Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Apakah Dosa Bila Membuang Pembalut yang Tidak Bersih | rumahfiqih.com

Apakah Dosa Bila Membuang Pembalut yang Tidak Bersih

Tue 17 June 2008 22:24 | Wanita | 24.453 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalamualaikum wr. wb.

Ust. Ahmad yang dimuliakan Allah..maaf apabila pertanyaan ini mungkin di nilai terlalu berani, karena yang akan saya tanyakan adalah perihal wanita. Saya ingin tau:

1. apakah salah apabila wanita yang sedang haid menggunakan pembalut (bukan kain, yang tidak bisa di sucikan)?

2. ketika sudah kotor, dia membuangnya tidak dalam keadaan bersih seutuhnya(masih ada darah kotor yang menempel)??

3. apabila dia sudah mandi junub, lalu dia melaksanakan puasa/ shalat, tapi masih ada darah haid yang keluar dan dalam ketidak tahuannya bahwa dia belum bersih, apakah shalat & puasanya diterima amalnya??

Saya mohon pencerahanny dari Ust. Saya ucapkan terima kasih

Wassalamuallaikum wr.wb

Mohon pencerahannya

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Pada dasarnya tidak ada ketentuan bagi wanita yang haidh untuk membersihkan pembalut yang digunakan sebelum membuangnya. Sebab fungsi pembalut itu bukan semata-mata sekedar menampung keluarnya darah, tetapi juga untuk menjaga kebersihan seorang wanita.

Jadi kalau kemudian pembalut itu menjadi kotor dengan darah, tentu tidak perlu lagi dibersihkan. Pembalut itu bisa langsung dibuang, karena memang dibuat dan dirancang untuk sekali pemakaian.

Kira-kira fungsinya seperti kertas tissue yang hanya sekali pakai. Apa pernah ada orang menggunakan kertas tissue berkali-kali, dipakai lalu dibersihkan lagi, lalu dipakai lagi? Tentu tidak pernah, bukan?

Sebab kertas tissue itu memang dirancang oleh penemunya untuk pemakaian sekali saja lalu dibuang.

Kalau masih penasaran, kita bisa ambil perbandingan dengan prilaku Rasulullah SAW saat berisitinja' dengan batu. Di dalam ilmu fiqih, istilah yang lazim digunakan adalah istijmar.

Rasulullah SAW tidak pernah memerintahkan umatnya untuk membersihkan batu-batu yang telah digunakan untuk beristinja', bukan? Perintahnya hanya sekedar menggunakan batu saja, tapi tidak diikuti dengan perintah untuk membersihkan batu itu setelah dipakai.

Dan logikanya bisa kita pakai dalam kasus pembalut wanita itu. Di mana salah satu fungsinya adalah untuk membersihkan kotoran atau darah wanita. Sekali pakai dan silahkan dibuang.

Sudah Suci Keluar Darah Lagi

Permasalahan ini memang sering kali terjadi pada diri wanita yang mengalami haidh. Kadang seorang wanita sudah yakin bahwa dirinya telah suci dari haidh, karena darah sudah berhenti keluar. Lalu dia bersuci dan mandi janabah. Namun tidak lama kemudian, ternyata darah masih keluar.

Maka dalam hal ini perlu dipastikan terlebih dahulu, apakah dia masih dalam batas waktu yang memungkinkan untuk mendapat haidh, ataukah sudah kelewat waktunya.

Sebab dalam hukum haidh, para ulama telah menetapkan batas waktu maksimal di mana seorang wanita masih memungkinkan mendapat haidh. Misalnya mazhab As-Syafi'i, mereka menetapkan bahwa batas maksimalnya adalah 15 terhitung sejak pertama kali mendapat haidh di bulan itu. Lihat kitab Kifayatul Akhyar halaman 116 kitabut-thaharah.

Tetapi bila batas 15 hari itu sudah terlewat, maka wanita itu dipastikan tidak mendapat haidh, meski darah masih mengalir keluar.

Dengan menggunakan batas waktu maksimal ini, para wanita bisa dimudahkan. Pokoknya, bila ada darah sebelum selesai 15 hari masa haidh, berarti itu adalah darah haidh. Sebaliknya, bila telah lewat masa 15 hari, dianggap bukan haidh.

Adapaun apakah shalat dan puasa yang terlanjur dilakukan akan mendapat pahala atau tidak, kembali kepada niatnya. Kalau seorang wanita sudah tahu bahwa dirinya masih haidh, lalu nekat mau tetap shalat dan puasa, tentu bukan pahala yang didapat melainkan dosa. Karena dia telah mengerjakan perbuatan yang terlarang.

Namun bila dia sama sekali tidak mengetahui bahwa dirinya masih mendapat haidh, atau yakin sekali dirina sudah suci dari haidh, lalu melakukan shalat dan puasa yang ternyata masih dalam keadaan haidh, tentu Allah SWT lebih tahu dengan urusan hamba-Nya.

Kita bisa membaca salah satu firman Allah SWT:

Mereka bergirang hati dengan nikmat dan karunia yang yang besar dari Allah, dan bahwa Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang beriman.(QS. Ali Imran: 171)

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Apakah Sujud Tilawah Itu?
17 June 2008, 01:00 | Shalat | 7.847 views
Penasaran dengan Kelompok Ingkarussunnah
16 June 2008, 07:36 | Hadits | 5.677 views
Hukum Menjama` Shalat di Kantor dan Ketiduran
16 June 2008, 07:33 | Shalat | 6.108 views
Halalkah Darah Gusdur?
14 June 2008, 02:10 | Negara | 7.243 views
Hukum Mengingkari Pembagian Hak Waris Menurut Islam
13 June 2008, 00:21 | Mawaris | 5.351 views
Ternyata Dasar Negara Indonesia Bukan Pancasila Tapi Allah
10 June 2008, 23:17 | Negara | 7.212 views
Kagum kepada Ahmadinejad?
10 June 2008, 00:31 | Negara | 6.154 views
Pemimpin yang Takut kepada Pihak Asing
9 June 2008, 01:32 | Kontemporer | 4.637 views
Banci Menjadi Imam
8 June 2008, 23:36 | Kontemporer | 5.655 views
Arah Kiblat yang Sedikit Melenceng
8 June 2008, 01:01 | Shalat | 6.075 views
Ikut Casting Film Ketika Cinta Bertasbih
6 June 2008, 23:36 | Umum | 5.103 views
Anarki dan Mengisi Kekebalan Tubuh
6 June 2008, 00:25 | Umum | 5.887 views
Menggunakan Fasilitas Kantor
4 June 2008, 22:47 | Muamalat | 6.159 views
DKM Masjid Tidak Mau Dikoreksi Arah Kiblatnya
4 June 2008, 00:52 | Shalat | 5.557 views
Kenapa FPI Anarikis?
3 June 2008, 00:17 | Kontemporer | 6.350 views
Apakah Pembagian Waris di Keluarga Saya Bisa Dibenarkan?
1 June 2008, 23:10 | Mawaris | 5.574 views
Apakah Rasulullah Pernah Melarang Penulisan Hadits
31 May 2008, 21:17 | Hadits | 5.320 views
Sedekah kepada Pengemis
31 May 2008, 01:34 | Zakat | 5.745 views
Bolehkah Saya Bernasyid dengan Diiringi Musik?
30 May 2008, 00:45 | Umum | 5.961 views
Bersalaman Setelah Sholat Berjama'ah
30 May 2008, 00:42 | Shalat | 6.505 views

TOTAL : 2.301 tanya-jawab | 27,158,696 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema