Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Apa yang Dibaca Imam Ketika Diam Sebentar Setelah Membaca Fatihah? | rumahfiqih.com

Apa yang Dibaca Imam Ketika Diam Sebentar Setelah Membaca Fatihah?

Thu 22 May 2008 23:36 | Shalat | 10.093 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalamu'alaikum Warahmatullahiwabarakatuh

Yth. ustadz H. Ahmad Sarwat, LC

Sesuai dengan jawaban bapak atas pertanyaan sdr. Rudy bebarapa waktu yang lalu tentang "Makmum Diam Saja di Belakang Imam atau Ikut Membaca" pada pendapat mazhab Imam Syafi'i.

Nampaknya itu adalah yang disebutkan oleh kalangan Asy-Syafi`iyah bahwa makmum membaca Al-Fatihah sendiri setelah selesai mendengarkan imam membaca al-fatihah, merupakan penggabungan (jam`) dari beragam dalil itu.

Pertanyaan saya, ketika iman dan makmum selesai membaca Amin setelah Alfatihah, makmum akan membaca fatihahnya, apa yang dibaca imam ketika diam sebentar sementara makmum membaca al-fatihah?

Terima kasih

Wassalamu'alaikum wawarahmatullahiwabarakatuh

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Pertanyaan anda sangat menarik, karena biasanya orang-orang bertanya apa yang dibaca makmum setelah lafadz Amien selesai dibaca. Tapi yang Anda tanyakan justru apa yang dibaca oleh imam.

Tentu saja ketika imam memberikan kesempatan kepada makmum untuk membaca surat Al-Fatihah sendiri-sendiri adalah tidak membaca apa-apa. Karena dirinya kan sudah membaca surat Al-Fatihah, yang tadi didengarkan oleh para makmum.

Maka ketika para makmum setelah itu membaca sendiri-sendiri surat Al-Fatihah, dalam pandangan kami, imam tidak perlu membaca apa-apa. Dia bisa sedikit beristirahat setelah selesai membaca surat Al-Fatihah dan ikut membaca amien bersama para makmum.

Jeda sebentar seperti itu tentu tidak merusak shalat, karena jeda itu tidak termasuk salah satu hal yang membatalkan shalat. Sementara kita pun sudah tahu apa saja perbuatan yang termasuk membatalkan shalat.

Maka pada kesempatan itu, menurut pandangan kami, imam bisa beristirahat sejenak sebelum meneruskan membaca surat atau ayat Al-Quran yang lainnya.

Namun kami ingatkan bahwa ini adalah salah satu bentuk nalar dari sebagian ulama saja, tidak semua ulama sependapat dengan apa yang dipahami ini. Jadi jangan dikira nanti bahwa yang paling benar dan satu-satunya kebenaran hanya yang seperti ini.

Janganlah kita meniru pola-pola yang kurang santun yang terkadang membuat sebagian saudara kita terjebak. Dikiranya, yang namanya tata cara shalat itu harus satu warna saja. Dan kebenaran itu dianggapnya hanya satu-satunya di dunia ini. Sampai tega-teganya menuduh siapa yang punya tata cara shalat yang tidak sama dengan pendapat dirinya, dianggapnya sesat dan salah.

Cara memahami syariah Islam yang seperti itu adalah bid'ah yang fatal. Sebab para salafunashshalih tidak pernah mengajarkan sikap sok benar sendiri, sampai menuduh orang lain yang pendapatnya tidak sama sebagai musuh agama dan kemunkaran.

Kalau anda merasa cocok dengan nalar dari para ulama syafi'iyyin, silahkan saja saja lakukan. Toh, seorang Al-Imam Asy-Syafi'i memang punya kapasitas dan otoritas untuk bisa berijtihad. Bahkan beliau telah mencapai derajat mujtahid mutlak. Layak dan wajar bila kita yang bodoh dan awam ini berittiba' dan memegang pendapat beliau.

Namun bukan berarti kebenaran hanya ada di dalam mazhab As-Syafi'i saja, sambil kita menyalahkan pendapat yang lain. Tentu tidak demikian. Kebenaran mungkin juga dimiliki oleh mazhab lainnya. Toh, mazhab lainnya itu juga didirikan oleh para mujtahid mutlak juga. Mereka juga punya kapasitas dan otoritas dalam berijtihad, dan layak pula diittiba'i.

Semua syarat dalam berijtihad tentu saja sudah terpenuhi dalam mazhab-mazhab itu. Sebagai awam yang baca tulisan arab pun tidak becus, masak sih merasa diri lebih pandai dari para mujtahid itu?

Bahkan meski seseorang sudah bisa bahasa Arab sekalipun, tidak lantas dia jadi mujtahid, kan? Sebab syarat menjadi mujtahid tidak sesederhana membalikkan telapak tangan.

Maka sebagai bukan mujtahid, tentu kita harus berittiba' kepada para mujtahid. Bahkan kalau berijtihad sendiri, karena sok bergaya biar dibilang orang berilmu, boleh jadi malah tambah keliru.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Bacaan Basmallah di Timur Tengah Ada yang Dikeraskan dan Ada Juga yang Tidak
22 May 2008, 03:09 | Shalat | 7.202 views
Apakah yang Dimaksud Golongan Ingkarsunnah?
22 May 2008, 00:37 | Hadits | 5.726 views
Memahami Sifat Shalat Nabi
21 May 2008, 00:42 | Shalat | 9.744 views
Gusdur Vs FPI
20 May 2008, 23:46 | Negara | 7.635 views
Mengapa Partai Islam Melegalkan Tahlil, Yasinan dan Maulid Nabi?
19 May 2008, 23:49 | Negara | 12.631 views
Khilafah Islam, Haruskah Ditegakkan (lagi)?
19 May 2008, 10:56 | Negara | 9.328 views
Sistem Demokrasi: Apakah Sesuai Syariah?
19 May 2008, 03:11 | Negara | 7.385 views
Menjadi TKI Ilegal, Halalkah Rejeki Saya?
15 May 2008, 22:41 | Muamalat | 9.209 views
Bayar Riba dengan Uang Riba, Bolehkah?
14 May 2008, 23:57 | Muamalat | 7.461 views
Isteri Sudah Bersih Tapi Belum Mandi Wajib
14 May 2008, 01:33 | Thaharah | 7.518 views
Benarkah PKS Dapat Dana dari AS?
13 May 2008, 01:49 | Negara | 7.595 views
Menjama Maghrib dan Isya Saat Summer di Austria
13 May 2008, 01:07 | Shalat | 6.034 views
Dakwah Tauhid Tidak Up To Date Lagi?
12 May 2008, 01:23 | Dakwah | 7.287 views
Kapan Kebangkitan Islam Datang Seperti Dulu?
8 May 2008, 02:38 | Negara | 6.614 views
Realisasi Terjemah Hadits Online
7 May 2008, 23:59 | Hadits | 5.390 views
Membeli Daging Halal di Jepang
4 May 2008, 23:29 | Kuliner | 6.925 views
Pelurusan Sejarah Bangsa
4 May 2008, 23:08 | Kontemporer | 5.591 views
Menghukum Diri Sendiri Karena Berzina
1 May 2008, 04:51 | Jinayat | 8.040 views
Ambil Keuntungan Dalam Transaksi
29 April 2008, 23:07 | Muamalat | 5.405 views
Apakah Islam Dulu Penjajah?
29 April 2008, 01:15 | Negara | 8.620 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 36,395,672 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

23-9-2019
Subuh 04:26 | Zhuhur 11:47 | Ashar 14:57 | Maghrib 17:52 | Isya 18:59 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img