Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Fenomena Kubah Terbang di Ambon, Bolehkah Dipercaya? | rumahfiqih.com

Fenomena Kubah Terbang di Ambon, Bolehkah Dipercaya?

Tue 27 May 2008 01:13 | Aqidah | 7.931 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Ustadz mohon penjelasan dari sisi syariat mengenai kejadian "penerbangan kubah" yang terjadi Ambon Maluku.... Video rekamannya ada di http://www.youtube.com/watch? V=qVGrl1gnYEI

Jazakallah khairan katsiran.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Kalau menyaksikan sekilas rekaman terbangnya kubah masjid di desa Kailolo Maluku Tengah, 25 km dari Ambon, memang cukup membuat kita heran. Sebab kubah yang konon diberitakan berbobot ribuan kilogram itu, bisa terbang mengambang tanpa bantuan alat melayang-layang di angkasa layaknya segumpal kapas.

Peristiwa ini sebenarnya sudah lama terjadi, yaitu sekitar tahun 1993, dan rekam dengan kamera video amatir dan disiarkan secara luas oleh TV-7. Menurut pemberitaan, Masjid Nahdhatul Saha itu sedang direnovasi. Dan keajabian itu terjadi saat menaikkan kubah.

Tidak disebutkan penjelasan apa pun, apa yang sebenarnya telah terjadi. Yang pasti, gambar di layar memperlihatkan pemandangan yang sungguh di luar kebiasaan. Kubah itu melayang di angkasa diiringi kalimat tauhid Laa ilaaha illallah oleh massa yang mengerumuni masjid itu.

Lalu muncul berbagai kontroversi dari berbagai kalangan. Sebagian mengatakan itu adalah tanda-tanda kekuasaan Allah. Sebagian lainnya mengatakan bahwa itu adalah perbuatan jin Islam. Dan yang lainnya lagi, bilang bahwa itu hanya rekayasa belaka. Sebenarnya ada kawat putih yang tersamar dengan awan, sehingga dalam pandangan mata kita, kawat itu tidak terlihat.

Semua Kemungkinan Bisa Saja

Tentu saja kami bukan orang yang tepat untuk menjawab masalah ini. Berhubung kami bukan ahli di bidang keajaiban, apalagi sampai bisa menerbangkan kubah masjid.

Kalau pun kami menjawab, maka jawaban kami tidak bisa dijadikan kebenaran satu-satunya. Bisa saja salah, dan itu yang paling besar kemungkinannnya, dan bisa saja tidak benar.

Pendapat yang mengatakan bahwa fenomena itu adalah fenomena rabbani, di mana Allah SWT ingin memperlihatkan salah satu dari tanda-tanda kekuasaan-Nya. Dan itu bisa saja terjadi di zaman sekarang ini.

Bukankah ayaturrahman juga terjadi di dalam jihad di Afghanistan, ketika mereka dahulu berperang melawan rezim komunis Soviyet? Bukankah masjid-masjid di Aceh tetap berdiri tegak tatkala semua bangunan roboh diterjang Tsunami?

Hal yang sama juga terjadi di Kobe Jepang saat diguncang gempa dahsyat tahun 1995 dan pengeboman tahun 1945, masjid Kobe ternyata tetap berdiri tegak hingga sekarang ini.

Dan tidak ada yang salah kalau seandaiya Allah SWT sengaja ingin memperlihatkan salah satu tanda kekuasaan-Nya kepada dunia. Hal itu memang sangat dimungkinkan.

Kemungkinan Lain

Kemungkinan kan lain adalah itu merupakan salah satu mata rantai trik yang dilakukan oleh jin. Dalam hal ini, apakah jin itu muslim atau tidak, tidak terlalu jadi masalah. Karena meski pun beragama Islam, tidak lantas ada jaminan kalau jin itu selalu berbuat shalih.

