Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Khilafah Islam, Haruskah Ditegakkan (lagi)? | rumahfiqih.com

Khilafah Islam, Haruskah Ditegakkan (lagi)?

Mon 19 May 2008 10:56 | Negara | 8.804 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalamu'alaikum wr.wb

Ustad, saya ingin menanyakan tentang, apakah kaum muslimin wajib menegakkan lagi tata negara yang menerapkan hukum Islam secara menyeluruh dalam semua aspek kehidupan (yang dulu disebut dengan Khilafah Islam)?

Jazakumullah khoir

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Rasanya tidak ada yang akan menolak kalau seandainya umat Islam kembali memiliki kepemimpinan level dunia, yang akan memakmurkan semua negeri Islam dari keterpurukannya seperti sekarang ini.

Rasanya tidak akan ada pihak yang keberatan kalau ajaran Islam dilaksanakan dengan sebaik-baiknya oleh mereka yang mengaku muslim, baik hal-hal yang terkait dengan ibadah, muamalah atau pun peri hidup lainnya.

Rasanya tidak akan ada orang kafir yang menolak kalau umat Islam ini menjalankan agamanya, tanpa harus mengganggu atau menghalangi mereka yang non muslim.

Rasanya tidak ada yang menolak kalau umat Islam sedunia bersatu padu, karena pada hakikatnya mereka memang bersaudara. Iman dan Islam telah menjadikan berbagai bangsa di dunia ini menjadi satu tubuh, yang saling mengasihi dan saling membantu dalam suka dan dan duka.

Rasanya tidak ada orang yang keberatan kalau kemajuan dunia teknologi umat Islam yang pernah jaya di masa lalu, bisa kembali dihidupkan. Mengingat karakteristik kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang digagas dunia Islam di abad pertengahan itu sangat berjasa bagi kemajuan dunia dan umat manusia.

Rasanya semua lembaga keamanan dunia termasuk PBB dan Dewan Keamanannya akan sangat mendukung kalau seandainya bangsa-bangsa di dunia ini tidak saling berperang, karena sebagian besar penduduk di berbagai belahan dunia yang beragama Islam sepakat untuk menghentikan pertikaian dan peperangan, karena mereka tahu bahwa agama Islam mengharamkan pertumpahan darah, penjajahan, pengambilan hak orang lain, termasuk kolonilisme yang serakah.

Rasanya rakyat yang bukan muslim sekalipun akan sangat mendukung kejujuran, keadilan, perbaikan taraf hidup, kemajuan pendidikan, dan kepastian hukum. Walau semua itu merupakan hasil dari tegaknya agama Islam di dalam sebuah khilafah Islamiyah. Sebab khilafah Islamiyah tidak pernah memaksakan non muslim untuk masuk Islam, juga tidak pernah menghalangi dan mengganggu kepentingan politik mereka.

Maka...

Maka mengembalikan khilafah Islamiyah itu bukan hanya wajib, tetapi 6 milyar manusia yang terdiri dari beragam bangsa di dunia sangat berharap kembalinya khilafah Islamiyah, sebagaimana dahulu pernah jaya dan menjadi rahmatan lil 'alamin.

Namun...

Ketika umat Islam kurang mampu menyampaikan pesan dan kesan betapa indahnya syariah Islam dan khilafahnya kepada dunia

Ketika dunia Islam masih saja mempertontonkan kebodohan, kemiskinan, pertikaian, bahkan pertumpahan darah

Ketika mata dunia masih menyaksikan umat Islam saling bertikai, saling caci, saling maki, saling menjatuhkan, saling menikam dari belakang

Ketika umat Islam tidak pandai mengolah hasil alamnya sendiri, ketika para pejabatnya yang juga beragama Islam masih bermental inlander yang kerjanya menjual aset kekayaan negerinya sendiri kepada pihak asing

Maka saat itu bukan saat yang tepat untuk memperkenalkan wajah dunia Islam yang carut marut ini sebagai bentuk implementasi syariah, apalagi khilafah Islamiyah. Sebab dunia akan segera berbalik menentang terciptanya khilafah Islamiyah itu, karena dalam pandangan mereka, khilafah Islamiyah tidak lain adalah sebuah negara teroris zhalim yang akan mengeksekusi semua kebebasan manusia yang tidak mau masuk Islam atau hidup ala syariah Islam.

Dalam pandangan mereka, khilafah Islamiyah tidak lain adalah seat-back ke belakang, kembali hidup ala zaman jahilyah di padang pasir tandus. Lengkap dengan unta dan kurma serta perang antar suku ala kehidpan padang pasir arabia.

Dalam pandangan mereka, khilafah Islamiyah adalah suasana sehari-hari yang diwaranai dengan potong tangan, penggal kepala, rajam, cambuk dan beragam hukuman sadis ala zaman Romawi kuno.

