Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Ijab Qabul, Harus Wudhu? | rumahfiqih.com

Ijab Qabul, Harus Wudhu?

Fri 25 April 2014 06:59 | Nikah | 12.647 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalamu'alaikum Wr.Wb

Ustadz, apakah kalau akan melaksanakan ijab qabul calon suami harus dalam keadaan berwudhu? Bagaimana jika tidak wudhu atau sudah berwudhu tapi berjabat tangan dengan wanita bukan mahram?

Wassalam

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ijab qabul dalam sebuah pernikahan tidak termasuk ibadah yang besifat mahdhah. Tidak seperti shalat atau thawaf yang mengharuskan diri kita suci dari hadats kecil dan hadats besar.

Tidak ada syarat sah yang bentuknya suci dari hadats, dalam urusan ijab kabul. Juga tidak ada syarat harus membaca dua kalimat syahadat seperti yang seolah sudah menjadi tradisi itu. Juga tidak ada ketentuan harus menghadap kiblat, atau harus dilakukan di dalam masjid. Juga tidak harus pada hari Jumat dan seterusnya.

Ijab kabul adalah akad atas suatu transaksi. Syarat-syaratnya memang ada dan telah didefinisikan oleh para ulama. Di antaranya adalah orang itu beragama Islam, sudah baligh, dan yang pasti harus orang yang berakal.

Tapi kita tidak menemukan syarat yang mengharuskan seseorang dalam keadaan suci dari hadats atau dalam keadaan berwudhu' ketika melakukan akad nikah atau ijab kabul.

Kalau pun ternyata banyak dilakukan orang, sebenarnya semua itu hukumnya hanya sunnah atau fadhilah. Misalnya akad dilakukan di masjid, ini sebuah hal yang baik saja. Dan memang dahulu Rasulullah SAW diriwayatkan pernah menikahkan shahabat di masjid. Tapi bukan berarti sebuah pernikahan tidak sah kalau tidak dilakukan di dalam masjid.

Begitu juga dengan baca dua kalimat syahadat. Sebenarnya kalau dipikir-pikir, buat apa membaca dua kalimat itu. Toh kita juga sudah tahu bahwa yang sedang melakukan akad atau ijab kabul itu adalah orang yang beragama Islam.

Jadi buat apa harus diikrarkan ulang? Apakah kita tidak yakin bahwa orang itu beragama Islam?

Dan yang juga sudah jadi semacam aturan, walau pun tidak jelas asal-asulnya, adalah shighat ta'liq. Biasaya, para pengantin yang memang belum tahu urusan, tiba-tiba disodorkan lembaran yang harus dia ucapkan tanpa pernah tahu sebenarnya apa hakikat yang sedang dibacanya itu.

Padahal shighat ta'liq itu adalah pernyataan talaq atau cerai. Lho? Baru akad nikah kok sudah diajak main cerai? Bagaimana bisa demikian?

Kalau pengantin pria tahu apa konsekuensi dan aturan mainnya, seharusnya dia menolak apabila disuruh membaca shighat itu. Karena ini adalah pembodohan yang terstruktur. Bagaimana mungkin seorang yang baru saja berbahagia menikahi isterinya, tiba-tiba disuruh menceraikan isterinya bila begini dan begitu?

Aneh bin ajaib negara kita ini. Dan lebih aneh lagi adalah sistem penerapan syariahnya.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Bolehkah Suami Melihat Kemaluan Isterinya?
24 April 2014, 05:13 | Nikah | 22.336 views
Non Muslim Menanyakan Kenapa Babi Haram?
23 April 2014, 06:50 | Aqidah | 12.370 views
Nikah Jarak Jauh
22 April 2014, 06:53 | Nikah | 11.542 views
Apa yang Harus Saya Lakukan Ketika Lupa Tidak Sholat Isya'?
21 April 2014, 05:49 | Shalat | 13.882 views
Shalat dengan Mahdzab yang Mana yang Paling Sesuai dengan Nabi?
20 April 2014, 15:42 | Shalat | 25.574 views
Apakah Ibadah Tidak Diterima Apabila di Tubuh Kita Ada Tato?
19 April 2014, 07:21 | Umum | 10.490 views
Apakah Boleh Memelihara Anjing?
18 April 2014, 04:31 | Umum | 11.814 views
Apakah Janin Dalam Kandungan Dapat Warisan?
17 April 2014, 06:24 | Mawaris | 8.880 views
Hukum Rajam Tidak Ada Dalam Al-Quran?
16 April 2014, 01:00 | Jinayat | 12.387 views
Sahkah Shalat Jamaah Diimami Anak Kecil?
15 April 2014, 04:01 | Shalat | 9.015 views
Bayar Hutang Dulu atau Bayar Zakat Dulu?
14 April 2014, 09:30 | Zakat | 9.227 views
Takbiratul Ihram di Pesawat Harus Menghadap Kiblat?
13 April 2014, 07:10 | Shalat | 5.280 views
Bolehkah Menjama Dua Shalat dan Mengqasharnya Sekaligus?
10 April 2014, 08:42 | Shalat | 9.138 views
Apakah Setiap Pembunuh Wajib Dibunuh Juga?
9 April 2014, 05:59 | Jinayat | 7.640 views
Bisakah Dosa Ditransfer ke Orang Lain Sebagaimana Pahala?
7 April 2014, 15:20 | Quran | 10.933 views
Mengapa Tatacara Shalat Begitu Memusingkan?
6 April 2014, 11:26 | Shalat | 13.956 views
Warisan Dibagi Sama Rata, Bolehkah?
4 April 2014, 11:10 | Mawaris | 11.074 views
Bolehkah Menggunakan Uang Masjid untuk Urusan Partai?
3 April 2014, 10:07 | Zakat | 6.308 views
Bolehkah Bekerja di Perusahaan Milik Orang Kafir?
2 April 2014, 06:07 | Muamalat | 35.129 views
Kesederhanaan Gaya Hidup Pejabat
1 April 2014, 06:51 | Negara | 8.375 views

TOTAL : 2.294 tanya-jawab | 22,854,256 views