Bukankah orang yang statusnya beragama Islam pun banyak yang mabok, berzina, mencuri bahkan melacurkan diri dengan mengembangkan paham liberalisme? Mereka itu secara status kan muslim, kita tidak bisa bilang bahwa para liberalis itu kafir, tapi apa yang keluar dari mulut dan ucapan mereka, terlalu banyak yang sesat dan menyesatkan.

Nah, para jin pun demikian juga. Jangan dikira kalau sudah berstatus muslim, lantas jin itu baik. Bisa saja dia jahat meski beragama Islam.

Mungkin anda bertanya, di mana jahatnya? Dia kan membantu membangun masjid? Buktinya kubah itu bisa melayang-layang terbang di angkasa.

Jawabnya begini, bisa saja, ini hanya kemungkinan, jin itu sengaja memperlihatkan hal-hal yang ghaib di depan orang-orang yang awam. Sehingga nantinya diharapkan ada semacam kepercayaan tertentu buat para pengunjung masjid. Misalnya, nantinya jin itu minta diberikan sesajen, sesembahan atau apa lah namanya.

Dan cara yang demikian memang sangat klasik buat para jin dalam rangka membelokkan akidah umat. Awalnya dia memberi semacam penyemangat buat umat Islam. Tapi ujung-ujungnya ada maunya, yaitu kita jadi syirik dan menggantungkan diri kepada si mbah jin itu.

Jadi kita pun tetap harus hati-hati dan waspada. Kita percaya jin itu ada, kita percaya bahwa dia punya kekuatan aneh-aneh, yang sebenarnya pemberian Allah juga. Tapi, jangan kita over terkagum-kagum dan menghambakan diri kepada jin. Sebab jin itu levelnya ada di bawah kita.

Dan sejak zaman nabi Sulaiman alaihissalam, kita diharamkan bikin kerjasama apa pun dengan jin. Walau dengan kalangan jin Islam sekalipun. Tidak layak dan tidak dibenarkan meminta bantuan kepada jin.

Rasulullah SAW dan para shahabat tidak pernah diriwayatkan meminta bantuan apa pun kepada jin. Seandainya dibenarkan, maka yang ikut perang Badar biarlah para jin itu saja. Ngapain capek-capek perang, kalau bisa minta seorang (atau seekor) jin untuk menghabisi kafir Quraisy yang cuma 1000-an orang itu, bukan?

Kemungkinan lain

Masih ada kemungkinan lain?

Yang mungkin-mungkin saja. Mungkin saja video itu hanya rekayasa segelintir orang dengan motivasi yang tidak jelas. Bisa saja untuk lucu-lucuan, tapi bisa juga serius untuk membohongi umat Islam.

Misalnya seperti yang dibilang sebagian kalangan, itu adalah rekayasan video amatir dengan teknik menghilangkan gambar kawat yang menjadi tumpuan dan gantungan kubah.

Memang polemik juga akhirnya, tapi kasus membohongi umat Islam ini juga pernah kejadian di masa lalu. Alkisah, entah datang dari mana kabar burungnya, disebutkan bahwa orang yang mendarat pertama kali di bulan, Neil Arsmtrong, mendengar suara adzan di permukaan bulan.

Lebih dibumbui lagi, kabarnya di Neil ini kemudian sadar dan masuk Islam. Dan ramailah para penceramah membicarakan bahwa ternyata di bulan ada adzan, dan bahwa hidayah Allah SWT diturunkan kepada seorang astronot Amerika yang masuk Islam gara-gara mendengar suara adzan di bulan.

Eh, tahu tahu berkembang kabar baru, kabar itu ternyata hanya isapan jempol. Neil Armstrog katanya menampik bahwa dirinya pernah mendengar adzan di bulan. Dan dia tetap dalam agama lamanya, tidak pernah masuk Islam.

Wah, kalau begitu maka yang terjadi adalah umat Islam telah dikibuli mentah-mentah. Padahal sebagian orang sudah terlajur sujud syukur, bahwa terlanjur bilang bahwa ini merupakan mukjizat. Entah KGB atau siapa yang bikin ulah.

