Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Apa yang Harus Saya Lakukan Ketika Lupa Tidak Sholat Isya'? | rumahfiqih.com

Apa yang Harus Saya Lakukan Ketika Lupa Tidak Sholat Isya'?

Mon 21 April 2014 05:49 | Shalat | 13.926 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalamu'alaikum wrwb.

Ustad, semalam saya menjemput teman di bandara, sehingga saya tidak sholat isya' di awal waktu. Dan akhirnya saya lupa tidak sholat isya' hingga pagi harinya usai saya sholat subuh. Bagaimana dan apa yang harus saya lakukan ustad?

Saya sangat mengharapkan jawaban ustad, baik dimuat maupun melalui email saya langsung. Sebelum dan sesudahnya saya ucapkan jazakumullah khoiron katsiro.

Wassalamu'alaikum wrwb

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Shalat 5 waktu adalah fardhu ain yang wajib dikerjakan oleh setiap muslim. Dalam kejadian apa pun, seharusnya ibadah yang satu ini tidak boleh luput dari agenda kegiatan kita.

Salah satu neraka bernama Saqar, diciptakan Allah SWT khusus untuk orang yang tidak melakukan shalat. Dan informasi ini telah disebutkan di dalam Al-Quran:

Apa yang membuat kamu di neraka Saqar? Mereka menjawab, "Kami tidak termasuk orang yang Shalat." (QS. Al-Muddatstsir: 42-43)

Pandangan Syariah Islam tentang: Lupa

Dalam pandangan syariah, yang namanya 'lupa' punya hukum tersendiri. Orang yang lupa tidak bisa disamakan dengan orang yang tidak lupa. Dan ada hadits nabi SAW yang menyebutkan tentang hukum taklif bagi orang yang lupa.

Dari Ibnu Abbas radhiyallahu anhu bahwa Rasululah bersabda, "Sesungguhnya Allah telah menetapkan kepada umatku kesalahan, lupa dan sesuatu yang dipaksakan kepadanya." (HR Hakim dalam Al-Mustadrak dan beliau menshahihkannya)

Dari haditsi ini dan juga hadits lainnya, para ulama kemudian menarik kesimpulan dalam ushul fiqih tentang beban taklif bagi orang yang lupa. Yang menjad topik utama adalah pertanyaan: Apakah orang yang lupa itu mukallaf atau bukan?

Maksudnya apakah seseorang menjadi tidak bukan beban taklif ketika dia sedang lupa, ataukah dia tetap memikul beban taklif? Atau dalam bahasa mudahnya, apakah seseorang tetap wajib untuk shalat pada saat dia lupa ataukah tidak wajib?

Pertanyaan yang bersifat ushul fiqih ini menarik. Sebab kalau dikatakan bahwa seorang yang lupa itu wajib melakukan perintah Allah, ternyata Allah sendiri telah mengangkat pena dari orang yang lupa.

Tetapi di sisi lain, setiap orang yang mengaku muslim, berakal dan sudah baligh wajib menjalankan shalat. Dan ada ancaman masuk ke neraka Saqar kalau tidak mengerjakan.

Pandangan Para Ahli Ushul Fiqih

1. Pandangan As-Syafi'iyah dan Al-Hanabilah

Khusus untuk kasus orang yang lupa, mazhab Asy-Syafi'i dan mazhab Hanabilah mengatakan bahwa orang yang lupa itu tidak termasuk mukallaf. Khususnya dalam hal yang terkait dengan hak-hak Allah SWT.

Ada pun yang terkait dengan hak-hak manusia, seperti kewajiban zakat, memberi nafkah, mentalak isteri, atau mengganti kerugian harta orang lain, dalam pandangan mereka tetap terjadi dan tetap harus menjadi tanggungan.

Karena bukan termasuk bab taklif melainkan termasuk bab rabthul-ahkami bil asbab (mengaitkan hukum dengan sebab).

Penjelasan lebih jauh tentang hal ini bisa kita lihat pada beberapa kitab, misalnya kitab Syarhu AL-Kaukab Al-Munir jilid 1 halaman 511-512. Juga perhatikan kitab Qawaidul Alhkam karya Al-'Izz ibnu Abdissalam jilid 2 halaman 3. Juga bisa kita baca dalam kitab Nuzhatul Khathir al-'Athir Syarah Raudhatun-Nadhir karya Ibnu Badran jilid 1 halaman 139-140.

2. Pandangan Al-Hanafiyah

Sebaliknya, dalam pandangan mazhab Al-Hanafiyah, orang yang lupa itu tetap masih dianggap mukallaf yang tidak gugur kewajiban atasnya. Baik yang terkait dengan hak Allah atau pun dengan hak sesama manusia.

Namun dalam hal ini dia termasuk orang yang 'ajiz (lemah) sehingga dia mendapatkan 'udzur (keringanan) dari Allah SWT. Karena dia kehilangan qashd.

Pandangan Para Fuqaha' Ilmu Fiqih

Yang di atas tadi namanya kajian ushul fiqih. Sekarang mari kita kaji secara hukum fiqihnya langsung.

