Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Berapa Hak Waris Seorang Isteri? | rumahfiqih.com

Berapa Hak Waris Seorang Isteri?

Sun 25 May 2008 21:20 | Mawaris | 26.098 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wa barakatuh

Ustadz yang baik, Bagaimana hukum waris untuk isteri yang ditinggal suami yang meninggal dunia dan belum mempunyai anak?

Apakah isteri berhak memiliki semua harta suaminya yang telah meninggal dunia? Atau harta itu untuk saudara yang lain?

Terima kasih atas jawabannya.

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Seorang wanita yang ditinggal mati suaminya, maka dirinya akan mendapatkan harta warisan dari harta suami yang ditinggalkan. Besarnya adalah 1/8 atau 1/4 dari total harta warisan.

Dan bagimu (suami-suami) seperdua dari harta yang ditinggalkan oleh isteri-isterimu, jika mereka tidak mempunyai anak. Jika isteri-isterimu itu mempunyai anak, maka kamu mendapat seperempat dari harta yang ditinggalkannya sesudah dipenuhi wasiat yang mereka buat atau (dan) sesudah dibayar utangnya. Para isteri memperoleh seperempat harta yang kamu tinggalkan jika kamu tidak mempunyai anak. Jika kamu mempunyai anak, maka para isteri memperoleh seperdelapan dari harta yang kamu tinggalkan sesudah dipenuhi wasiat yang kamu buat atau (dan) sesudah dibayar utang-utangmu.(QS. An-Nisa': 12)

Dari ayat di atas ini jelas sekali bahwa seorang isteri akan mendapat 1/8 apabila si suami punya anak yang juga mendapat warisan. Dan sebaliknya, isteri akan mendapat jatah yang lebih besar, yaitu 1/4 bagian dari total harta suaminya, apabila si suami yang meninggal dunia itu tidak punya anak yang mendapat warisan.

Yang harus dipastikan, keberadaan anak di sini bukanlah anak si isteri, melainkan anak si suami yang meninggal. Misalnya, suaminya dahulu sempat menikah sebelumnya dengan wanita lain lalu punya anak, lalu bercerai atau isteri pertamanya meninggal.

Anaknya itu pasti akan mendapat warisan, tapi ibunya yang sudah diceraikan, bila telah lewat dari masa iddah, tidak mendapat warisan.

Ahli Waris Selain Isteri

Selain isterinya, bila seorang laki-laki wafat maka yang akan pasti menjadi ahli warisnya adalah anak-anaknya. Apalagi bila anaknya ada yang laki-laki, maka keberadaannya akan menjadi hijab (penutup) atas hak waris dari saudara-saudara almarhum.

Tapi bila tidak ada anak laki-laki, maka harta waris itu memang akan jatuh ke tangan saudara-saudara almarhum. Setelah sebelumnya harus diberikan terlebih dahulu kepada ayah dan ibu almarhum, yang masing-masing bagiannya adalah 1/6.

Mari kita ambil sebuah perumpamaan untuk memudahkan saja. Anggaplah suami punya harta warisan yang sudah dikeluarkan hutang dan wasiat sebesar 12 milyar. Dia tidak punya anak tapi punya seorang isteri, ayah, ibu dan satu saudara laki serta satu saudara perempuan.

Maka pembagian warisnya adalah sebagai berikut:

1. Isteri mendapat 1/4 bagian, yaitu 1/4 x 12 milyar = 4 milyar

2. Ibu mendapat 1/6 bagian, yaitu 1/6 x 12 milyar = 2 milyar

3. Ayah mendapat 1/6 bagian, yaitu 1/6 x 12 milyar = 2 milyar

Maka harta yang 12 milyar itu sudah tinggal 6 milyar, karena telah diambil oleh para ahli waris dari kalangan ashabul furudh. Sisanya adalah menjadi jatah para ashabah yang besarnya 6 milyar.

Saudara dan saudari almarhum seharusnya tidak mendapat harta waris apa-apa, asalkan almarhum punya anak laki-laki. Tapi karena almarhum tidak punya anak laki-laki, maka saudara dan saudari almarhum akhirnya jadi berhak atas harta itu.

Sisa enam milyar itu menjadi hak saudara dan saudari almarhum, namun tetap dengan ketentuan bahwa laki-laki mendapat 2 kali lipat dari harta anak perempuan. Jadi seorang laki-laki dihitung dua orang. Maka harta 6 milyar itu dibagi tiga bagian sama besar, 2 bagian buat saudara laki-laki yang besarnya menjadi 4 milyar, sedangkan satu bagian menjadi hak saudara perempuan, yang besarnya 2 milyar.