Kejadian di Ambon ini memang tidak tertutup kemungkinan bila mengalami kasus serupa. Dan makanya kita tidak harus lantas terburu-buru bilang bahwa ini merupakan mukjizat atau tanda kebesaran Allah SWT. Meski kita bukan termasuk pengingkar adanya mukjizat atau karamah dari Allah SWT.

Setidaknya, dalam mengomentasi hal-hal yang demikian, kita harus lebih cerdas dan cermat (wah, kayak acara TVRI zaman dulu ya?). Masih banyak tanda-tanda kekuasaan Allah SWT yang ada di dalam tubuh kita yang tidak kita sadari. Tidak usah jauh-jauh ke Ambon.

Bukankah fenomena sel yang ada pada diri kita adalah sebuah miracle? (tidak kita artikan mukjizat karena mukjizat hanya untuk para nabi dan rasul). Bukankah DNA manusia adalah miracle juga? Bukankah kromosom itu juga miracle? Semua adalah tanda-tanda kekuasaan Allah bagi mereka yang cerdas.

Wallahu a'lam bishsawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Perbedaan Tentang Batasan Bid'ah
26 May 2008, 23:49 | Umum | 13.697 views
Berapa Hak Waris Seorang Isteri?
25 May 2008, 21:20 | Mawaris | 94.856 views
Makan di Standing Party
25 May 2008, 20:37 | Kuliner | 10.021 views
Ibadah dan Amalan Apa Saja yang Bisa Ditransfer Pahalanya ke Orang Lain
24 May 2008, 03:28 | Aqidah | 14.982 views
Mohon Semua "Ustad Menjawab" Dibukukan
23 May 2008, 00:17 | Kontemporer | 6.649 views
Apa yang Dibaca Imam Ketika Diam Sebentar Setelah Membaca Fatihah?
22 May 2008, 23:36 | Shalat | 10.081 views
Bacaan Basmallah di Timur Tengah Ada yang Dikeraskan dan Ada Juga yang Tidak
22 May 2008, 03:09 | Shalat | 7.190 views
Apakah yang Dimaksud Golongan Ingkarsunnah?
22 May 2008, 00:37 | Hadits | 5.718 views
Memahami Sifat Shalat Nabi
21 May 2008, 00:42 | Shalat | 9.702 views
Gusdur Vs FPI
20 May 2008, 23:46 | Negara | 7.629 views
Mengapa Partai Islam Melegalkan Tahlil, Yasinan dan Maulid Nabi?
19 May 2008, 23:49 | Negara | 12.607 views
Khilafah Islam, Haruskah Ditegakkan (lagi)?
19 May 2008, 10:56 | Negara | 9.302 views
Sistem Demokrasi: Apakah Sesuai Syariah?
19 May 2008, 03:11 | Negara | 7.372 views
Menjadi TKI Ilegal, Halalkah Rejeki Saya?
15 May 2008, 22:41 | Muamalat | 9.175 views
Bayar Riba dengan Uang Riba, Bolehkah?
14 May 2008, 23:57 | Muamalat | 7.430 views
Isteri Sudah Bersih Tapi Belum Mandi Wajib
14 May 2008, 01:33 | Thaharah | 7.491 views
Benarkah PKS Dapat Dana dari AS?
13 May 2008, 01:49 | Negara | 7.586 views
Menjama Maghrib dan Isya Saat Summer di Austria
13 May 2008, 01:07 | Shalat | 6.023 views
Dakwah Tauhid Tidak Up To Date Lagi?
12 May 2008, 01:23 | Dakwah | 7.276 views
Kapan Kebangkitan Islam Datang Seperti Dulu?
8 May 2008, 02:38 | Negara | 6.595 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 36,255,741 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

16-9-2019
Subuh 04:30 | Zhuhur 11:49 | Ashar 15:03 | Maghrib 17:53 | Isya 19:00 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img