Dalam pandangan mereka, khilafah Islamiyah tidak lebih adalah kehidupan serba kaku dan terikat, di mana para mufti akan bergentayangan siap membakar rumah-rumah orang yang tidak mau shalat jamaah ke masjid, atau menjadikan para wanita sebagai budak pemuas nafsu seksual liar para penguasa.

Maka...

Yang jadi masalah saat ini adalah bagaimana memastikan bahwa Islam tidak senaif dan tidak senista itu. Bagaimana meyakinkan dunia dan masyarakatnya yang heterogen itu bahwa khilafah Islamiyah yang dicita-citakan tidak lain adalah kemajuan peradaban, kemajuan teknologi, keadilan, kemakmuran serta kebebasan dalam beragama.

Bagaimana kita bisa meyakinkan bahwa tidak ada seorang non muslim pun yang akan terusik dari kebebasan dirinya. Tidak ada seorang pun yang akan dirugikan ketika khilafah itu berdiri. Tidak ada seorang pun yang akan terancam jiwa dan hartanya. Tidak ada seorang atheis yang akan diambil hak-haknya.

Semua akan kembali kepada kefasihan kita berbicara kepada masyarakat dunia. Dan sebelum itu, semua akan bergantung kepada kepiawaian kita menyampaikan pesan kepada sesama muslim terlebih dahulu.

Sebab yang akan berdiri di barisan paling depan untuk menghalang-halangi tegaknya sistem Islam tidak lain dan tidak bukan adalah justru umat Islam sendiri. Mereka ini sebenarnya korban dari pengrusakan fikrah yang disengaja secara sistemik, sehingga Islam justru diinjak-injak oleh umatnya sendiri.

Tidak kah kita masih ingat, siapakah orang yang paling bertanggung-jawab atas runtuhnya khilafah Islamiyah di Turki? Ya, dialah Mustafa Kemal Pasya, yang notabene agamanya justru Islam. Dia bukan yahudi, bukan nasrani, bukan pula majusi. Dia adalah seorang muslim yang tidak mau dibilang kafir. Tapi kelakuannya melebihi yang bisa dilakukan oleh seorang iblis sekalipun.

Jadi sebenarnya masalah besar kita bukan ada di pihak lawan, tapi ada di dalam diri kita sendiri. Masih begitu banyak umat Islam yang belum paham, tidak yakin dan masih bimbang atas agamanya sendiri. Mereka lebih kagum kepada sistem buatan manusia, ketimbang sistem buatan Allah SWT.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Sistem Demokrasi: Apakah Sesuai Syariah?
19 May 2008, 03:11 | Negara | 7.059 views
Menjadi TKI Ilegal, Halalkah Rejeki Saya?
15 May 2008, 22:41 | Muamalat | 8.516 views
Bayar Riba dengan Uang Riba, Bolehkah?
14 May 2008, 23:57 | Muamalat | 6.842 views
Isteri Sudah Bersih Tapi Belum Mandi Wajib
14 May 2008, 01:33 | Thaharah | 6.933 views
Benarkah PKS Dapat Dana dari AS?
13 May 2008, 01:49 | Negara | 7.362 views
Menjama Maghrib dan Isya Saat Summer di Austria
13 May 2008, 01:07 | Shalat | 5.803 views
Dakwah Tauhid Tidak Up To Date Lagi?
12 May 2008, 01:23 | Dakwah | 7.054 views
Kapan Kebangkitan Islam Datang Seperti Dulu?
8 May 2008, 02:38 | Negara | 6.255 views
Realisasi Terjemah Hadits Online
7 May 2008, 23:59 | Hadits | 5.226 views
Membeli Daging Halal di Jepang
4 May 2008, 23:29 | Kuliner | 6.667 views
Pelurusan Sejarah Bangsa
4 May 2008, 23:08 | Kontemporer | 5.386 views
Menghukum Diri Sendiri Karena Berzina
1 May 2008, 04:51 | Jinayat | 7.607 views
Ambil Keuntungan Dalam Transaksi
29 April 2008, 23:07 | Muamalat | 5.228 views
Apakah Islam Dulu Penjajah?
29 April 2008, 01:15 | Negara | 8.028 views
Ahlul Musibah Dilarang Keluar Rumah Sebelum 40 Hari Kematian
28 April 2008, 03:56 | Nikah | 36.670 views
Bolehkah Kita Menuduh Malaysia Maling?
28 April 2008, 03:18 | Negara | 5.698 views
Benarkah Tidak Ada Azab Kubur?
26 April 2008, 00:30 | Aqidah | 9.300 views
Ribakah yang Saya Bayar?
24 April 2008, 23:45 | Muamalat | 5.947 views
Haramkah Laba yang Saya Peroleh?
24 April 2008, 08:49 | Muamalat | 5.309 views
Halalkah Bekicot?
23 April 2008, 00:13 | Kuliner | 8.995 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 33,861,701 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

25-5-2018 :
Subuh 04:35 | Zhuhur 11:51 | Ashar 15:13 | Maghrib 17:47 | Isya 18:59 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img