Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Telapak Kaki Perempuan Bukan Aurat? | rumahfiqih.com

Telapak Kaki Perempuan Bukan Aurat?

Mon 7 December 2015 03:21 | Wanita | 18.718 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalaamu'alaikum

Ustadz saya mau tanya,

Aurat perempuan kan seluruh tubuh, kecuali muka dan telapak tangan, tapi yang saya lihat, ada sebagian perempuan yang menutup kaki nya dengan kaos kaki, tapi ada juga yang tidak, jadi mana yang benar ya ust??

Terimakasih

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Umumnya jumhur ulama mengatakan bahwa seluruh tubuh wanita adalah aurat yang tidak boleh terlihat. Dengan pengecualian wajah dan kedua tapak tangan, baik bagian dalam maupun bagian luar.

Namun khusus dalam mazhab Al-Hanafiyah, ada sedikit perbedaan dalam batasannya.

Batasan Aurat Wanita Dalam Pandangan Mazhab Al-Hanafiyah

Batasan aurat wanita khususnya dalam mazhab Al-Hanifiyah memang disebutkan bahwa kaki para wanita bukan termasuk aurat. Tepatnya mulai dari batas mata kaki ke bawah, tidak termasuk bagian yang harus ditutup.

Hal itu dikarenakan alasan kedaruratan, di mana para wanita pasti butuh untuk berjalan dan beraktifitas. Dan tidak mungkin dilakukan kecuali dengan mengangkat pakaiannya agar tidak menyentuh tanah.

Penjelasan tentang batasan aurat wanita menurut mazhab Al-Hanafiyah ini bisa kita dapati di beberapa rujukan, antara lain dalam kitab Addur Al-Mukhtar wa Radd Al-Muhtar jilid 1 halaman 375-379 dan Tabyinul Haqaiq oleh Az-Zaila'i jilid 1 halaman 95-97.

Pendapat Mazhab Lainnya

Jumhur ulama mengatakan bahwa aurat wanita itu adalah seluruh tubuhnya kecuali wajah dan tapak tangan. Sehingga kaki tetap merupakan aurat yang tidak boleh diperlihatkan kepada non mahram. Baik di dalam shalat mapun di luar shalat.

Di antara dalilnya adalah firman Allah SWT yang kemudian ditafsirkan oleh Ibnu Abbas Radhiyallahu 'anhu.

Dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya kecuali apa yang biasa tampak daripadanya” (QS An-Nuur:31)

Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhhu dan para ulama sepakat bahwa yang dimaksudkan itu adalah “muka” dan “telapak tangan”.

1. Mazhab Maliki

Al-Malikiyah dalam kitab 'Asy-Syarhu As-Shaghir atau sering disebut kitab Aqrabul Masalik ilaa Mazhabi Maalik, susunan Ad-Dardiri dituliskan bahwa batas aurat waita merdeka dengan laki-laki ajnabi (yang bukan mahram) adalah seluruh badan kecuali muka dan tapak tangan.

2. Mazhab As-Syafi'i

Asy-Syafi`iyyah diwakili oleh pendapat As-Syairazi dalam kitabnya 'al-Muhazzab'. Kitab di kalangan mazhab ini mengatakan bahwa wanita merdeka itu seluruh badannya adalah aurat kecuali wajah dan tapak tangan.

3. Mazhab Al-Hanabilah

Dalam mazhab Al-Hanabilah kita dapati Ibnu Qudamah berkata kitab Al-Mughni jilid 1 halaman 1-6, bahwa seorang wanita boleh membuka atau terlihat wajah dan tapak tangannya di dalam shalat. Artinya, kedua bagian tubuh itu bukan termasuk aurat.

4. Mazhab Dhzahiri

Daud yang mewakili kalangan zahiri pun sepakat bahwa batas aurat wanita adalah seluruh tubuh kecuai muka dan tapak tangan. Sebagaimana yang disebutkan dalam Nailur Authar. Begitu juga dengan Ibnu Hazm mengecualikan wajah dan tapak tangan sebagaiman tertulis dalam kitab Al-Muhalla.

Kesimpulannya, jumhur ulama sepakat mengatakan bahwa kaki wanita termasuk aurat yang harus ditutup. Sedangkan mazhab Al-Hanafiyah menyendiri dalam masalah ini dengan mengatakan kaki wanita bukan aurat.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Gemar Berdakwah Tapi Tidak Menguasai Bahasa Arab
4 December 2015, 08:00 | Kontemporer | 10.576 views
Hukum Voucher Belanja Undian Berhadiah
2 December 2015, 06:27 | Muamalat | 20.394 views
Berdakwah Tapi Meminta Upah
30 November 2015, 08:10 | Dakwah | 11.952 views
Benarkah Tidak Semua Perintah di dalam Al-Quran itu Wajib Dikerjakan?
29 November 2015, 07:12 | Ushul Fiqih | 6.776 views
Hukum Menerima Transfusi Darah dari Non Muslim
28 November 2015, 06:24 | Aqidah | 18.282 views
Dalam Keadaan Apa Saja Kita Boleh Bertayammum?
25 November 2015, 04:23 | Thaharah | 6.127 views
Ternyata dalam Al-Quran Kata 'Shalat' Punya Banyak Makna
24 November 2015, 05:20 | Quran | 7.406 views
Ketika Tayammum Menepuk Tanah Dua Kali Atau Cukup Sekali?
23 November 2015, 05:00 | Thaharah | 4.975 views
Apakah di Masa Para Tabi`in Sudah Ada Mazhab Fiqih?
17 November 2015, 06:23 | Ushul Fiqih | 8.649 views
Wajib Merendahkan Pandangan, Haramkah Melihat Wajah Wanita?
16 November 2015, 10:05 | Wanita | 7.553 views
Persamaan dan Perbedaan Antara Qishash, Jinayat dan Hudud
15 November 2015, 04:55 | Jinayat | 6.525 views
Apakah Kita Harus Bermazhab?
13 November 2015, 04:23 | Ushul Fiqih | 11.067 views
Adakah Dalil Wajibnya Mencuci Najis Babi Tujuh Kali?
12 November 2015, 06:30 | Thaharah | 6.998 views
Mazhab-Mazhab Fiqih Itu, Apakah Masih Relevan Hari Ini?
10 November 2015, 08:18 | Ushul Fiqih | 17.678 views
Apakah Pintu Ijtihad Sudah Tertutup?
6 November 2015, 09:30 | Ushul Fiqih | 16.795 views
Pedoman Shalat Istisqa Minta Hujan
2 November 2015, 09:50 | Shalat | 6.507 views
Hak Warisan Pria dan Wanita Dua Banding Satu, Adilkah?
30 October 2015, 14:27 | Mawaris | 11.129 views
Denda Tebusan Karena Jima Saat Ihram
29 October 2015, 10:04 | Haji | 3.861 views
Hukum Bertaqlid : Haram, Boleh atau Wajib?
26 October 2015, 08:50 | Ushul Fiqih | 26.199 views
Mazhab: Apa Masih Diperlukan Hari Ini?
24 October 2015, 16:02 | Ushul Fiqih | 12.556 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 29,341,609 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema