Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Ambil Keuntungan Dalam Transaksi | rumahfiqih.com

Ambil Keuntungan Dalam Transaksi

Tue 29 April 2008 23:07 | Muamalat | 5.264 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assallamu'alaikum,

Pak Ustadz, saya bekerja di perusahaan swasta posisi sebagai Purchasing jika saya bertransaksi dengan supplier misal harga dari supplier Rp1000 kemudian kita tawar akhirnya harga menjadi Rp900

Kemudian Rp100 nya saya ambil sebagai komisi saya tetapi perusahaan saya tidak tau. tahunya harganya Rp1000 jika demikian bagaimana menurut syariah Islam tentang haram/ halal.

Jika hal, tersebut emang tidak boleh, Semoga Alloh mengampuni dosa-dosa saya selama ini, Amin ya robbal 'allamin.

Wassalam

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Sebenarnya masalah anda cuma satu saja, yaitu anda menjadi orang yang dipercaya oleh perusahaan untuk melakukan pembelian, namun anda tidak terbuka dalam masalah harga.

Padahal atas semua jerih payah yang telah anda lakukan itu, perusahaan sudah memberikan anda jatah gaji. Dan semua tenaga anda sudah dipenuhi oleh perusahaan.

Maka logikanya, sebagai orang yang diberi kepercayaan untuk membelajakan uang oleh suatu pihak, alangkah indahnya bila kepercayaan itu dibalas dengan kejujuran dari pihak anda.

Sebab di zaman sekarang ini yang penuh dengan tipu daya, mencari orang jujur memang langka, kalau tidak mau dibilang tidak ada lagi. Dan kami maklum kalau kejadian seperti ini juga menimpa diri anda.

Bukan apa-apa, karena hampir semua orang saat ini melakukannya. Dan pandangan masyarakat nyaris ikut membenarkannya. Malah kalau bagian purchasing seperti anda tidak dapat uang komisi dari klien, kok rasanya ada yang aneh.

Pandangan Hukum

Secara hukum syariah, tindakan anda itu bisa saja dibenarkan, seandainya ada beberapa syarat yang terpenuhi.

Misalnya perusahaan memberikan peluang anda merangkap menjadi simsar. Hal ini juga pernah terjadi di masa Rasulullah SAW.

Dari Urwah Al-Bariqi bahwa Nabi SAW memberinya uang satu dinar untuk membeli hewan qurban atau kambing. Namun dengan uang itu dia berhasil membeli dua ekor kambing. Yang satu kemudian dijualnya dengan harga 1 dinar. Sehingga beliau kembali kepada Rasulullah SAW dengan seekor kambing dan uang 1 dinar. Maka Rasulullah SAW mendoakanya dengan keberkahan dalam jual belinya. Memang bahkan seandainya dia menjual abu (tanah), pastilah dia dapat untung. (HR Khamsah kecuali An-Nasa'i).

Dalam banyak syarah hadits, para ulama menyebutkan bahwa uang 1 dinar itu menjadi hak si Urwah. Karena memang dia yang telah berjasa dengan segala kemampuannya menjalankan uang itu hingga mendapat keuntungan. Dan di sisi lain, Rasulullah SAW pun tidak dirugikan sedikit pun.

Namun satu hal yang perlu diketahui, bahwa Urwah tetap melaksanakan open managemen kepada Rasulullah SAW sebagai pemilik modal, atau sebagai pihak yang punya uang.

Berbeda dengan apa yang kebanyakan orang lakukan sekarang ini, boleh jadi perusahaan tidak tahu menahu uangnya diapakan. Tetapi memang menjadi dilematis, karena biasanya kalau pun karyawannya mampu membeli barang dengan harga yang lumayan bersaing, justru di karyawan tersebut tidak dapat apa-apa.

Jadi pada akhirnya terjadi konflik kepentingan, antara perusahaan dengan para employe-nya. Di satu sisi perusahaan menunut para karyawan berlaku jujur, tapi terkadang perusahaan pun tidak mau tahu dan tidak bisa menghargai jasa dan kemampuan karyawannya.

Sehingga pada akhirnya, siapa cepat siapa dapat. Siapa menipu siapa, siapa menyikat haknya siapa.

Kunci dari masalah ini adalah justru dari pihak manajemen sendiri. Kalau kultur kejujuran sudah ditanamkan dan diberi contoh langsung oleh atasan kepada bawahan, maka sudah bisa dipastikan bahwa bawahan akan menjadi jujur.

Tapi kalau atasannya sama tidak jujurnya, jangan diharap bawahannya akan jujur juga.

Selain itu, sering munculnya tindakan kurang jujur oleh karyawan diakibatkan kurang adilnya perusahaan kepada karyawan. Sehingga hubungan yang dibangun adalah bagaimana caranya 'nyikat' duit perusahaan.

Kalau kita lihat bagamana Urwah bermuamalah dengan Rasulullah SAW pada hadits di atas, maka kita bisa lihat bahwa hubungan bisnis antara keduanya berlangsung dengan harmonis, jujur dan saling percaya. Kultur itulah yang sekarang ini tidak kita miliki. Sayang sekali memang.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Apakah Islam Dulu Penjajah?
29 April 2008, 01:15 | Negara | 8.154 views
Ahlul Musibah Dilarang Keluar Rumah Sebelum 40 Hari Kematian
28 April 2008, 03:56 | Nikah | 37.663 views
Bolehkah Kita Menuduh Malaysia Maling?
28 April 2008, 03:18 | Negara | 5.741 views
Benarkah Tidak Ada Azab Kubur?
26 April 2008, 00:30 | Aqidah | 9.434 views
Ribakah yang Saya Bayar?
24 April 2008, 23:45 | Muamalat | 5.999 views
Haramkah Laba yang Saya Peroleh?
24 April 2008, 08:49 | Muamalat | 5.360 views
Halalkah Bekicot?
23 April 2008, 00:13 | Kuliner | 9.204 views
Hukum Menggauli Isteri yang Sedang Haid
22 April 2008, 22:26 | Thaharah | 6.231 views
Waris terhadap Keluarga
21 April 2008, 23:54 | Mawaris | 5.164 views
Arti Janabah
21 April 2008, 23:14 | Thaharah | 20.120 views
Belajar Bahasa Arab Autodidak?
21 April 2008, 01:09 | Kontemporer | 8.626 views
Apakah Ustad Anti Wahabi?
21 April 2008, 00:30 | Kontemporer | 27.454 views
Bisakah Akhwat Masuk LIPIA?
21 April 2008, 00:29 | Wanita | 15.366 views
Nikah, Main-Main Pun Jadi?
20 April 2008, 01:33 | Nikah | 8.805 views
Kekhalifahan JAI VS Kekhalifahan Rasullullah
20 April 2008, 00:31 | Negara | 6.039 views
Bingung Menyikapi Perbedaan
19 April 2008, 01:16 | Ushul Fiqih | 6.526 views
Rindu Teori dan Sistem Pendidikan Islam
19 April 2008, 00:57 | Negara | 5.367 views
Kekuatan Asing di Belakang Ahmadiyah?
18 April 2008, 00:00 | Aqidah | 6.249 views
Mengulang Shalat Karena Kurang Khusyu'
17 April 2008, 01:06 | Shalat | 24.773 views
Adegan Lesbianisme di Video Klip PADI
16 April 2008, 21:41 | Kontemporer | 6.395 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 34,428,581 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

17-6-2018 :
Subuh 04:39 | Zhuhur 11:55 | Ashar 15:17 | Maghrib 17:50 | Isya 19:03 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img