Pertanyaannnya adalah: apa yang harus dilakukan oleh seseorang yang karena lupa, dia meninggalkan shalat?

Para ulama fiqih kemudian menjawab bahwa orang yang lupa shalat dan meninggalkannya, maka dia wajib untuk menggantinya. Istilah yang sering digunakan adalah megqadha' shalat. Dasarnya adalah perintah Rasulullah SAW:

Apabila salah seorang kalian lupa shalat atau tertidur, maka shalatlah ketika ingat. (HR Muslim)

Masalahnya kemudian, apakah begitu ingat harus langsung diqadha' ataukah boleh mengqadha' belakangan atau ditunda?

Jumhur ulama mewajibkan pelaksanaannya secara langsung. Mereka yang berpendapat seperti ini adalah Al-Imam Abu Hanifah, Al-Imam Malik dan Al-Imam Ahmad bin Hanbal rahimahumullah.

Sementara Al-Imam Asy-Syafi'i rahimahullah berpandangan bahwa yang merupakan sunnah adalah langsung melaksanakannya begitu ingat, namun beliau tetap masih membolehkannya untuk menunda barang sejenak.

Lho kenapa boleh?

Alasannya adalah bahwa ketika Rasulullah SAW dan para shahabat tertidur, ternyata mereka tidak langsung melaksanakan qadha' shalat di tempat mereka tidur. Tapi beliau SAW memerintahkan agar mereka menghela hewan-hewan mereka ke tempat lain, lalu beliau shalat di tempat tersebut.

Maka dalam pandangan Al-Imam Asy-Syafi'i, boleh ditunda barang sebentar, sekedar untuk mengerjakan hal-hal yang dianggap perlu. Karena sekiranya qadha' ini wajib dilaksanakan secara langsung seketika itu pula, tentunya para shahabat shalat di tempat mereka tertidur.

Adapun jumhur ulama berpendapat bahwa shalat yang terlewat itu harus langsung diganti, karena mereka berhujjah dengan hadits yang langsung menyebutkan shalat secara langsung.

Tetapi intinya, shalat yang tidak dikerjakan karena terlupa tetap harus diganti. Karena Rasulullah SAW pernah mengalaminya langsung dan begitu juga para shahabat beliau ridhwanullahi 'alaihim.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Shalat dengan Mahdzab yang Mana yang Paling Sesuai dengan Nabi?
20 April 2014, 15:42 | Shalat | 25.647 views
Apakah Ibadah Tidak Diterima Apabila di Tubuh Kita Ada Tato?
19 April 2014, 07:21 | Umum | 10.518 views
Apakah Boleh Memelihara Anjing?
18 April 2014, 04:31 | Umum | 11.831 views
Apakah Janin Dalam Kandungan Dapat Warisan?
17 April 2014, 06:24 | Mawaris | 8.906 views
Hukum Rajam Tidak Ada Dalam Al-Quran?
16 April 2014, 01:00 | Jinayat | 12.411 views
Sahkah Shalat Jamaah Diimami Anak Kecil?
15 April 2014, 04:01 | Shalat | 9.034 views
Bayar Hutang Dulu atau Bayar Zakat Dulu?
14 April 2014, 09:30 | Zakat | 9.253 views
Takbiratul Ihram di Pesawat Harus Menghadap Kiblat?
13 April 2014, 07:10 | Shalat | 5.302 views
Bolehkah Menjama Dua Shalat dan Mengqasharnya Sekaligus?
10 April 2014, 08:42 | Shalat | 9.164 views
Apakah Setiap Pembunuh Wajib Dibunuh Juga?
9 April 2014, 05:59 | Jinayat | 7.674 views
Bisakah Dosa Ditransfer ke Orang Lain Sebagaimana Pahala?
7 April 2014, 15:20 | Quran | 10.969 views
Mengapa Tatacara Shalat Begitu Memusingkan?
6 April 2014, 11:26 | Shalat | 13.970 views
Warisan Dibagi Sama Rata, Bolehkah?
4 April 2014, 11:10 | Mawaris | 11.099 views
Bolehkah Menggunakan Uang Masjid untuk Urusan Partai?
3 April 2014, 10:07 | Zakat | 6.322 views
Bolehkah Bekerja di Perusahaan Milik Orang Kafir?
2 April 2014, 06:07 | Muamalat | 35.208 views
Kesederhanaan Gaya Hidup Pejabat
1 April 2014, 06:51 | Negara | 8.393 views
Hukum Foto Pre Wedding di Kartu Undangan
31 March 2014, 03:03 | Nikah | 16.823 views
Rumah Sudah Dihibahkan Apa Masih Dibagi Waris?
28 March 2014, 10:11 | Mawaris | 14.804 views
Hukum Main Game Monopoli dan Ular Tangga, Haramkah?
27 March 2014, 06:17 | Muamalat | 25.193 views
Bingung Halal Haram Asuransi Syariah
24 March 2014, 08:32 | Muamalat | 17.665 views

TOTAL : 2.294 tanya-jawab | 22,934,394 views