Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Benarkah PKS Dapat Dana dari AS? | rumahfiqih.com

Benarkah PKS Dapat Dana dari AS?

Tue 13 May 2008 01:49 | Negara | 7.691 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalamu 'alaikm Wr Wb.

Ust Ahmad yang dirahmati Allah SWT, ada satu pertanyaan yang mengganjal diri saya. Apakah benar Partai Keadilan Sejahtera mendapatkan dananya dari Amerika Serikat. naudzubillah min dzalik. hal ini mungkin mustahil,

Namun saya dapat info ini bukan dari orang sembarangan. Beliau adalah ketua DPC Jaktim salah satu Parpol Islam di Indonesia. Bagaimana tanggapan ustadz.

Terima kasih.

Wassalam wr wb

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Nampaknya Anda sedikit salah alamat kalau menanyakan masalah ini kepada kami. Tentu saja jawabannya adalah bahwa kami tidak tahu. Selain itu kalau pun tahu, tentu saja kami juga bukan orang yang tepat untuk memberikan jawaban atau pun komentar.

Tentu pak Tifatul Sembiring-lah orang yang tepat Anda tanyakan. Dan memang beliau itulah yang berhak untuk menjawab masalah yang terkait dengan partai itu.

Tapi fenomena ini memang agak menarik, sebab bukan baru pertama kali ini kami menerima pertanyaan yang salah alamat seperti ini. Seolah-olah kami adalah juru bicara sebuah partai, wabil-khusus Partai Keadilan Sejahtera. Semoga ke depan, kami tidak ditanyakan hal-hal yang bukan wewenang dan urusan kami.

Tabayyun

Sekedar sebuah pengingat, bahwa setiap informasi yang kita dapat dari suatu sumber, tentu wajib dilakukan tabayyun. Pelajaran dari kisah haditsul-ifki di masa Rasulullah SAW terlalu berharga untuk kita lewatkan.

Namun yang namanya manusia, memang tempatnya lupa dan kesalahan. Bahkan dahulu para shahabat Nabi SAW yang agung dan mulia itu tidak luput dari fitnah seperti ini.

Banyak dari mereka yang akhirnya ikut menggunjingkan Aisyah radiyallahu 'anha. Sebab memang ada pihak-pihak yang punya hati yang susah kalau melihat Nabi SAW bahagia, dan bahagia kalau melihat Nabi SAW susah.

Mereka adalah kaum munafikin dengan gembongnya adalah Abudllah bin Ubay bin Salul. Awalnya, si Abdullah ini dulu adalah seorang yang sangat dihormati di Madinah. Dan dia berambisi untuk menjadi pemimpin di kota itu.

Tapi harapannya pupus manakala Rasulullah SAW dan para shahabat berhijrah dan mengambil-alih kekuasaan secara bulat. Tentu atas keinginan mayoritas penduduk Madinah juga.

Maka si tokoh munafiq satu ini kemudian kerjanya membikin onar, issue tidak jelas, gossip, dan berbagai makar lainnya, hingga puncaknya adalah menuduh Aisyah, ibunda mukminin sebagai wanita yang melakukan perseligkuhan dengan Shafwan radhiyallahu 'anhu.

Api fitnah telah dikobarkan, bahan bakarnya adalah ngerumpi dan berbagai majelis fitnah yang dihidup-hidupkan oleh gerombolan kaum munafikin Madinah. Dan meledaklah kegegeran di zaman itu, sebuah kejadian yang tidak pernah diduga sebelumnya. Sebuah drama kehidupan rumah tangga Rasulullah SAW yang hanya wahyu dari langit saja yang dapat memadamkannya.

Sesungguhnya orang-orang yang membawa berita bohong itu adalah dari golongan kamu juga. Janganlah kamu kira bahwa berita bohong itu buruk bagi kamu bahkan ia adalah baik bagi kamu. Tiap-tiap seseorang dari mereka mendapat balasan dari dosa yang dikerjakannya. Dan siapa di antara mereka yang mengambil bahagian yang terbesar dalam penyiaran berita bohong itu baginya azab yang besar.(QS. An-Nur: 11)

Barulah setelah turun ayat ini, kobaran api curiga dan fitnah menjadi padam dengan sendirinya. Mereka akhirnya sadar bahwa menggunjingkan orang lain, sementara mereka tidak pernah lihat faktanya adalah perbuatan yang haram dan dilaknat Allah.

Pelajaran dari langit yang teramat berharga dan sampai hari ini kita masih membacanya.

