Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Menanam Kepala Sapi Mencari Keselamatan | rumahfiqih.com

Menanam Kepala Sapi Mencari Keselamatan

Sat 6 September 2008 10:16 | Aqidah | 6.442 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assallamualaikum Wr Wb.

Dengan ini kami ingin bertanya apakah jika kita menguburkan kepala sapi yang telah di sembelih dengan niat untuk mencari keselamatan atas tempat yang kita tinggalkan ada unsur syiriknya atau tidak?

Atas jawaban dari Ustadz saya ucapkan terima kasih.

Wassallam,

Deny M

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Menguburkan kepala sapi dengan niat agar mendapatkan keselamatan adalah salah satu praktek kepercayaan yang didasarkan atas tahayyul.

Kenapa dikatakan tahayyul?

Karena orang yang menanamkan percaya kepada hal-hal yang tidak ada dasarnya. Mereka percaya pada kekuatan ghaib tertentu, dan juga percaya pada tata laksana untuk meminta keselamatan itu yang juga tidak jelas asal usulnya.

Dalam kepercayaan mereka, kalau tidak ditanam kepala sapi, nanti akan terjadi sesuatu yang tidak diharapkan. Inilah letak tahayulnya.

Mungkin orang-orang yang masih saja mempraktekkan hal itu berargumen, bahwa kita kan hanya menjalankan apa yang dipercaya orang. Mau percaya mau tidak percaya, silahkan saja. Yang penting, ritualnya sudah dijalankan.

Koreksi Secara Islam

Bagaimana kita mengoreksi cara berpikir seperti ini?

Pertama, tidak salah kalau kita harus meminta keselamatan agar gedung atau bangunan yang sedang dibangun itu mendapatkan perlindungan. Sebagai makhluk yang lemah, dalam pandangan kita memang banyak hal-hal yang tidak masuk logika akal manusia biasa yang bisa terjadi.

Maka tidak salah kalau kita berdoa dan meminta keselamatan atas kerja dan proyek yang kita lakukan. Karena pasti ada faktor x yang penting dan luput dari urusan perhitungan manusiawi.

Kedua, rasanya kita sepakat bahwa yang namanya minta keselamatan itu bukan kepada jin Tomang atau setan gundul atau genderuwo, atau apalah yang sejenisnya.

Sebagai muslim, kita hanya boleh meminta keselamatan dari Allah SWT, sebagai Tuhan yang Maha Pencipta dan Maha Memelihara.

Dan bila kita sepakat bahwa meminta keselamatan hanya boleh kepada Allah WT, maka haram hukumnya kalau kita minta keselamata kepada makhluknya, baik makhluk halus atau pun makhluk kasar.

Sayangnya, justru pada poin kedua inilah kita sebagai umat Islam sering diuji. Betapa banyak orang yang mengaku Islam, tapi sistem logika tauhidnya agak melenceng dari garis utama. Sebab masih saja ada orang yang mengaku sebagai muslim, namun dia malah menyembah makhluk-makhluk-Nya.

Masih banyak kalangan yang mengaku bertuhan kepada Allah, tetapi pada saat yang sama, dia juga menyembah tuhan-tuhan yang lain. Sementara dia shalat 5 waktu mengerjakan perintah Allah, di saat yang sama dia juga melakukan ritual yang diajarkan oleh tuhan lainnya.

Dan sikap ini adalah ambigu serta membuat Allah SWT marah besar. Sikap inilah yang kemudian dikatakan sebagai mempersekutukan Allah. Atau dalam kata lain disebut dengan menduakan Allah. Dan dalam bahasa Arab disebut dengan istilah: Syirik.

Sebagai muslim, kita diharamkan menduakan Allah dalam segala ajaran-Nya.

Ritual Meminta Kepada Allah

Nah, kalau dua hal ini sudah kita sepakati, tinggal masalah yang nomor tiga, yaitu bagaimana cara ritual kita meminta keselamatan dari Allah SWT?

Allah SWT telah menurunkan Al-Quran dan Sunnah kepada kita sejak 14 abad lampau. Di dalamnya telah dirinci teknik bagaimana kita meminta perlindungan dan berdoa serta bagaimana cara meminta.

Dan setelah kita telurusi ayat demi ayat, hadits demi hadits, nyatalah bahwa perbuatan menanam kepala sapi atau kerbau tidak termasuk cara yang dibenarkan untuk meminta keselamatan.

