Negara | 5.321 views
Kekuatan Asing di Belakang Ahmadiyah?
18 April 2008, 00:00 | Aqidah | 6.212 views
Mengulang Shalat Karena Kurang Khusyu'
17 April 2008, 01:06 | Shalat | 24.553 views
Adegan Lesbianisme di Video Klip PADI
16 April 2008, 21:41 | Kontemporer | 6.343 views
Apakah Perbedaan Itu Rahmat Ataukah Adzab?
15 April 2008, 23:04 | Ushul Fiqih | 7.455 views
Ahmad Heriyawan, Ustadz yang Jadi Gubernur
15 April 2008, 00:38 | Negara | 6.122 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 33,915,777 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

26-5-2018 :
Subuh 04:35 | Zhuhur 11:51 | Ashar 15:13 | Maghrib 17:47 | Isya 18:59 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img