Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Wanita Hamil dan Menyusui Membayar Puasa atau Fidyah? | rumahfiqih.com

Wanita Hamil dan Menyusui Membayar Puasa atau Fidyah?

Wed 29 August 2007 01:06 | Puasa > Qadha Fidyah Kafarat | 12.666 views

Pertanyaan :

Assalamu 'alaikum. Wr. Wb

Ustad yang dirahmati Allah. pertanyaan yang ingin saya sampaikan adalah mengenai puasa. Wanita hamil atau menyusui termasuk dalam salah satu golongan yang mendapat keringanan untuk tidak puasa ramadhan.

Yang ingin saya tanyakan adalah mengenai penggantiannya apakah dengan puasa di hari lain, atau membayar fidyah atau bahkan dua-duanya (membayar puasa dan fidyah)?

Jazakallah atas jawabannya.

Wassalamu 'alaikumWr. Wb

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Masalah wanita yang sedang hamil atau menyusui memang tidak ada nash yang sharih untuk menetapkan bagaimana mereka harus mengganti puasa wajib. Yang ada nashnya dengan tegas adalah orang sakit, musafir dan orang tua renta yang tidak mampu lagi berpuasa.

Orang sakit dan musafir dibolehkan untuk tidak puasa, lalu sebagai konsekuensinya harus mengganti (qadha') dengan cara berpuasa juga, sebanyak hari yang ditinggalkannya.

Sedangkan orang yang sudah sangat tua dan tidak mampu lagi untuk berpuasa, boleh tidak berpuasa namun tidak mungkin baginya untuk mengqadha (menganti) dengan puasa di hari lain. Maka Allah SWT menetapkan bagi mereka untuk membayar fidyah, yaitu memberi makanan kepada fakir miskin sebagai satu mud.

Dalil atas kedua kasus di atas adalah firman Allah SWT:

Maka barangsiapa di antara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan, maka (dibolehkan berbuka dengan mengganti puasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya membayar fidyah, (yaitu) memberi makan seorang miskin. (QS. Al-Baqarah: 184)

Bagaimana dengan wanita hamil dan menyusui, apakah mereka mengganti dengan puasa atau dengan bayar fidyah? Atau malah kedua-duanya? Para ulama berbeda pendapat dalam hal ini.

Jumhur Ulama

Di dalam kitab Kifayatul Akhyar, disebutkan bahwa masalah wanita hamil dan menyusui dikembalikan kepada motivasi atau niatnya. Kalau tidak puasa karena mengkhawatirkan kesehatan dirinya, maka dianggap dirinya seperti orang sakit. Maka menggantinya dengan cara seperti mengganti orang sakit, yaitu dengan berpuasa di hari lain.

Sebaliknya, kalau mengkhawatirkan bayinya, maka dianggap seperti orang tua yang tidak punya kemampuan, maka cara menggantinya selain dengan puasa, juga dengan cara seperti orang tua, yaitu dengan membayar fidyah. Sehingga membayarnya dua-duanya.

Pendapat Ibnu Umar dan Ibnu Abbas

Namun menurut Ibnu Umar dan Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma, wanita yang hamil atau menyusui cukup membayar fidyah saja tanpa harus berpuasa. Karena keduanya tidak berpuasa bukan karena sakit, melainkan karena keadaan yang membuatnya tidak mampu puasa. Kasusnya lebih dekat dengan orang tua yang tidak mampu puasa.

Dan pendapat kedua shahabat ini mungkin tepat bila untuk menjawab kasus para ibu yang setiap tahun hamil atau menyusui, di mana mereka nyaris tidak bisa berpuasa selama beberapa kali ramadhan, lantaran kalau bukan sedang hamil, maka sedang menyusui.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc


Baca Lainnya :

Apakah Membuat Komik Haram?
27 August 2007, 23:55 | Kontemporer > Hukum | 11.228 views
Hadits Haramnya Bermusuhan Lebih dari Tiga Hari
27 August 2007, 22:27 | Hadits > Syarah Hadits | 6.945 views
Apakah Harus Minta Ijin Orang Tua untuk Masuk Islam?
24 August 2007, 02:46 | Pernikahan > Anak | 5.979 views
Hukum Sholat Berjamaah
23 August 2007, 23:35 | Shalat > Shalat Berjamaah | 27.192 views
Sholat Tarawih: 11 atau 23 Rakaat?
23 August 2007, 03:59 | Shalat > Shalat Tarawih dan Witir | 12.829 views
Dana Yatim Dikelola untuk Usaha
23 August 2007, 03:02 | Zakat > Alokasi Zakat | 6.316 views
Hak Waris Anak Angkat
23 August 2007, 03:00 | Mawaris > Hak waris | 8.351 views
Penyaluran Zakat untuk Renovasi Rumah
21 August 2007, 23:38 | Zakat > Alokasi Zakat | 5.612 views
Benarkah Isteri Termasuk Bukan Mahram?
21 August 2007, 22:53 | Pernikahan > Mahram | 8.076 views
Perintah Sujud Buat Malaikat, Kenapa Iblis yang Dihukum?
21 August 2007, 22:49 | Aqidah > Ghaib | 9.791 views
Hadits Mencari Ilmu di Waktu Kecil
20 August 2007, 22:43 | Hadits > Syarah Hadits | 6.760 views
Dalil Tentang Shalat Shubuh Berjamaah
20 August 2007, 22:41 | Shalat > Shalat Berjamaah | 6.649 views
Mengapa Syariat Sulit Ditegakkan?
20 August 2007, 00:05 | Negara > Hukum Islam | 5.726 views
Tentang Larangan Kencing Berdiri
20 August 2007, 00:03 | Thaharah > Buang Hajat | 7.992 views
Dasar Rujukan Adanya 25 Orang Nabi
20 August 2007, 00:01 | Aqidah > Nabi | 12.568 views
Jamaah Tabligh Pakai Hadits Dhaif?
16 August 2007, 03:34 | Dakwah > Kelompok dan golongan | 8.820 views
Pengajian Tarbiyah Vs Pengajian Habaib
16 August 2007, 03:34 | Kontemporer > Fenomena sosial | 10.646 views
Hadits "Islam yang Asing" Vs "Yahudi Dikalahkan"
15 August 2007, 04:08 | Hadits > Syarah Hadits | 6.937 views
Pelatihan Mawaris
14 August 2007, 04:44 | Mawaris > Ilmu waris | 5.803 views
Fenomena PKS & Kemiripannya dengan Ikhwanul Muslimun
12 August 2007, 22:59 | Negara > Arus politik | 7.802 views

TOTAL : 2.312 tanya-jawab | 43,845,173 views

KATEGORI

Jadwal Shalat DKI Jakarta

22-1-2021
Subuh 04:30 | Zhuhur 12:06 | Ashar 15:29 | Maghrib 18:20 | Isya 19:32 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Pustaka | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img