Dan mengapa kamu tidak berkata, di waktu mendengar berita bohong itu, "Sekali-kali tidaklah pantas bagi kita memperkatakan ini. Maha Suci Engkau (Ya Tuhan kami), ini adalah dusta yang besar."(QS. An-Nur: 16)

Syariah Islam Butuh Bukti Bukan Sensasi

Ketika dulu kami kuliah dan belajar syariah Islam, satu pelajaran yang paling menarik adalah tentang bagaimana sebuah kesimpulan hukum itu didapat.

Ternyata para ulama sangat ketat dalam masalah hukum ini. Sesuatu tidak boleh diberi status hukum tertentu, kecuali telah jelas dasar-dasarnya. Harus ada dalil, bukti dan saksi. Selama tidak ada dali, bukti dan saksi, maka hukumnya tidak bisa berubah.

Sebagai contoh, seorang tidak bisa disebut pezina manakala belum ada bukti yang pasti bahwa dia berzina. Selain itu juga harus ada saksi yang memenuhi syarat atas perbuatan zinanya itu.

Selama seorang baru dituduh zina, maka dia bukanlah pezina yang harus dirajam. Bahkan sebaliknya, orang yang menuduh itu harus mendatangkan 4 orang saksi. Bila tidak bisa, justru yang menuduh itulah yang harus dicambuk 80 kali. Sebab tuduhan (qadzaf) itu juga merupakan jarimah (kriminal).

Ayat-ayat sebelum haditsul-ifki di dalam surat An-Nur telah menjelaskan bagaimana hukuman buat orang yang menuduh tanpa dasar dan bukti atau saksi yang kuat.

Dan orang-orang yang menuduh wanita-wanita yang baik-baik (berbuat zina) dan mereka tidak mendatangkan empat orang saksi, maka cambuklah mereka (yang menuduh itu) delapan puluh kali, dan janganlah kamu terima kesaksian mereka buat selama-lamanya. Dan mereka itulah orang-orang yang fasik.(QS. An-Nuur: 4)

Tentu kita tidak mau menjadi orang fasik sebagaimana diancamkan oleh ayat ini. Maka untuk pastinya, silahkan kita lakukan tabayyun kepada ahlinya.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Menjama Maghrib dan Isya Saat Summer di Austria
13 May 2008, 01:07 | Shalat | 6.157 views
Dakwah Tauhid Tidak Up To Date Lagi?
12 May 2008, 01:23 | Dakwah | 7.438 views
Kapan Kebangkitan Islam Datang Seperti Dulu?
8 May 2008, 02:38 | Negara | 6.872 views
Realisasi Terjemah Hadits Online
7 May 2008, 23:59 | Hadits | 5.502 views
Membeli Daging Halal di Jepang
4 May 2008, 23:29 | Kuliner | 7.078 views
Pelurusan Sejarah Bangsa
4 May 2008, 23:08 | Kontemporer | 5.699 views
Menghukum Diri Sendiri Karena Berzina
1 May 2008, 04:51 | Jinayat | 8.248 views
Ambil Keuntungan Dalam Transaksi
29 April 2008, 23:07 | Muamalat | 5.515 views
Apakah Islam Dulu Penjajah?
29 April 2008, 01:15 | Negara | 9.347 views
Ahlul Musibah Dilarang Keluar Rumah Sebelum 40 Hari Kematian
28 April 2008, 03:56 | Nikah | 43.006 views
Bolehkah Kita Menuduh Malaysia Maling?
28 April 2008, 03:18 | Negara | 6.033 views
Benarkah Tidak Ada Azab Kubur?
26 April 2008, 00:30 | Aqidah | 10.346 views
Ribakah yang Saya Bayar?
24 April 2008, 23:45 | Muamalat | 6.331 views
Haramkah Laba yang Saya Peroleh?
24 April 2008, 08:49 | Muamalat | 5.681 views
Halalkah Bekicot?
23 April 2008, 00:13 | Kuliner | 10.104 views
Hukum Menggauli Isteri yang Sedang Haid
22 April 2008, 22:26 | Thaharah | 6.530 views
Waris terhadap Keluarga
21 April 2008, 23:54 | Mawaris | 5.494 views
Arti Janabah
21 April 2008, 23:14 | Thaharah | 24.376 views
Belajar Bahasa Arab Autodidak?
21 April 2008, 01:09 | Kontemporer | 9.744 views
Apakah Ustad Anti Wahabi?
21 April 2008, 00:30 | Kontemporer | 29.244 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 38,550,179 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

23-11-2019
Subuh 04:04 | Zhuhur 11:41 | Ashar 15:05 | Maghrib 17:56 | Isya 19:08 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img