Jadi kalau penanaman kepala kerbau ini dipaksa-paksa mau dilakukan dan dianggap bagian dari agama Islam, pada hakikatnya hal ini adalah sebuah pelecehan dan penodaan terhadap Islam.

Islam tidak mengajarkan hal-hal yang seperti ini.Bahkan Islam telah mengharamkan praktek ibadah ritaul yang tidak diajarkan oleh Rasulullah SAW.

Hukum Menyembelih Untuk Selain Allah

Islam telah mengharamkan kita menyembelih hewan yang niatnya bukan karena Allah perintahkan. Kalau sekedar untuk dimakan tanpa niat apa-apa, hukum penyebelihan hewan itu pasti halal.

Kalau penyembelihan itu diniatkan sebagai ritual kelahiran bayi, maka itu bukan hanya halal tetapi malah disunnahkan. Kita menyebutkan aqiqah.

Kalau penyembelihan itu diniatkan sebagai ritual i bulan haji, juga halal dan mendapat pahala. Istilah yang bakunya adalah penyembelihan udhiyah. Tetapi bangsa kita terlanjur menyebutnya sebagai hewan korban.

Tetapi kalau menyembelih hewan yang tujuannya minta keselamatan, lalu ada ritual menanamkan kepada hewan itu di dalam tanah, jelasnya hal ini tidak dibenarkan. Dan bahkan daging hewan itu pun menjadi haram untuk dimakan. Karena hewan itu disembelih bukan karena Allah, tidak seusai dengan peraturan Allah dan melanggar ketentuan Allah.

Dalam hukum Islam, daging hewan itu termasuk bangkai yang haram dimakan oleh seorang muslim, sebagaimana firman Allah SWT:

Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan atasmu bangkai, darah, daging babi dan apa yang disembelih dengan menyebut nama selain Allah (QS. An-Nahl: 115)

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Shalat di Mushalla Ahmadiyah
6 September 2008, 03:16 | Shalat | 7.009 views
Apakah Dosa Bila Membuang Pembalut yang Tidak Bersih
17 June 2008, 22:24 | Wanita | 52.776 views
Apakah Sujud Tilawah Itu?
17 June 2008, 01:00 | Shalat | 11.175 views
Penasaran dengan Kelompok Ingkarussunnah
16 June 2008, 07:36 | Hadits | 6.697 views
Hukum Menjama` Shalat di Kantor dan Ketiduran
16 June 2008, 07:33 | Shalat | 13.357 views
Halalkah Darah Gusdur?
14 June 2008, 02:10 | Negara | 8.599 views
Hukum Mengingkari Pembagian Hak Waris Menurut Islam
13 June 2008, 00:21 | Mawaris | 6.742 views
Ternyata Dasar Negara Indonesia Bukan Pancasila Tapi Allah
10 June 2008, 23:17 | Negara | 8.984 views
Kagum kepada Ahmadinejad?
10 June 2008, 00:31 | Negara | 7.188 views
Pemimpin yang Takut kepada Pihak Asing
9 June 2008, 01:32 | Kontemporer | 5.463 views
Banci Menjadi Imam
8 June 2008, 23:36 | Kontemporer | 6.548 views
Arah Kiblat yang Sedikit Melenceng
8 June 2008, 01:01 | Shalat | 8.027 views
Ikut Casting Film Ketika Cinta Bertasbih
6 June 2008, 23:36 | Umum | 5.955 views
Anarki dan Mengisi Kekebalan Tubuh
6 June 2008, 00:25 | Umum | 7.013 views
Menggunakan Fasilitas Kantor
4 June 2008, 22:47 | Muamalat | 7.530 views
DKM Masjid Tidak Mau Dikoreksi Arah Kiblatnya
4 June 2008, 00:52 | Shalat | 6.637 views
Kenapa FPI Anarikis?
3 June 2008, 00:17 | Kontemporer | 7.308 views
Apakah Pembagian Waris di Keluarga Saya Bisa Dibenarkan?
1 June 2008, 23:10 | Mawaris | 7.173 views
Apakah Rasulullah Pernah Melarang Penulisan Hadits
31 May 2008, 21:17 | Hadits | 7.426 views
Sedekah kepada Pengemis
31 May 2008, 01:34 | Zakat | 6.939 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 36,312,528 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

19-9-2019
Subuh 04:28 | Zhuhur 11:48 | Ashar 15:00 | Maghrib 17:53 | Isya 19:00 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img