Jumlah Isteri Lebih Dari Satu Orang

Namun seandainya pada saat meninggalnya, suami masih secara resmi memili sejumlah isteri, tidak hanya satu orang, misalnya ada dua atau tiga orang, maka 1/8 atau 1/4 bagian itu harus dishare (dibagi) berdua atau bertiga.

Jadi 1/8 atau 1/4 bagian itu adalah jatah untuk 1 isteri, atau 2 isteri, atau 3 isteri atau 4 isteri sekaligus.

Namun mantan isteri, seberapa pun lamanya berumah tangga mendampingi suaminya, tetap saja tidak akan mendapatkan harta warisan. Apabila pada saat suami itu meninggal, posisinya sudah bukan isteri lagi lantaran terjadinya perceraian.

Harta Suami VS Harta Bersama

Namun kasus yang paling sering terjadi adalah kasus harta yang dianggap harta bersama antara suami dan isteri. Masalah ini termasuk masalah yang paling rumit. Apalagi sekarang ini para wanita telah banyak yang bekerja dan punya penghasilan sendiri.

Sehingga asset-asset yang ada di dalam rumah tangga, seringkali juga bersumber dari isteri, tidak semata-mata dari suami. Misalnya, kita sering mendapati suami isteri berpatungan untuk membangun rumah. Anehnya, berapa nilai share masing-masing, juga tidak jelas.

Masalah akan menjadi rumit ketika terjadi perceraian antara mereka. Sama-sama mengklaim rumah itu sebagai miliknya. Lalu masing-masing membaca pengacara.

Padahal kepemilikan harta dalam sebuah rumah tangga tetap kembali kepada milik masing-masing. Harta milik seorang suami tidak lantas menjadi milik isteri, kecuali bila telah diberikan, entah sebagai nafkah bulanan atau hadiah.

Demikian juga dengan harta isteri, tidak lantas menjadi harta suami. Dan isteri tetap punya hak sepenuhnya atas harta yang dimilikinya. Dia tidak wajib mencari nafkah, karena suaminya yang berkewajiban untuk bekerja demi menafkahi dirinya.

Sedangkan wanita itu sendiri, dibolehkan bekerja apabila suaminya mengidzinkannya.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Makan di Standing Party
25 May 2008, 20:37 | Kuliner | 6.669 views
Ibadah dan Amalan Apa Saja yang Bisa Ditransfer Pahalanya ke Orang Lain
24 May 2008, 03:28 | Aqidah | 7.856 views
Mohon Semua "Ustad Menjawab" Dibukukan
23 May 2008, 00:17 | Kontemporer | 4.562 views
Apa yang Dibaca Imam Ketika Diam Sebentar Setelah Membaca Fatihah?
22 May 2008, 23:36 | Shalat | 6.651 views
Bacaan Basmallah di Timur Tengah Ada yang Dikeraskan dan Ada Juga yang Tidak
22 May 2008, 03:09 | Shalat | 5.452 views
Apakah yang Dimaksud Golongan Ingkarsunnah?
22 May 2008, 00:37 | Hadits | 4.666 views
Memahami Sifat Shalat Nabi
21 May 2008, 00:42 | Shalat | 6.264 views
Gusdur Vs FPI
20 May 2008, 23:46 | Negara | 5.960 views
Mengapa Partai Islam Melegalkan Tahlil, Yasinan dan Maulid Nabi?
19 May 2008, 23:49 | Negara | 9.116 views
Khilafah Islam, Haruskah Ditegakkan (lagi)?
19 May 2008, 10:56 | Negara | 6.275 views
Sistem Demokrasi: Apakah Sesuai Syariah?
19 May 2008, 03:11 | Negara | 5.420 views
Menjadi TKI Ilegal, Halalkah Rejeki Saya?
15 May 2008, 22:41 | Muamalat | 5.229 views
Bayar Riba dengan Uang Riba, Bolehkah?
14 May 2008, 23:57 | Muamalat | 4.758 views
Isteri Sudah Bersih Tapi Belum Mandi Wajib
14 May 2008, 01:33 | Thaharah | 4.972 views
Benarkah PKS Dapat Dana dari AS?
13 May 2008, 01:49 | Negara | 5.869 views
Menjama Maghrib dan Isya Saat Summer di Austria
13 May 2008, 01:07 | Shalat | 4.511 views
Dakwah Tauhid Tidak Up To Date Lagi?
12 May 2008, 01:23 | Aqidah | 5.570 views
Kapan Kebangkitan Islam Datang Seperti Dulu?
8 May 2008, 02:38 | Negara | 4.785 views
Realisasi Terjemah Hadits Online
7 May 2008, 23:59 | Hadits | 4.274 views
Membeli Daging Halal di Jepang
4 May 2008, 23:29 | Kuliner | 5.260 views

TOTAL : 2.294 tanya-jawab | 22,909,019 views