Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA DKM Masjid Tidak Mau Dikoreksi Arah Kiblatnya | rumahfiqih.com

DKM Masjid Tidak Mau Dikoreksi Arah Kiblatnya

Wed 4 June 2008 00:52 | Shalat | 6.633 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalamualaikum Pak Ustad.

Berkaitan dengan pembetulan arah kiblat 26 -30 Mei yang baru lalu, setelah saya jalankan metode tersebut ternyata masjid kami kurang betul arah kiblatnya hingga lk. 20 derajat.

Yang menjadi masalah adalah pihak DKM kami sepertinya enggan menerima perbaikan.

Pelaksanaan sholatrukun kearah kiblat cukup dengan niat saja, pelaksanaan sholat terpecah, ada yang miring ada yang lurus, bagaimanakah sebaiknya menurut pak Ustad?

Terima kasih atas bantuannya.

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Pengukuran atau pembetulan arah kiblat di masjid yang terlanjur dibangun dengan salah arah memang sering menimbulkan masalah sejak dahulu. Sejak beberapa hari terakhir ini kami memang mendapat begitu banyak laporan atas terjadinya kesalahan arah kiblat dari berbagai pihak.

Ada yang datang dari perseorangan, tapi ada juga yang datang dari pihak DKM masjid tertentu. Masing-masing membaca informasi bahwa ternyata setelah diukur baik lewat arah matahari maupun lewat kiblat locator, hasilnya arah kiblat di masjid mereka melenceng beberapa derajat.

Ada pihak DKM yang dengan legowo menerima koreksi arah kiblat itu, lalu dengan mudah menggeser sedikit arah kiblat di masjid yang dikelolanya. Kita perhatikan di beberapa masjid, ada yang karpetnya digelar dengan sudut yang agak miring dari bentuk bangunan. Dan hal itu tidak memunculkan masalah.

Dan memang untuk mengubah arah itu tidak perlu dengan mengubah bentuk bangunannya. Cukup arah sahnya, atau gampangnya cukup dengan mengubah sedikit arah karpetnya.

Masjid Cut Mutia di bilangan Menteng Jakarta adalah contoh nyata di mana bangunan dan arah kiblatnya sangat bertentangan. Miringnya sampai 45 derajat. Lumayan melenceng bukan?

Tapi yang menarik, melencengnya arah kiblat itu tidak menjadi masalah. Toh begitu kita masuk ke dalam masjid itu, ternyata karpetnya telah diatur agar arah kiblatnya ssesuai dengan yang sebenarnya. Jadi memang tidak perlu membongkar gedung masjid. Cukup arah sajadah atau karpetnya saja yang diubah. Dan prosesnya hanya butuh beberapa menit saja. Tidak butuh SK atau rapat ini dan itu pada dasarnya.

Kurang Legowo

Namun tidak sedikit memang dari sebagian DKM masjid yang kurang bisa menerima koreksi itu. Atau setidaknya mereka tidak lantas mengubah arah shalat begitu saja.

Alasannya bisa beragam, ada yang pada dasarnya tidak mau menerima masukan dari luar. Ada juga yang takut kalau disalahkan karena ternyata selama ini shalat menghadap kiblat yang salah. Sehingga cenderung menutup diri dan menghalangi kebenaran.

Tetapi ada juga yang bukan karena enggan atau menutup diri, namun masih menunggu konfirmasi dari berbagai pihak, karena mungkin saja masukan itu datang dari orang-orang yang dinilai kurang memiliki kapasitas.

Rasanya yang paling banyak terjadi adalah kasus yang terakhir. Para pengurus DKM di berbagai masjid itu bukannya tidak mau menerima koreksi atas arah kiblat, namun mereka tidak mau dengan mudah mengambil keputusan begitu saja, tanpa mendengar dulu masukan dari berbagai pihak.

Dan sikap itu ada baiknya. Karena sebagai penanggung jawab masalah ibadah di masjid, pengurus DKM harus menerima informasi yang pasti dari para ahli di bidangnya. Sebab boleh jadi keputusan untuk mengubah arah kiblat dianggap sebagai masalah yang berat, karena terkait dengan wibawa masjid yang dikelolanya.

Legowo

Tapi kunci dari semua itu adalah sikap legowo, atau menerima segala masukan dengan memastikan kebenaran hasil penghitungan dan informasi. Misalnya, dengan mendatangkan para ahli pengukuran dari instansi yang berwenang. Juga dengan melakukan pengukuran lewat Google Earth yang pernah kami jelaskan sebelumnya.

