Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Isteri Sudah Bersih Tapi Belum Mandi Wajib | rumahfiqih.com

Isteri Sudah Bersih Tapi Belum Mandi Wajib

Wed 14 May 2008 01:33 | Thaharah | 7.896 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalamu Alaikum ustadz.

Saya pernah berhubungan dengan isteri saya, ketika itu isteri saya baru saja haid. Katanya sudah bersih, tapi belum mandi wajib.Apakah saya berdosa pak? Ataukah diperbolehkan.Tolong penjelasannya.

Wasalamu alaikum

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Di dalam ayat Al-Quran, disebutkan bahwa wanita yang sedang mengalami haidh memang harus dihindari. Maksudnya bukan dikucilkan atau diasingkan, tetapi maksudnya adalah haram digauli secara seksual (jima').

Mereka bertanya kepadamu tentang haidh. Katakanlah, "Haidh itu adalah suatu kotoran." Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haidh dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci. (QS. Al-Baqarah: 222)

Yang dimaksud tidak boleh mendekati mereka bukan mengucilkan dari pergaulan, juga bukan membuang mereka, atau tidak berbicara dengan mereka. Tetapi yang haram hanyalah melakukan hubungan seksual.

Sedangkan bercumbu, berduaan, bermesraan dan seterusnya, selama bukan pada farjinya, tetap dibolehkan hukumnya. Sebagaimana disebutkan di dalam hadits berikut ini:

Dari Anas ra bahwa Orang yahudi bisa para wanita mereka mendapat haidh, tidak memberikan makanan. Rasulullah SAW bersabda, "Lakukan segala yang kau mau kecuali hubungan badan." (HR Muslim)`.

Selain itu juga ada kisah Aisyah radhiyallahu 'anha yang dicumbui oleh Rasulullah SAW, padahal beliau sedang dalam kondisi haidh.

Dari Aisyah radyiallahu 'anha berkata, "Rasulullah SAW memerintahkan aku untuk memakain sarung, beliau mencumbuku sedangkan aku dalam keadaan datang haidh." (HR Muslim)

Maka kesimpulannya, asalkan bukan jima' maka memesrai isteri yang sedang dalam keadaan haidh tidak mengapa.

Kebolehan Jima' Sesudah Suci

Lalu sampai kapankah larangan untuk berjima' dengan isteri yang haidh? Apakah sampai berhenti darahnya? Ataukah harus sudah mandi janabah dulu?

Jawabannya ada dalam ayat yang sama. Kalau kita perhatikanLanjutan ayat itu adalah:

Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.(QS. Al-Baqarah: 222)

Yang dimaksud dengan 'suci' di dalam ayat ini bukan berhentinya darah mengalir keluar. Namun yang dimaksud dengan 'suci' adalah melakukan mandi janabah. Kata suci di dalam ayat itu menggunakan kata kerja, sehingga maknanya bukan suci, tetapi melakukan ritual pensucian.

Kata tathahharna adalah fi'il madhi, yang artinya bersuci. Bentuknya adalah mandi janabah secara syar'i. Jadi yang benar artinya adalah: apabila para wanita yang mendapat haidh itu telah mandi janabah, maka campurilah mereka.

Kaffarat Menyetubuhi Wanita Haidh

Bila seorang wanita sedang haid disetubuhi oleh suaminya maka ada hukuman baginya menurut al-Hanabilah. Besarnya adalah satu dinar atau setengah dinar dan terserah memilih yang mana. Ini sesuai dengan hadis Rasulullah SAW berikut:

`Dari Ibn Abbas dari Rasulullah SAW bersabda tentang orang yang menyetubuhi isterinya dalam keadaan haidh: `Orang yang menyetubuhi isterinya diwaktu haid haruslah bersedekah satu dinar atau setengah dinar` (HR Khamsah dan dishahihkan oleh Al-Hakim dan Ibnu Al-Qaththan)

As Syafi`iyah memandang bahwa bila terjadi kasus seperti itu tidaklah didenda dengan kafarat, melainkan hanya disunnahkan saja untuk bersedekah. Satu dinar bila melakukannya diawal haid, dan setengah dinar bila diakhir haid.

Namun umumnya para ulama seperti al-Malikiyah, as Syafi`iyah dalam pendapatnya yang terbaru tidak mewajibkan denda kafarat bagi pelakunya cukup baginya untuk beristigfar dan bertaubat. Sebab hadis yang menyebutkan kafarat itu hadis yang mudah tharib sebagaimana yang disebutkan oleh al-Hafidz Ibn Hajar dalam Nailul Authar jilid 1 halaman 278.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Benarkah PKS Dapat Dana dari AS?
13 May 2008, 01:49 | Negara | 7.677 views
Menjama Maghrib dan Isya Saat Summer di Austria
13 May 2008, 01:07 | Shalat | 6.138 views
Dakwah Tauhid Tidak Up To Date Lagi?
12 May 2008, 01:23 | Dakwah | 7.405 views
Kapan Kebangkitan Islam Datang Seperti Dulu?
8 May 2008, 02:38 | Negara | 6.809 views
Realisasi Terjemah Hadits Online
7 May 2008, 23:59 | Hadits | 5.486 views
Membeli Daging Halal di Jepang
4 May 2008, 23:29 | Kuliner | 7.045 views
Pelurusan Sejarah Bangsa
4 May 2008, 23:08 | Kontemporer | 5.684 views
Menghukum Diri Sendiri Karena Berzina
1 May 2008, 04:51 | Jinayat | 8.213 views
Ambil Keuntungan Dalam Transaksi
29 April 2008, 23:07 | Muamalat | 5.499 views
Apakah Islam Dulu Penjajah?
29 April 2008, 01:15 | Negara | 9.246 views
Ahlul Musibah Dilarang Keluar Rumah Sebelum 40 Hari Kematian
28 April 2008, 03:56 | Nikah | 42.572 views
Bolehkah Kita Menuduh Malaysia Maling?
28 April 2008, 03:18 | Negara | 6.008 views
Benarkah Tidak Ada Azab Kubur?
26 April 2008, 00:30 | Aqidah | 10.284 views
Ribakah yang Saya Bayar?
24 April 2008, 23:45 | Muamalat | 6.301 views
Haramkah Laba yang Saya Peroleh?
24 April 2008, 08:49 | Muamalat | 5.651 views
Halalkah Bekicot?
23 April 2008, 00:13 | Kuliner | 10.025 views
Hukum Menggauli Isteri yang Sedang Haid
22 April 2008, 22:26 | Thaharah | 6.499 views
Waris terhadap Keluarga
21 April 2008, 23:54 | Mawaris | 5.465 views
Arti Janabah
21 April 2008, 23:14 | Thaharah | 24.085 views
Belajar Bahasa Arab Autodidak?
21 April 2008, 01:09 | Kontemporer | 9.658 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 38,202,782 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

13-11-2019
Subuh 04:05 | Zhuhur 11:39 | Ashar 15:00 | Maghrib 17:52 | Isya 19:04 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img