Saran

Bagi kita yang memang kebetulan mendapatkan kenyataan bahwa suatu masjid diketahui kurang tepat arahnya, ada baiknya menyampaikan informasi dengan cara yang elegan. Tidak dengan mengumbar masalah atau malah menimbulkan konflik atau fitnah yang tidak ada gunanya.

Memang mengoreksi itu enak sekali, tinggal bilang salah dan selesai. Sebaliknya pihak yang dikoreksi pasti mereka tidak enak, tidak nyaman dan sempit hati. Sebab ada masalah wibawa, masalah psikologis dan masalah lainnya.

Karena itu akan menjadi sangat baik kalau informasi itu disampaikan lewat orang-orang yang cukup berpengaruh dan terpandang, setidaknya orang yang ilmu agamanya cukup tinggi. Dan pihak DKM yang kepadanya disampaikan informasi itu, sebaiknya adalah orang yang luas pemikirannya, konsekuen dan komitmen dengan ilmu agamanya, serta orang yang juga punya pengaruh yang besar dalam mengambil kebijakan.

Satu hal penting bahwa pembetulan arah kiblat tidak akan membebani keuangan masjid, tidak perlu membongkar dan tidak perlu melakukan pemugaran. Yang penting pada saat menyusun shaf jamaah shalat, arahnya dibetulkan.

Kami pernah shalat di masjid yang dalam sehari berpindah-pindah arah kiblat sampai lima kali. Dan jamaah masjid itu tenang-tenang saja, tidak ada yang protes. Mau tahu di masjid mana?

Ya, di kapal laut milik PELNI.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Kenapa FPI Anarikis?
3 June 2008, 00:17 | Kontemporer | 7.306 views
Apakah Pembagian Waris di Keluarga Saya Bisa Dibenarkan?
1 June 2008, 23:10 | Mawaris | 7.169 views
Apakah Rasulullah Pernah Melarang Penulisan Hadits
31 May 2008, 21:17 | Hadits | 7.413 views
Sedekah kepada Pengemis
31 May 2008, 01:34 | Zakat | 6.938 views
Bolehkah Saya Bernasyid dengan Diiringi Musik?
30 May 2008, 00:45 | Umum | 7.409 views
Bersalaman Setelah Sholat Berjama'ah
30 May 2008, 00:42 | Shalat | 7.800 views
Wali Nikah Tidak Setuju, Bagaimana Ini?
28 May 2008, 01:29 | Nikah | 6.807 views
Fenomena Kubah Terbang di Ambon, Bolehkah Dipercaya?
27 May 2008, 01:13 | Aqidah | 7.938 views
Perbedaan Tentang Batasan Bid'ah
26 May 2008, 23:49 | Umum | 13.702 views
Berapa Hak Waris Seorang Isteri?
25 May 2008, 21:20 | Mawaris | 94.922 views
Makan di Standing Party
25 May 2008, 20:37 | Kuliner | 10.026 views
Ibadah dan Amalan Apa Saja yang Bisa Ditransfer Pahalanya ke Orang Lain
24 May 2008, 03:28 | Aqidah | 14.997 views
Mohon Semua "Ustad Menjawab" Dibukukan
23 May 2008, 00:17 | Kontemporer | 6.652 views
Apa yang Dibaca Imam Ketika Diam Sebentar Setelah Membaca Fatihah?
22 May 2008, 23:36 | Shalat | 10.082 views
Bacaan Basmallah di Timur Tengah Ada yang Dikeraskan dan Ada Juga yang Tidak
22 May 2008, 03:09 | Shalat | 7.192 views
Apakah yang Dimaksud Golongan Ingkarsunnah?
22 May 2008, 00:37 | Hadits | 5.720 views
Memahami Sifat Shalat Nabi
21 May 2008, 00:42 | Shalat | 9.710 views
Gusdur Vs FPI
20 May 2008, 23:46 | Negara | 7.630 views
Mengapa Partai Islam Melegalkan Tahlil, Yasinan dan Maulid Nabi?
19 May 2008, 23:49 | Negara | 12.613 views
Khilafah Islam, Haruskah Ditegakkan (lagi)?
19 May 2008, 10:56 | Negara | 9.308 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 36,286,715 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

18-9-2019
Subuh 04:29 | Zhuhur 11:48 | Ashar 15:01 | Maghrib 17:53 | Isya 19:00 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img